Cleavers

Goosegrass | Galium aparine
Nama
Cleavers (Goosegrass)
Nama Latin/Ilmiah
Galium aparine
Bagian Digunakan
Daun, Batang Muda, dan Biji
Rasa
Pahit
Nama Lain
Stickyweed (United States), catchweed (Canada), klebkraut (Germany), grateron (France)
Asal
Eropa, Afrika Utara, dan Asia
Kandungan Utama
Asperuloside, iridoid glikosida, flavonoid, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cleavers

Cleavers (Galium aparine), yang juga dikenal sebagai tanaman tempel atau goosegrass, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Rubiaceae. Tanaman ini mudah dikenali dari batangnya yang bersegi empat dan ditutupi oleh rambut-rambut kecil yang melengkung ke belakang, memberikan tekstur yang lengket dan kasar. Daunnya tersusun dalam lingkaran (whorls) sebanyak 6–8 helai di setiap buku, berbentuk lanset hingga linear, dengan ujung meruncing. Ciri paling khas adalah buahnya yang kecil, berbentuk seperti kancing, dan tertutup oleh rambut kait (glochids) yang membuatnya mudah menempel pada pakaian atau bulu hewan sebagai mekanisme penyebaran biji.

Baca Lebih Lanjut
Update: 31 Agu 2026 - 12:42:10
 

II. Ciri-ciri Cleavers

Tumbuh subur di area yang lembap, seperti semak belukar, tepi hutan, lahan pertanian, hingga kebun rumah. Tanaman ini dikenal sebagai 'tumbuhan pengganggu' yang merambat dan menempel pada tanaman lain. Karakteristik/ciri-ciri Cleavers (Galium aparine):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Berbentuk persegi (segi empat), punya duri-duri kecil yang melengkung ke bawah, dan bisa tumbuh cukup panjang dengan cara merambat.
Daun Tumbuh melingkar (whorled) di sekeliling batang, biasanya berjumlah 6 sampai 8 helai per buku, berbentuk panjang lancip, dan punya bulu kasar di permukaannya.
Bunga Berukuran kecil, berwarna putih, punya 4 kelopak, dan muncul dalam kelompok kecil di ketiak daun.
Buah Berupa biji bulat kecil yang ditutupi rambut-rambut kait lengket, fungsinya supaya mudah menempel di bulu hewan atau pakaian manusia agar bisa menyebar.
Sistem Perakaran Akar tunggang yang cukup dangkal dan menyebar, membuatnya mudah dicabut meskipun punya daya tahan hidup yang kuat.

III. Manfaat Cleavers

6 Manfaat Cleavers untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Edema dan Nyeri Sendi

    Penghambatan aktivasi jalur NF-κB dan penurunan ekspresi COX-2 serta produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) melalui modulasi jalur MAPK. Senyawa iridoid seperti asperuloside menghambat fosforilasi p38 dan ERK1/2, sementara flavonoid quercetin menekan aktivitas lipoksigenase.

    Senyawa Aktif: Asperuloside, Kuersetin, Monotropein
    Tampilkan
  2. Diuretik dan Pembersih Saluran Kemih

    Peningkatan ekskresi natrium dan klorida melalui inhibisi kotransporter Na+-K+-2Cl- di segmen asenden Henle, serta peningkatan aliran darah ginjal akibat efek vasodilatasi dari flavonoid dan kalium organik.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Kuersetin, Kalium sitrat
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Penangkal Radikal Bebas

    Donasi elektron dari gugus hidroksil fenolik flavonoid dan asam fenolat untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), mengaktifkan enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Keap1/Nrf2.

    Senyawa Aktif: Quercetin-3-O-glukosida, Asam Klorogenat, Kaempferol-3-O-rutinosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Cleavers

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cleavers.

  1. Asperuloside

    Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Herba (seluruh bagian)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Antipiretik, Dan Laksatif Ringan.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antikanker, Protektif Kardiovaskular.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Neuroprotektif, Dan Antimikroba.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cleavers

Interaksi & Kontraindikasi Cleavers dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi suplemen zat besi atau makanan kaya zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin pada cleavers dapat mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya. Konsumsilah cleavers dengan jarak minimal 2 jam dari suplemen zat besi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, golongan diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik cleavers dapat meningkatkan efek obat antihipertensi dan berisiko menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Pantau tekanan darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

  3. Diuretik lain (furosemid, hidroklorotiazid, spironolakton)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Penggunaan bersamaan dapat menyebabkan diuresis berlebihan, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit terutama hipokalemia. Hindari kombinasi ini dan pantau kadar elektrolit jika tetap digunakan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Cleavers

Cleavers (Galium aparine) adalah tanaman liar yang secara tradisional digunakan dalam pengobatan herbal sebagai agen diuretik, pembersih limfatik, dan untuk mengatasi masalah kulit ringan. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat, penggunaan tanaman ini tetap berpotensi menimbulkan efek samping, terutama pada individu yang sensitif. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan kontak fisik langsung dengan tanaman mentah. Bulu-bulu halus dan kecil (hooked hairs) yang menutupi batang dan daun Galium aparine dapat menyebabkan iritasi mekanis pada kulit, memicu dermatitis kontak, kemerahan, atau rasa gatal yang hebat bagi mereka yang memegang atau menyentuhnya tanpa perlindungan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Cleavers

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Cleavers.

  1. Efek Antiurolitiasis Ekstrak Hidroalkohol Galium aparine terhadap Batu Ginjal Oksalat Kalsium pada Tikus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Galium aparine menurunkan ekskresi kalsium dan oksalat urin serta mengurangi jumlah dan ukuran kristal kalsium oksalat di ginjal. Dosis tertinggi menunjukkan efek preventif yang sebanding dengan kalium sitrat sebagai obat standar.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antiproliferatif dan Apoptosis Ekstrak Metanol Galium aparine pada Sel Kanker Payudara MCF-7 dan MDA-MB-231

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak metanol menghambat proliferasi sel kanker payudara secara bergantung waktu dan dosis, serta meningkatkan apoptosis dengan menaikkan rasio Bax/Bcl-2. Ekstrak relatif tidak toksik terhadap sel normal MCF-10A.
    Tampilkan
  3. Profil Fitokimia serta Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Galium aparine

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Kandungan fenolik dan flavonoid total berhubungan dengan aktivitas penangkal radikal DPPH dan ABTS yang tinggi. Ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dengan efek paling kuat pada bakteri Gram-positif.
    Tampilkan

VIII. FAQ Cleavers

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cleavers.

Apa saja kandungan fitokimia utama cleavers (Galium aparine)?
Cleavers mengandung iridoid glikosida, terutama asperuloside dan monotropein, bersama dengan flavonoid seperti quercetin dan kaempferol, asam fenolik, tanin, serta kumarin. Kandungan ini diduga berperan dalam efek antioksidan, antiinflamasi, dan diuretiknya. (Duke, Handbook of Medicinal Herbs, 2003; Barnes et al., Herbal Medicines, 2007)
Bagaimana cara konsumsi cleavers dalam penggunaan sehari-hari?
Bagian herba kering dapat diseduh sebagai teh dengan takaran sekitar 2–4 gram per 150 ml air panas, diminum 1–3 kali sehari. Tingtur atau ekstrak cair juga umum digunakan, tetapi dosisnya perlu disesuaikan dengan produk dan pengawasan ahli herbal. Penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan secara terputus, misalnya 2–3 minggu, untuk menghindari efek diuretik yang berlebihan. (Mills & Bone, Principles and Practice of Phytotherapy, 2000)
Apakah cleavers efektif digunakan sebagai diuretik?
Secara tradisional cleavers dikenal sebagai diuretik ringan. Beberapa penelitian fitokimia menunjukkan kandungan iridoid dan flavonoid dapat meningkatkan ekskresi air dan natrium, tetapi uji klinis pada manusia masih terbatas. Oleh karena itu, cleavers tidak dapat disetarakan dengan obat diuretik standar dan sebaiknya hanya digunakan sebagai dukungan herbal di bawah pengawasan tenaga kesehatan. (Mills & Bone, Principles and Practice of Phytotherapy, 2000)
Apakah cleavers bermanfaat untuk mengatasi infeksi saluran kemih?
Cleavers sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi infeksi saluran kemih karena efek diuretiknya yang dapat membantu 'membilas' saluran kemih. Namun, tidak ada bukti klinis yang cukup untuk menggantikan antibiotik. Jika dicurigai infeksi saluran kemih, diperlukan diagnosis dan penanganan medis. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Bagaimana penggunaan cleavers untuk masalah kulit seperti eksim atau psoriasis?
Dalam pengobatan herbal tradisional, rebusan atau kompres air cleavers digunakan untuk menenangkan kulit pada eksim, psoriasis, dan jerawat. Kandungan tanin dan asam fenolik dianggap memberikan efek antiinflamasi dan astringen. Namun, lakukan uji tempel pada kulit terlebih dahulu karena sebagian orang sensitif dan dapat mengalami dermatitis kontak. (Bisset & Wichtl, Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals, 2001)
Apakah cleavers aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan cleavers pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Karena efeknya yang dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit, serta belum diketahui ekskresinya melalui ASI, penggunaannya tidak disarankan tanpa persetujuan dokter. Pemberian oral pada kondisi ini sebaiknya dihindari. (Mills & Bone, Principles and Practice of Phytotherapy, 2000; Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Bolehkah cleavers diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Belum ada data ilmiah yang cukup untuk menentukan keamanan dan dosis cleavers pada bayi dan anak-anak. Penggunaan oral pada kelompok usia ini tidak disarankan kecuali di bawah pengawasan praktisi kesehatan yang berpengalaman. Untuk penggunaan topikal sederhana, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak. (Barnes et al., Herbal Medicines, 2007)
Apa efek samping dan interaksi obat yang perlu diwaspadai dari cleavers?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, mual, atau diare. Efek diuretiknya dapat menurunkan kadar kalium, sehingga berisiko hipokalemia jika dikombinasikan dengan obat diuretik lain atau kortikosteroid. Karena itu, pengguna obat tekanan darah, obat jantung, atau pasien gangguan ginjal harus berhati-hati dan berkonsultasi terlebih dahulu. (Williamson, Potter's Herbal Cyclopedia, 2013)
Apakah cleavers dapat membantu melarutkan batu ginjal?
Secara tradisional cleavers digunakan untuk mendukung pengeluaran batu ginjal karena efek diuretik dan 'pembersih' saluran kemih. Namun, tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa tumbuhan ini dapat melarutkan batu ginjal. Batu ginjal memerlukan penanganan medis yang sesuai, dan penggunaan cleavers hanya dapat dianggap sebagai terapi pendukung bila disetujui dokter. (Duke, Handbook of Medicinal Herbs, 2003)
Apa bentuk sediaan cleavers yang paling umum digunakan?
Bentuk sediaan yang umum adalah teh herba kering, tingtur, ekstrak cair, kapsul, dan jus dari herba segar. Jus segar sering digunakan dalam praktik herbal tradisonal untuk dukungan detoksifikasi dan kesehatan saluran kemih. Pilihlah produk yang sudah terstandarisasi dan ikuti petunjuk dosis pada label. (Barnes et al., Herbal Medicines, 2007)

Meadowsweet

Filipendula ulmaria

Self-Heal

Prunella vulgaris

Cari: