Advertisement
Osha Root atau Ligusticum porteri merupakan tumbuhan herbal abadi yang termasuk dalam famili Apiaceae, berasal dari pegunungan Rocky dan daerah dataran tinggi Amerika Utara bagian barat. Tumbuhan ini sering disebut sebagai "akar beruang" karena beruang diketahui menggali akarnya untuk dikonsumsi setelah hibernasi. Secara morfologi, Ligusticum porteri memiliki daun yang mirip peterseli, batang yang kokoh, serta bunga majemuk berwarna putih atau kekuningan. Akarnya yang tebal, beraroma kuat seperti seledri atau kamper, menjadi bagian yang paling bernilai dalam pengobatan tradisional.
Advertisement
Kandungan kimia utama dalam akar osha meliputi senyawa volatil seperti ligustilide, terpenoid, kumarin, serta minyak atsiri yang memberikan efek antivirus, antibakteri, dan antiinflamasi. Dalam praktik pengobatan herbal, akar ini sering digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, bronkitis, dan asma. Masyarakat asli Amerika juga memanfaatkannya untuk meningkatkan sirkulasi darah, meredakan sakit tenggorokan, serta sebagai tonik untuk memperkuat sistem imun. Konsumsi umumnya dalam bentuk teh, tingtur, atau kapsul, dan sering dikombinasikan dengan madu atau jahe untuk meningkatkan rasa dan efek sinergisnya.
Meskipun bermanfaat, penggunaan osha root perlu dilakukan dengan hati-hati karena spesies ini termasuk tumbuhan yang dilindungi dan tergolong langka akibat eksploitasi berlebihan. Beberapa sumber menyarankan agar hanya memanen akar dari populasi liar yang sehat, atau menggunakan pengganti seperti akar eloe (Ligusticum porteri varietas lain) untuk menjaga keberlanjutan. Ibu hamil, penderita tekanan darah tinggi, atau orang dengan gangguan ginjal sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya. Dengan pemanfaatan yang bijak dan pengetahuan yang memadai, Ligusticum porteri tetap menjadi salah satu warisan botani yang berharga dalam farmakognosi modern.
Manfaat Osha Root untuk kesehatan.
Z-ligustilide dan monoterpena diduga menghambat sekresi mukus berlebih serta menekan inflamasi saluran napas melalui penghambatan NF-κB dan pelepasan TNF-α. Efek antimikroba terhadap patogen respiratorik menunjang penggunaan tradisional.
Terpena dan ftalida lipofilik berinteraksi dengan membran lipid bakteri/jamur, menyebabkan kebocoran ion dan gangguan respirasi sel; Z-ligustilide juga menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif pada konsentrasi minimum tertentu.
Ftalida seperti Z-ligustilide dan asam ferulat menurunkan ekspresi COX-2 dan produksi PGE2, menghambat aktivasi NF-κB, serta menurunkan mediator inflamasi iNOS/NO dalam sel yang terstimulasi lipopolisakarida.
Senyawa fenolik seperti asam ferulat berperan sebagai donor elektron/radical scavenger; secara in vitro dapat mengaktivasi jalur Nrf2/ARE dan meningkatkan enzim antioksidan endogen.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Osha Root.