Creeping Thyme

Thymus serpyllum
Nama
Creeping Thyme
Nama Latin/Ilmiah
Thymus serpyllum
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Thyme, mint, & lemon
Nama Lain
Wild thyme (Inggris), Serpolet (Prancis), Quendel (Jerman), Serpol (Spanyol), Serpillo (Italia)
Asal
Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara.
Kandungan Utama
Timol, karvakrol, p-simen, gamma-terpinene, linalool

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Creeping Thyme

Creeping Thyme, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Thymus serpyllum, adalah tanaman herbal abadi yang berasal dari keluarga Lamiaceae. Tumbuh merambat rendah dengan ketinggian hanya 5–10 cm, tanaman ini membentuk karpet hijau yang lebat dan harum. Daunnya kecil, berbentuk oval, dan berwarna hijau keabu-abuan, sementara bunganya yang berwarna ungu, merah muda, atau putih mekar di musim panas, menarik perhatian lebah dan kupu-kupu. Karena sifatnya yang tahan kekeringan dan tidak memerlukan perawatan intensif, tanaman ini sering dijadikan penutup tanah dekoratif di taman batu, celah paving, atau area yang sulit ditumbuhi rumput.

Baca Lebih Lanjut
Update: 22 Agu 2026 - 09:00:04
 

II. Ciri-ciri Creeping Thyme

Tanaman ini suka banget sama tempat yang terbuka dan kena sinar matahari penuh. Biasanya tumbuh di tanah berbatu, padang rumput yang kering, atau lereng pegunungan. Dia cukup tangguh dan bisa tumbuh di tanah yang kurang subur. Karakteristik/ciri-ciri Creeping Thyme (Thymus serpyllum):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Tanaman herba yang merambat atau tumbuh rendah di permukaan tanah (ground cover).
Batang Batangnya ramping, berkayu di bagian pangkal, dan sering kali membentuk akar saat menyentuh tanah.
Daun Daunnya berukuran kecil, berbentuk bulat telur atau lonjong, berwarna hijau tua, dan punya tekstur agak kaku. Kalau diremas, aromanya wangi banget karena kandungan minyak atsiri.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berkelompok, dan biasanya berwarna ungu muda hingga merah muda. Muncul di ujung batang saat musim panas.
Perakaran Sistem perakarannya cenderung dangkal tapi menyebar luas untuk menjaga posisi tanaman tetap menempel di tanah.

III. Manfaat Creeping Thyme

8 Manfaat Creeping Thyme untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik

    Ekstrak dan minyak atsiri Thymus serpyllum menekan aktivasi NF-κB dan MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, dan sintesis PGE2. Timol dan karvakrol menangkap radikal bebas dan menghambat lipooksigenase; asam rosmarinat menghambat siklooksigenase dan lipooksigenase. Efek analgesik diduga terkait modulasi TRPV1 dan penurunan mediator nyeri perifer.

    Senyawa Aktif: Timol, Karvakrol, Asam Rosmarinat
    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Timol dan karvakrol berakumulasi pada membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran K+, ATP, serta makromolekul; pada jamur berinteraksi dengan ergosterol membran. p-simena meningkatkan kelarutan dan partisi timol/karvakrol dalam membran.

    Senyawa Aktif: Timol, Karvakrol, p-simena
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa fenolik mendonorkan atom hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroksidase; menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Timol, Asam Rosmarinat, Luteolin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Creeping Thyme

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Creeping Thyme.

  1. Golongan: Terpenoid (monoterpen fenol)
    Bagian Tanaman: Herba berbunga (daun, batang, bunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antijamur, Antioksidan, Antiseptik; Bermanfaat Pada Infeksi Saluran Napas Dan Infeksi Kulit Ringan..
    Tampilkan
  2. Karvakrol (carvacrol)

    Golongan: Terpenoid (monoterpen fenol)
    Bagian Tanaman: Herba berbunga (daun, batang, bunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antijamur, Antibiofilm, Antiinflamasi, Dan Antioksidan..
    Tampilkan
  3. p-Simene (p-cymene)

    Golongan: Terpenoid (monoterpen hidrokarbon aromatik)
    Bagian Tanaman: Herba berbunga (daun, batang, bunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi Ringan; Sering Bekerja Sinergis Dengan Timol/karvakrol Dalam Meningkatkan Aktivitas Antimikroba..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Creeping Thyme

Interaksi & Kontraindikasi Creeping Thyme dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi thyme dan suplemen zat besi dengan jarak minimal 2 jam karena tanin dalam thyme dapat mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat yang dimetabolisme melalui enzim CYP3A4 (misalnya simvastatin, midazolam)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsultasikan dengan dokter jika menggunakan thyme dalam dosis tinggi atau minyak atsiri karena berpotensi menghambat enzim CYP3A4, meskipun data klinis masih terbatas.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (misalnya ACE inhibitor, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara rutin dan konsultasikan dengan dokter karena thyme memiliki efek hipotensi ringan yang dapat meningkatkan efek obat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Creeping Thyme

Creeping Thyme (Thymus serpyllum) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, penggunaan ekstrak atau minyak esensialnya dalam dosis tinggi atau konsentrasi pekat dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Beberapa individu melaporkan gejala seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan diare akibat iritasi mukosa lambung oleh senyawa aktif thymol dan carvacrol yang terkandung di dalamnya. Reaksi alergi juga dapat terjadi, baik melalui kontak langsung pada kulit berupa dermatitis kontak maupun secara sistemik pada orang yang sensitif terhadap famili tanaman Lamiaceae (mint).

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Creeping Thyme

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Creeping Thyme.

Apa kandungan utama dan senyawa bioaktif dari Creeping Thyme?
Creeping thyme (Thymus serpyllum) mengandung minyak atsiri dengan komponen dominan timol dan karvakrol, serta p-simen, gamma-terpinena, flavonoid, dan asam fenolik. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Data ini sesuai dengan European Medicines Agency (EMA), Community herbal monograph on Thymus serpyllum L., herba.
Bagaimana cara membuat dan mengonsumsi Creeping Thyme sebagai teh herbal?
Infusa dibuat dengan menuangkan 150-250 ml air mendidih ke atas 1-2 g herba kering, kemudian ditutup dan disaring setelah 5-10 menit. Minum hangat 2-3 kali sehari untuk meredakan batuk atau gangguan pencernaan ringan. Cara ini mengikuti praktik pengobatan tradisional yang dirujuk oleh European Medicines Agency (EMA), Community herbal monograph on Thymus serpyllum L., herba.
Apakah Creeping Thyme efektif untuk meredakan batuk?
Secara tradisional, Creeping Thyme digunakan untuk meredakan batuk dan bronkitis ringan karena memiliki efek ekspektoran dan antispasmodik. European Medicines Agency (EMA) menganggap penggunaan ini masuk dalam kategori traditional use berdasarkan data farmakologi dan pengalaman jangka panjang, tetapi bukti klinis modern pada manusia masih terbatas.
Apa efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Creeping Thyme?
Pada dosis teh herbal, Creeping Thyme umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, sebagian orang dapat mengalami mual, mulas, atau reaksi alergi kulit. Minyak atsiri thyme murni bersifat mengiritasi; Tisserand, R., & Young, R. (2014). Essential Oil Safety menyebutkan bahwa timol dan karvakrol dapat menyebabkan iritasi kulit serta selaput lendir dan tidak boleh digunakan pada kulit yang rusak.
Apakah Creeping Thyme aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada data ilmiah yang cukup untuk mendukung keamanan penggunaan Creeping Thyme dalam dosis obat selama kehamilan dan menyusui. Jumlah yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan masih dianggap aman, tetapi dosis tinggi atau minyak esensial sebaiknya dihindari. Tisserand, R., & Young, R. (2014). Essential Oil Safety menyarankan agar minyak thyme yang kaya timol dan karvakrol dihindari selama kehamilan dan menyusui.
Apakah Creeping Thyme aman untuk bayi dan anak-anak?
Minyak esensial thyme tidak boleh digunakan pada bayi dan anak kecil karena dapat menyebabkan iritasi saluran napas dan bronkospasme, terutama jika digunakan di sekitar wajah. Penggunaan teh herbal pada anak sebaiknya dilakukan hanya di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Peringatan ini mengacu pada Tisserand, R., & Young, R. (2014). Essential Oil Safety dan European Medicines Agency (EMA), Community herbal monograph on Thymus serpyllum L., herba.
Apakah Creeping Thyme dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Data interaksi obat spesifik masih terbatas. Namun, secara teoretis timol dan flavonoid dapat memengaruhi enzim sitokrom P450 sehingga berpotensi mengubah metabolisme obat tertentu. Minyak thyme juga dapat menghambat agregasi platelet, sehingga risiko perdarahan dapat meningkat pada pasien yang menggunakan antikoagulan seperti warfarin. Williamson, E., Driver, S., & Baxter, K. (2013). Stockley's Herbal Medicines Interactions menekankan pentingnya konsultasi tenaga kesehatan sebelum penggunaan herbal ini bersamaan dengan obat-obatan.
Apakah Creeping Thyme memiliki aktivitas antibakteri yang bermanfaat bagi kesehatan?
Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa minyak atsiri Creeping Thyme memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terutama karena kandungan timol dan karvakrol. Meski demikian, hasil in vitro tidak dapat langsung disetarakan dengan efektivitas klinis dan tidak boleh menggantikan antibiotik yang diresepkan. Pandangan ini didukung oleh Nazzaro, F., et al. (2013). Effect of Essential Oils on Pathogenic Bacteria, Pharmaceuticals.

Lemon Thyme

Thymus citriodorus

Golden Oregano

Origanum vulgare 'Aureum'

Cari: