Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Filipendula ulmaria pada Model Tikus dengan Artritis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi artritis menggunakan Freund's complete adjuvant
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB/hari, diberikan oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak etanol meadowsweet dosis 200 mg/kg BB secara signifikan mengurangi edema sendi dan kadar TNF-α serta IL-1β dibandingkan kontrol. Efeknya sebanding dengan deksametason tanpa menyebabkan kerusakan mukosa lambung.
  2. Penilaian Toksisitas Subkronis dan Keamanan Ekstrak Filipendula ulmaria pada Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley terdiri atas jantan dan betina yang dibagi dalam empat kelompok dosis
    Dosis/Durasi:
    0, 250, 500, dan 1000 mg/kg BB/hari, oral selama 90 hari.
    Temuan:
    Tidak ditemukan kematian atau perubahan hematologi dan biokimia yang bermakna pada dosis hingga 1000 mg/kg/hari. Nilai NOAEL ditetapkan sebesar 500 mg/kg/hari pada kedua jenis kelamin.
  3. Potensi Ekstrak Filipendula ulmaria sebagai Antikanker Kolorektal melalui Aktivitas Apoptosis pada Sel HT-29

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HT-29 (kanker kolorektal manusia) dan sel CCD-18Co (fibroblas normal)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–200 µg/mL selama 48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak metanol F. ulmaria menghambat proliferasi sel HT-29 dengan IC50 45,2 µg/mL dan meningkatkan aktivasi kaspase-3 serta penghentian siklus sel pada fase G1. Sel normal tidak terpengaruh pada konsentrasi yang sama.
  4. Efek Fraksi Polifenol Filipendula ulmaria terhadap Aktivitas Enzim Siklooksigenase-2 dan Lipoksigenase

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Enzim COX-2 dan 15-LOX manusia pada uji biokimia
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–100 µg/mL dengan prainkubasi 30 menit.
    Temuan:
    Fraksi polifenol F. ulmaria menghambat COX-2 dan 15-LOX dengan nilai IC50 berturut-turut 18,3 µg/mL dan 23,7 µg/mL. Fraksi flavonoid lebih selektif terhadap COX-2 dibandingkan aspirin tanpa penghambatan signifikan pada COX-1.
  5. Tinjauan Sistematis Efektivitas Filipendula ulmaria pada Nyeri dan Inflamasi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    14 studi yang meliputi uji eksperimental dan uji klinis dengan total 892 subjek
    Dosis/Durasi:
    Tidak dapat ditetapkan karena variasi dosis dan durasi antar studi.
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menunjukkan bahwa ekstrak F. ulmaria memiliki efek analgesik dan antiinflamasi pada berbagai model penyakit. Namun, sebagian besar bukti berasal dari studi hewan dan in vitro sehingga uji klinis pada manusia masih diperlukan.
  6. Efek Modulasi Ekstrak Filipendula ulmaria terhadap Stres Oksidatif dan Sitokin Inflamasi pada Sel Mononuklear Darah Manusia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel mononuklear darah perifer (PBMC) yang diperoleh dari 12 donor sehat
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak air F. ulmaria menurunkan produksi spesies oksigen reaktif serta sekresi TNF-α dan IL-6 pada sel yang dipapar LPS. Efek sitotoksik tidak teramati pada konsentrasi di bawah 100 µg/mL.
  7. Uji Klinis Acak Terkontrol: Efek Teh Filipendula ulmaria terhadap Nyeri Sendi pada Pasien Osteoartritis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    54 pasien osteoartritis lutut ringan-sedang berusia 45–75 tahun
    Dosis/Durasi:
    Infus 1,5 g bunga kering dalam 200 mL air, dua kali sehari, selama 8 minggu.
    Temuan:
    Konsumsi teh F. ulmaria dua kali sehari selama 8 minggu menurunkan skor nyeri WOMAC sebesar 32% dan kadar hs-CRP secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak terdapat perbedaan efek samping bermakna antara kelompok teh dan plasebo.
  8. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Filipendula ulmaria terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Kulit

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur klinis Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan Pseudomonas aeruginosa
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,0625–4 mg/mL selama 24 jam inkubasi.
    Temuan:
    Ekstrak etanol F. ulmaria menunjukkan aktivitas antibakteri dengan nilai MIC 0,25–1,0 mg/mL dan bersifat bakterisidal terhadap MRSA. Kombinasi dengan gentamisin menunjukkan efek sinergis terhadap sebagian besar isolat.

Advertisement


Cari: