Advertisement
Creeping Thyme, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Thymus serpyllum, adalah tanaman herbal abadi yang berasal dari keluarga Lamiaceae. Tumbuh merambat rendah dengan ketinggian hanya 5–10 cm, tanaman ini membentuk karpet hijau yang lebat dan harum. Daunnya kecil, berbentuk oval, dan berwarna hijau keabu-abuan, sementara bunganya yang berwarna ungu, merah muda, atau putih mekar di musim panas, menarik perhatian lebah dan kupu-kupu. Karena sifatnya yang tahan kekeringan dan tidak memerlukan perawatan intensif, tanaman ini sering dijadikan penutup tanah dekoratif di taman batu, celah paving, atau area yang sulit ditumbuhi rumput.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang terbuka dan kena sinar matahari penuh. Biasanya tumbuh di tanah berbatu, padang rumput yang kering, atau lereng pegunungan. Dia cukup tangguh dan bisa tumbuh di tanah yang kurang subur. Karakteristik/ciri-ciri Creeping Thyme (Thymus serpyllum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Tanaman herba yang merambat atau tumbuh rendah di permukaan tanah (ground cover). |
| Batang | Batangnya ramping, berkayu di bagian pangkal, dan sering kali membentuk akar saat menyentuh tanah. |
| Daun | Daunnya berukuran kecil, berbentuk bulat telur atau lonjong, berwarna hijau tua, dan punya tekstur agak kaku. Kalau diremas, aromanya wangi banget karena kandungan minyak atsiri. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berkelompok, dan biasanya berwarna ungu muda hingga merah muda. Muncul di ujung batang saat musim panas. |
| Perakaran | Sistem perakarannya cenderung dangkal tapi menyebar luas untuk menjaga posisi tanaman tetap menempel di tanah. |
8 Manfaat Creeping Thyme untuk kesehatan.
Ekstrak dan minyak atsiri Thymus serpyllum menekan aktivasi NF-κB dan MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, dan sintesis PGE2. Timol dan karvakrol menangkap radikal bebas dan menghambat lipooksigenase; asam rosmarinat menghambat siklooksigenase dan lipooksigenase. Efek analgesik diduga terkait modulasi TRPV1 dan penurunan mediator nyeri perifer.
Timol dan karvakrol berakumulasi pada membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran K+, ATP, serta makromolekul; pada jamur berinteraksi dengan ergosterol membran. p-simena meningkatkan kelarutan dan partisi timol/karvakrol dalam membran.
Senyawa fenolik mendonorkan atom hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroksidase; menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Creeping Thyme.
Interaksi & Kontraindikasi Creeping Thyme dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Creeping Thyme (Thymus serpyllum) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, penggunaan ekstrak atau minyak esensialnya dalam dosis tinggi atau konsentrasi pekat dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Beberapa individu melaporkan gejala seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan diare akibat iritasi mukosa lambung oleh senyawa aktif thymol dan carvacrol yang terkandung di dalamnya. Reaksi alergi juga dapat terjadi, baik melalui kontak langsung pada kulit berupa dermatitis kontak maupun secara sistemik pada orang yang sensitif terhadap famili tanaman Lamiaceae (mint).
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Creeping Thyme.