Hop

Hops | Humulus lupulus
Nama
Hop (Hops)
Nama Latin/Ilmiah
Humulus lupulus
Bagian Digunakan
Bunga Betina (kerucut)
Rasa
Pahit, floral, sitrus
Nama Lain
Hopfen (Jerman), houblon (Prancis), lúpulo (Spanyol), luppolo (Italia), hop (Belanda)
Asal
Eropa, Asia Barat, dan Amerika Utara
Kandungan Utama
Asam alfa, asam beta, minyak atsiri, dan xanthohumol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Hop

Humulus lupulus, yang lebih dikenal sebagai hops, adalah tanaman merambat tahunan dari famili Cannabaceae yang telah menjadi komoditas penting dalam industri pembuatan bir selama berabad-abad. Tanaman ini berasal dari kawasan beriklim sedang di Belahan Bumi Utara, termasuk Eropa, Asia Barat, dan Amerika Utara. Secara morfologi, hops memiliki batang bersulur yang dapat tumbuh hingga 7–10 meter, daun berbentuk menjari dengan tepi bergerigi, serta bunga betina berbentuk kerucut (cone) yang disebut strobilus. Bagian inilah yang menjadi kunci komersial, karena mengandung kelenjar resin (lupulin) yang kaya akan senyawa pahit, minyak atsiri, dan polifenol. Proses pemanenan strobilus dilakukan pada akhir musim panas hingga awal musim gugur, tepat ketika kadar asam alfa mencapai puncaknya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 31 Agu 2026 - 00:41:58
 

II. Ciri-ciri Hop

Tanaman merambat ini suka banget sama tempat yang punya banyak cahaya matahari dan tanah yang subur dengan drainase bagus. Biasanya ditemukan di daerah beriklim sedang di belahan bumi utara, sering tumbuh liar di tepi hutan atau semak belukar. Karakteristik/ciri-ciri Hop (Humulus lupulus):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batang merambat yang kasar, punya rambut-rambut kecil (trikoma) yang bikin dia bisa memanjat ke atas dengan cara melilit searah jarum jam.
Daun Daun berbentuk menjari (palmate) dengan 3 sampai 5 lobus, teksturnya agak kasar mirip amplas, dan pinggirannya bergerigi.
Bunga Tanaman ini dioecious (bunga jantan dan betina terpisah di tanaman berbeda). Bunga betina berbentuk seperti kerucut atau 'strobile' yang punya kelenjar lupulin berwarna kuning di dalamnya.
Akar Punya sistem akar rimpang (rhizome) yang kuat dan menjalar di dalam tanah, bikin tanaman ini bisa hidup menahun.
Buah Buah yang sebenarnya adalah 'achene' kecil, tapi yang paling dicari adalah kelenjar resin pada bunga betinanya yang mengandung lupulin.

III. Manfaat Hop

7 Manfaat Hop untuk kesehatan.

  1. Gangguan Tidur (Insomnia)

    Senyawa humulone dan lupulone dalam hop bertindak sebagai agonis parsial pada reseptor GABA-A, meningkatkan afinitas GABA dan mempotensiasi arus klorida, sehingga menimbulkan efek sedatif-hipnotik. Selain itu, 8-prenylnaringenin (8-PN) memodulasi subunit α1 dan β2 reseptor GABA-A.

    Senyawa Aktif: Humulone, Lupulone, 8-Prenylnaringenin
    Tampilkan
  2. Kecemasan Ringan

    Efek ansiolitik hop dimediasi oleh aktivasi reseptor GABA-A (α1 dan β2 subunit) serta inhibisi transporter GABA, meningkatkan konsentrasi GABA sinaptik. Ekstrak hop juga menurunkan aktivitas sumbu HPA dan mengurangi pelepasan kortisol.

    Senyawa Aktif: Humulone, Lupulone, Methylbutenol hop oil
    Tampilkan
  3. Osteoarthritis (Anti-inflamasi dan Analgesik)

    Xanthohumol dan humulone menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, menekan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-1β, TNF-α, IL-6). Selain itu, senyawa ini menghambat aktivasi MAP kinase dan mengurangi degradasi kartilago melalui inhibisi metaloproteinase matriks (MMP-13).

    Senyawa Aktif: Xanthohumol, Humulone, Isohumulone
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Hop

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Hop.

  1. Humulone (α-acid)

    Golongan: Bitter Acids (Phloroglucinol derivatives)
    Bagian Tanaman: Female inflorescences (cones/strobiles)
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedative, Antibakteri (Gram-positive), Antiinflammatory, And Potential Anticancer Activity Via NF-κB Inhibition. Limited Human Trials; Sedative Effects Observed In Small Studies..
    Tampilkan
  2. Lupulone (β-acid)

    Golongan: Bitter Acids (Phloroglucinol derivatives)
    Bagian Tanaman: Female inflorescences (cones/strobiles)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimicrobial (especially Against Gram-positive Bacteria), Antiinflammatory, And Antiproliferative In Vitro. No Established Human Clinical Trials..
    Tampilkan
  3. Xanthohumol

    Golongan: Prenylated Flavonoids
    Bagian Tanaman: Female inflorescences (cones/strobiles); also present in leaves and stems in lower amounts
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflammatory, Antikanker (inhibits Angiogenesis And Proliferation In Multiple Cancer Cell Lines), And Potential Chemopreventive. Limited Human Pharmacokinetic Studies; No Conclusive Efficacy Trials..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Hop

Interaksi & Kontraindikasi Hop dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi terhadap keluarga Cannabaceae (mis. birch, ragweed, hops)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hentikan penggunaan bila muncul gejala alergi seperti ruam, gatal, atau sesak napas. Konsultasikan dengan dokter alergi. (Sumber: Natural Medicines Professional Database)

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (mis. ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hops dapat menurunkan tekanan darah dan menambah efek obat antihipertensi. Monitor tekanan darah secara rutin dan waspadai gejala hipotensi. (Sumber: Natural Medicines, Drugs.com)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hops berpotensi menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah lebih ketat dan kenali gejala hipoglikemia jika digunakan bersamaan. (Sumber: Natural Medicines)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Hop

Hop (Humulus lupulus) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan atau bir, namun penggunaan ekstrak atau suplemen hop dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi kantuk yang berlebihan, pusing, dan kelelahan karena adanya senyawa sedatif dalam tanaman ini, seperti 8-prenilnaringenin. Selain itu, pada beberapa individu, kontak langsung dengan tanaman hop saat dipanen atau diolah dapat menyebabkan dermatitis kontak alergika, iritasi kulit, serta reaksi alergi pernapasan seperti asma akibat serbuk sarinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Hop

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Hop.

  1. Efek Hop (Humulus lupulus L.) terhadap Kualitas Tidur: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Hop secara signifikan memperbaiki skor kualitas tidur dan memperpendek latensi tidur dibandingkan plasebo. Efek paling jelas terlihat pada pemberian selama minimal 4 minggu.
    Tampilkan
  2. Efek Ekstrak Hop terhadap Kualitas Tidur pada Pekerja Shift: Uji Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak hop meningkatkan durasi tidur nyenyak dan mengurangi frekuensi terbangun setelah onset tidur. Efek ini diduga melalui mekanisme menenangkan sistem saraf pusat.
    Tampilkan
  3. Penggunaan 8-Prenilnaringenin dari Hop untuk Gejala Menopause: Meta-Analisis Uji Klinis

    Tahun: 2023
    Temuan:
    8-Prenilnaringenin signifikan menurunkan skor gejala menopause dan frekuensi hot flashes dibandingkan plasebo. Ukuran efek keseluruhan sedang dengan tolerabilitas yang baik.
    Tampilkan

VIII. FAQ Hop

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Hop.

Senyawa fitokimia apa saja yang terkandung dalam hops dan apa manfaatnya?
Hops mengandung asam pahit (humulone, lupulone, kolupulone), minyak atsiri (myrcene, humulene, caryophyllene), serta polifenol dan prenilflavonoid seperti xanthohumol dan 8-prenilnaringinin. Senyawa-senyawa ini dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan estrogenik pada tingkat seluler. Zanoli, P., & Zavatti, M. (2008). Pharmacognostic and pharmacological profile of Humulus lupulus L. Journal of Ethnopharmacology, 116(3), 383-396.
Bagaimana hops digunakan dalam kehidupan sehari-hari?
Bagian yang paling umum digunakan adalah bunga (strobili) kering. Secara tradisional dijadikan teh/seduhan, ekstrak cair, kapsul, dan tentu saja sebagai bahan utama penyedap bir. Namun, dosis herbal ini belum distandardisasi; jumlah yang dikonsumsi dalam bir umumnya jauh lebih kecil dibandingkan dosis ekstrak yang diteliti. Zanoli, P., & Zavatti, M. (2008). Pharmacognostic and pharmacological profile of Humulus lupulus L. Journal of Ethnopharmacology, 116(3), 383-396.
Apakah hops efektif untuk membantu mengatasi insomnia?
Ekstrak hop diketahui memiliki efek sedatif dan telah digunakan secara tradisional untuk gangguan tidur. Mekanismenya diduga melalui modulasi reseptor GABA-A. Meski demikian, bukti klinis pada manusia masih terbatas, terutama bila hop digunakan tunggal; beberapa penelitian menunjukkan manfaat saat dikombinasikan dengan valerian. Zanoli, P., & Zavatti, M. (2008). Pharmacognostic and pharmacological profile of Humulus lupulus L. Journal of Ethnopharmacology, 116(3), 383-396.
Apakah hops bermanfaat untuk meredakan gejala menopause?
Kandungan 8-prenilnaringinin dalam hop merupakan fitoestrogen yang cukup kuat, sehingga ekstrak hop dipelajari untuk mengurangi keluhan menopause seperti hot flashes. Namun hasil uji klinis belum konsisten; monografi EMA hanya menerima penggunaannya sebagai obat tradisional berdasarkan riwayat penggunaan, bukan klaim khasiat yang terbukti penuh. European Medicines Agency. (2014). Assessment report on Humulus lupulus L., flos. EMA/HMPC/573867/2014.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi hops?
Pada dosis normal, hops umumnya dianggap aman. Efek samping yang dilaporkan meliputi kantuk/sedasi, pusing, gangguan pencernaan, dan reaksi alergi pada kulit. Konsumsi ekstrak dosis tinggi dalam jangka panjang belum cukup diteliti keamanannya. Zanoli, P., & Zavatti, M. (2008). Pharmacognostic and pharmacological profile of Humulus lupulus L. Journal of Ethnopharmacology, 116(3), 383-396.
Bisakah hops berinteraksi dengan obat yang sedang dikonsumsi?
Karena sifat sedatifnya, hop dapat memperkuat efek obat penenang, antidepresan, ansiolitik, dan alkohol. Selain itu, senyawa hop dapat memengaruhi enzim sitokrom P450, sehingga berpotensi mengubah metabolisme obat lain. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan jika menggunakan obat-obatan. Zanoli, P., & Zavatti, M. (2008). Pharmacognostic and pharmacological profile of Humulus lupulus L. Journal of Ethnopharmacology, 116(3), 383-396.
Apakah aman mengonsumsi hops untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan hop selama kehamilan dan menyusui belum cukup didukung data ilmiah. Karena hop memiliki aktivitas fitoestrogenik dan dapat memengaruhi hormon, penggunaannya tidak dianjurkan pada ibu hamil dan menyusui. European Medicines Agency. (2014). Assessment report on Humulus lupulus L., flos. EMA/HMPC/573867/2014.
Apakah hops aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada bukti yang memadai mengenai keamanan dan dosis hop untuk bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, penggunaan hops untuk kelompok usia tersebut tidak disarankan. European Medicines Agency. (2014). Assessment report on Humulus lupulus L., flos. EMA/HMPC/573867/2014.
Apakah hops memiliki efek pada hormon reproduksi pria?
Hop mengandung 8-prenilnaringinin yang dikenal sebagai fitoestrogen paling kuat. Pada dosis tinggi, diduga dapat memengaruhi sumbu hormonal reproduksi, namun data klinis pada manusia masih sangat terbatas dan tidak cukup untuk menyimpulkan efek signifikan pada testosteron. Zanoli, P., & Zavatti, M. (2008). Pharmacognostic and pharmacological profile of Humulus lupulus L. Journal of Ethnopharmacology, 116(3), 383-396.

Mawar anjing

Rosa canina

Meadowsweet

Filipendula ulmaria

Cari: