Advertisement
Humulus lupulus, yang lebih dikenal sebagai hops, adalah tanaman merambat tahunan dari famili Cannabaceae yang telah menjadi komoditas penting dalam industri pembuatan bir selama berabad-abad. Tanaman ini berasal dari kawasan beriklim sedang di Belahan Bumi Utara, termasuk Eropa, Asia Barat, dan Amerika Utara. Secara morfologi, hops memiliki batang bersulur yang dapat tumbuh hingga 7–10 meter, daun berbentuk menjari dengan tepi bergerigi, serta bunga betina berbentuk kerucut (cone) yang disebut strobilus. Bagian inilah yang menjadi kunci komersial, karena mengandung kelenjar resin (lupulin) yang kaya akan senyawa pahit, minyak atsiri, dan polifenol. Proses pemanenan strobilus dilakukan pada akhir musim panas hingga awal musim gugur, tepat ketika kadar asam alfa mencapai puncaknya.
Tanaman merambat ini suka banget sama tempat yang punya banyak cahaya matahari dan tanah yang subur dengan drainase bagus. Biasanya ditemukan di daerah beriklim sedang di belahan bumi utara, sering tumbuh liar di tepi hutan atau semak belukar. Karakteristik/ciri-ciri Hop (Humulus lupulus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batang merambat yang kasar, punya rambut-rambut kecil (trikoma) yang bikin dia bisa memanjat ke atas dengan cara melilit searah jarum jam. |
| Daun | Daun berbentuk menjari (palmate) dengan 3 sampai 5 lobus, teksturnya agak kasar mirip amplas, dan pinggirannya bergerigi. |
| Bunga | Tanaman ini dioecious (bunga jantan dan betina terpisah di tanaman berbeda). Bunga betina berbentuk seperti kerucut atau 'strobile' yang punya kelenjar lupulin berwarna kuning di dalamnya. |
| Akar | Punya sistem akar rimpang (rhizome) yang kuat dan menjalar di dalam tanah, bikin tanaman ini bisa hidup menahun. |
| Buah | Buah yang sebenarnya adalah 'achene' kecil, tapi yang paling dicari adalah kelenjar resin pada bunga betinanya yang mengandung lupulin. |
7 Manfaat Hop untuk kesehatan.
Senyawa humulone dan lupulone dalam hop bertindak sebagai agonis parsial pada reseptor GABA-A, meningkatkan afinitas GABA dan mempotensiasi arus klorida, sehingga menimbulkan efek sedatif-hipnotik. Selain itu, 8-prenylnaringenin (8-PN) memodulasi subunit α1 dan β2 reseptor GABA-A.
Efek ansiolitik hop dimediasi oleh aktivasi reseptor GABA-A (α1 dan β2 subunit) serta inhibisi transporter GABA, meningkatkan konsentrasi GABA sinaptik. Ekstrak hop juga menurunkan aktivitas sumbu HPA dan mengurangi pelepasan kortisol.
Xanthohumol dan humulone menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, menekan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-1β, TNF-α, IL-6). Selain itu, senyawa ini menghambat aktivasi MAP kinase dan mengurangi degradasi kartilago melalui inhibisi metaloproteinase matriks (MMP-13).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Hop.
Interaksi & Kontraindikasi Hop dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Hop (Humulus lupulus) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan atau bir, namun penggunaan ekstrak atau suplemen hop dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi kantuk yang berlebihan, pusing, dan kelelahan karena adanya senyawa sedatif dalam tanaman ini, seperti 8-prenilnaringenin. Selain itu, pada beberapa individu, kontak langsung dengan tanaman hop saat dipanen atau diolah dapat menyebabkan dermatitis kontak alergika, iritasi kulit, serta reaksi alergi pernapasan seperti asma akibat serbuk sarinya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Hop.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Hop.