Advertisement
Creeping Thyme, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Thymus serpyllum, adalah tanaman herbal abadi yang berasal dari keluarga Lamiaceae. Tumbuh merambat rendah dengan ketinggian hanya 5–10 cm, tanaman ini membentuk karpet hijau yang lebat dan harum. Daunnya kecil, berbentuk oval, dan berwarna hijau keabu-abuan, sementara bunganya yang berwarna ungu, merah muda, atau putih mekar di musim panas, menarik perhatian lebah dan kupu-kupu. Karena sifatnya yang tahan kekeringan dan tidak memerlukan perawatan intensif, tanaman ini sering dijadikan penutup tanah dekoratif di taman batu, celah paving, atau area yang sulit ditumbuhi rumput.
8 Manfaat Creeping Thyme untuk kesehatan.
Ekstrak dan minyak atsiri Thymus serpyllum menekan aktivasi NF-κB dan MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, dan sintesis PGE2. Timol dan karvakrol menangkap radikal bebas dan menghambat lipooksigenase; asam rosmarinat menghambat siklooksigenase dan lipooksigenase. Efek analgesik diduga terkait modulasi TRPV1 dan penurunan mediator nyeri perifer.
Timol dan karvakrol berakumulasi pada membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran K+, ATP, serta makromolekul; pada jamur berinteraksi dengan ergosterol membran. p-simena meningkatkan kelarutan dan partisi timol/karvakrol dalam membran.
Senyawa fenolik mendonorkan atom hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroksidase; menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Creeping Thyme.