Advertisement
Cleavers (Galium aparine), yang juga dikenal sebagai tanaman tempel atau goosegrass, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Rubiaceae. Tanaman ini mudah dikenali dari batangnya yang bersegi empat dan ditutupi oleh rambut-rambut kecil yang melengkung ke belakang, memberikan tekstur yang lengket dan kasar. Daunnya tersusun dalam lingkaran (whorls) sebanyak 6–8 helai di setiap buku, berbentuk lanset hingga linear, dengan ujung meruncing. Ciri paling khas adalah buahnya yang kecil, berbentuk seperti kancing, dan tertutup oleh rambut kait (glochids) yang membuatnya mudah menempel pada pakaian atau bulu hewan sebagai mekanisme penyebaran biji.
Advertisement
Tanaman ini tumbuh subur di daerah beriklim sedang hingga subtropis, sering ditemukan di tepi hutan, semak belukar, lahan pertanian, dan area terganggu. Galium aparine memiliki kemampuan memanjat dengan cepat menggunakan batangnya yang lentur dan rambut perekat, sehingga sering kali membentuk gulma yang invasif di kebun atau ladang. Meskipun dianggap sebagai gulma, cleavers memiliki nilai ekologis sebagai sumber makanan bagi beberapa serangga dan burung. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini digunakan untuk meredakan peradangan, membersihkan getah bening, dan diuretik ringan, meskipun perlu penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi klaim tersebut.
Reproduksi cleavers terjadi secara seksual melalui biji yang tersebar secara epizoochory, yakni dengan menempel pada hewan atau manusia. Satu tanaman dapat menghasilkan ratusan biji yang tetap viabel di dalam tanah selama beberapa tahun. Strategi penyebaran ini sangat efektif sehingga Galium aparine dapat dengan cepat mengkolonisasi area baru. Selain itu, tanaman ini juga mampu beregenerasi dari fragmen batang jika kondisi lembab, menambah sifat invasifnya. Meskipun demikian, daun mudanya dapat dimakan setelah dimasak dan sering ditambahkan ke dalam salad atau sup di beberapa budaya, memberikan rasa segar dan kaya akan nutrisi seperti vitamin C dan flavonoid.
Manfaat Cleavers untuk kesehatan.
Penghambatan aktivasi jalur NF-κB dan penurunan ekspresi COX-2 serta produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) melalui modulasi jalur MAPK. Senyawa iridoid seperti asperuloside menghambat fosforilasi p38 dan ERK1/2, sementara flavonoid quercetin menekan aktivitas lipoksigenase.
Peningkatan ekskresi natrium dan klorida melalui inhibisi kotransporter Na+-K+-2Cl- di segmen asenden Henle, serta peningkatan aliran darah ginjal akibat efek vasodilatasi dari flavonoid dan kalium organik.
Donasi elektron dari gugus hidroksil fenolik flavonoid dan asam fenolat untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), mengaktifkan enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Keap1/Nrf2.
Gangguan integritas membran bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer dan inhibisi sintesis protein ribosom, serta pengkelatan ion besi yang esensial bagi pertumbuhan mikroba. Iridoid asperuloside menginhibisi enzim sortase A pada Staphylococcus aureus.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cleavers.