Advertisement
Convolvulus pluricaulis, yang lebih dikenal dengan nama Shankhpushpi di India dan wilayah Asia Selatan lainnya, adalah tanaman herba merambat dari famili Convolvulaceae. Tanaman ini memiliki daun kecil berbentuk lanset serta bunga berwarna biru atau putih yang mirip terompet. Habitat aslinya tersebar di daerah tropis dan subtropis, termasuk India, Sri Lanka, dan Myanmar, sering ditemukan tumbuh liar di tanah berpasir atau berbatu pada ketinggian rendah hingga sedang. Secara morfologi, Shankhpushpi memiliki batang yang ramping dan mampu merambat hingga panjang sekitar 30 sentimeter, dengan sistem perakaran yang kuat untuk bertahan di kondisi kering.
Tanaman ini tumbuh subur di area yang kering dan berbatu, terutama di wilayah padang rumput atau tanah terbuka di India. Dia tipe tanaman yang tahan banting, suka banget sama sinar matahari langsung, dan bisa beradaptasi di tanah yang kurang subur. Karakteristik/ciri-ciri Shankhpushpi (Convolvulus pluricaulis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Tumbuhan | Tanaman merambat atau menjalar di atas tanah (prostrate) dengan banyak percabangan kecil dari pangkalnya. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat dan masuk ke dalam tanah, warnanya agak kecokelatan. |
| Batang | Batangnya tipis, ramping, punya rambut-rambut halus, dan menjalar panjang di permukaan tanah. |
| Daun | Bentuknya kecil-kecil, lonjong memanjang seperti tombak, warnanya hijau agak kusam, dan teksturnya terasa agak berbulu halus. |
| Bunga | Bunganya mungil, bentuknya seperti terompet atau corong khas keluarga Convolvulaceae, warnanya putih atau merah muda pucat. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk kapsul kecil yang di dalamnya menyimpan biji-biji berukuran sangat mungil. |
8 Manfaat Shankhpushpi untuk kesehatan.
Ekstrak Convolvulus pluricaulis meningkatkan aktivitas asetilkolinesterase (AChE) di hippocampus dan korteks prefrontal, meningkatkan kadar asetilkolin. Senyawa scopoletin dan konvolvine memodulasi reseptor muskarinik M1 dan jalur sinyal CREB/BDNF, mendukung plastisitas sinaptik dan neurogenesis.
Aktivasi reseptor GABA-A melalui agonisme allosterik oleh scopoletin dan konvolvine, meningkatkan aliran ion klorida dan menurunkan eksitabilitas neuronal. Menekan sumbu HPA (kortisol) dan menurunkan ekspresi c-Fos di amigdala.
Peningkatan kadar monoamina (serotonin, norepinefrin, dopamin) di sinaptosom otak melalui inhibisi monoamina oksidase (MAO-A) oleh flavonoid dan alkaloid. Meningkatkan ekspresi BDNF dan mengurangi stres oksidatif di hipokampus.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shankhpushpi.
Interaksi & Kontraindikasi Shankhpushpi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Shankhpushpi (Convolvulus pluricaulis) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam dosis terapeutik yang dianjurkan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda. Namun, beberapa penelitian toksikologi dan pengamatan klinis menunjukkan bahwa konsumsi tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang, dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan hingga sedang. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, dan diare ringan. Hal ini biasanya terjadi karena respons lambung terhadap senyawa aktif yang terkandung di dalam ekstrak tumbuhan tersebut.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Shankhpushpi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Shankhpushpi.