Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Hop (Humulus lupulus L.) terhadap Kualitas Tidur: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    7 RCT dengan total 485 partisipan berusia 25–65 tahun yang memiliki keluhan tidur ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    Dosis setara 300–600 mg ekstrak hop terstandar per hari, diberikan 1–2 jam sebelum tidur selama 4–8 minggu.
    Temuan:
    Hop secara signifikan memperbaiki skor kualitas tidur dan memperpendek latensi tidur dibandingkan plasebo. Efek paling jelas terlihat pada pemberian selama minimal 4 minggu.
  2. Efek Ekstrak Hop terhadap Kualitas Tidur pada Pekerja Shift: Uji Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pekerja shift berusia 30–50 tahun (32 laki-laki dan 32 perempuan)
    Dosis/Durasi:
    400 mg ekstrak hop terstandar (mengandung 2 mg 8-prenilnaringenin) setiap malam sebelum tidur selama 6 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak hop meningkatkan durasi tidur nyenyak dan mengurangi frekuensi terbangun setelah onset tidur. Efek ini diduga melalui mekanisme menenangkan sistem saraf pusat.
  3. Penggunaan 8-Prenilnaringenin dari Hop untuk Gejala Menopause: Meta-Analisis Uji Klinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 RCT dengan total 382 wanita menopause atau pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    Dosis 1–5 mg 8-prenilnaringenin per hari selama 8–16 minggu.
    Temuan:
    8-Prenilnaringenin signifikan menurunkan skor gejala menopause dan frekuensi hot flashes dibandingkan plasebo. Ukuran efek keseluruhan sedang dengan tolerabilitas yang baik.
  4. Efek Ansiolitik Ekstrak Humulus lupulus pada Kecemasan Ringan: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    75 subjek dengan skor HADS-A 8–14 (kecemasan ringan), usia 20–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak hop terstandar tiga kali sehari selama 6 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak hop menurunkan skor kecemasan HADS-A dan STAI secara signifikan setelah 2 minggu intervensi. Tidak dilaporkan sedasi berlebihan atau efek samping berat.
  5. Efek Antimikroba Hop terhadap Bakteri Gram-Positif: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    31 studi in vitro, termasuk uji terhadap MRSA dan Streptococcus mutans
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi hambat minimum berkisar 1–128 µg/mL dengan paparan selama 24–48 jam.
    Temuan:
    Humulon dan lupulon dari hop menunjukkan aktivitas bakteriostatik dan bakterisid terhadap bakteri Gram-positif. Kombinasi dengan antibiotik beta-laktam menghasilkan efek sinergis.
  6. Suplementasi Ekstrak Hop pada Sindrom Metabolik: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    52 pasien sindrom metabolik berusia 35–65 tahun (28 laki-laki dan 24 perempuan)
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak hop kaya xanthohumol (mengandung 6 mg xanthohumol) sekali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak hop selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan tekanan darah sistolik. Penanda inflamasi hs-CRP juga menurun secara signifikan.
  7. Ekstrak Hop Menurunkan Stres Oksidatif pada Lansia: Uji Klinis Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 lansia sehat berusia ≥60 tahun
    Dosis/Durasi:
    250 mg ekstrak hop (mengandung 2 mg xanthohumol) dua kali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak hop meningkatkan kapasitas antioksidan plasma dan menurunkan penanda stres oksidatif MDA setelah 8 minggu. Parameter fungsi hati dan ginjal tetap normal selama intervensi.

Advertisement


Cari: