Akar Emas

Golden Root | Rhodiola rosea
Akar Emas
Nama
Akar Emas (Golden Root)
Nama Latin/Ilmiah
Rhodiola rosea
Bagian Digunakan
Akar dan Rimpang
Rasa
Manis, pahit

Nama Lain
Arctic root (Skandinavia), rose root (Inggris), hong jing tian (Cina), orpin rose (Prancis)
Asal
Eropa Utara, Siberia, Asia Tengah, dan Amerika Utara (Alaska)
Kandungan Utama
Rosavin, salidroside, rosarin, rosin, tyrosol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Akar Emas

Rhodiola rosea, atau yang lebih dikenal sebagai akar emas atau akar Arktik, merupakan tumbuhan perenial yang tumbuh di daerah bersuhu dingin dan ketinggian tinggi, seperti pegunungan Siberia, Skandinavia, dan Asia Tengah. Tanaman ini termasuk dalam famili Crassulaceae dan memiliki karakteristik daun berdaging serta bunga berwarna kuning atau kehijauan. Akar serta rimpangnya yang beraroma khas mengandung senyawa bioaktif seperti rosavin, salidroside, dan tyrosol, yang menjadi perhatian utama dalam penelitian herbal modern.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Sep 2026 - 18:40:58
 

II. Ciri-ciri Akar Emas

Tanaman ini jagoan di daerah dingin ekstrem, biasanya tumbuh subur di lereng pegunungan berbatu, tebing, dan daerah tundra yang punya ketinggian tinggi di belahan bumi utara seperti Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Karakteristik/ciri-ciri Akar Emas (Rhodiola rosea):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Dan Rimpang Bagian paling ikonik; rimpangnya tebal, berdaging, dan kalau dipotong bakal mengeluarkan aroma wangi yang mirip bunga mawar.
Batang Batangnya tegak, biasanya nggak bercabang, dan tingginya sekitar 5 sampai 35 cm.
Daun Daunnya berbentuk lonjong atau oval dengan tepian yang bergerigi, teksturnya agak tebal dan berdaging (sukulen) untuk menyimpan cadangan air.
Bunga Bunganya kecil-kecil, bergerombol di ujung batang dengan warna yang bervariasi dari kuning kehijauan sampai kemerahan.
Perawakan Umum Tumbuh dalam bentuk rumpun kecil yang padat, terlihat kokoh meski harus bertahan hidup di tanah yang keras dan suhu yang sangat dingin.

III. Manfaat Akar Emas

8 Manfaat Akar Emas untuk kesehatan.

  1. Fatigue fisik dan mental yang berkaitan dengan stres

    Modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal; menekan lonjakan kortisol dan menormalkan rasio kortisol/DHEA-S; mengaktifkan AMPK dan PGC-1α untuk perbaikan fungsi mitokondria; menghambat monoamine oksidase sehingga meningkatkan neurotransmisi monoaminergik; menginduksi HSP70 sebagai respons sitoprotektif.

    Senyawa Aktif: salidroside, rosavin, p-tyrosol
    Tampilkan
  2. Depresi ringan hingga sedang

    Meningkatkan konsentrasi monoamina (serotonin, dopamin, norepinefrin) melalui inhibisi MAO-A/MAO-B; meningkatkan ekspresi BDNF dan aktivasi CREB di hippocampus; menurunkan neuroinflamasi dan efek glukokortikoid berlebih.

    Senyawa Aktif: salidroside, rosavin, rosarin
    Tampilkan
  3. Kecemasan ringan dan stres subjektif

    Menurunkan hiperaktivitas HPA dan kadar kortisol; memodulasi jalur ERK/p38 MAPK di area korteks dan limbik; meningkatkan sinyal GABAergik melalui efek salidroside; mengurangi peroksidasi lipid pada neuron.

    Senyawa Aktif: salidroside, rosavin, tyrosol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Akar Emas

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Akar Emas.

  1. Rosavin (termasuk rosarin dan rosin)

    Golongan: Glikosida sinamat alkohol (fenilpropanoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Adaptogenik: Membantu Toleransi Stres Dan Mengurangi Kelelahan Mental/fisik; Neuroprotektif Melalui Efek Antioksidan Dan Antiinflamasi..
    Tampilkan
  2. Salidroside (rhodioloside)

    Golongan: Feniletanoid glikosida
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antifatigue, Adaptogenik, Kardioprotektif, Antioksidan, Dan Antidepresan Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  3. p-Tyrosol

    Golongan: Feniletanoid aglikon (alkohol fenolik)
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Melindungi Sel Endotel Dari Stres Oksidatif; Berperan Sebagai Prekursor Salidroside..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Akar Emas

Interaksi & Kontraindikasi Akar Emas dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein dan stimulan sistem saraf pusat (kopi, teh, guarana, amfetamin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Rhodiola bersifat stimulan ringan; kombinasi dapat memicu palpitasi, tremor, atau insomnia pada individu sensitif. Batasi kafein/stimulan dan hentikan bila muncul gejala tersebut. [Ref: Monografi Natural Medicines, 2023]

  2. Penggunaan bersamaan dengan Sedatif dan obat penekan sistem saraf pusat (benzodiazepin, barbiturat, opioid, alkohol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek stimulan rhodiola dapat mengurangi efektivitas obat penenang/hipnotik. Gunakan dengan pengawasan dokter; jangan menambah dosis sedatif tanpa konsultasi. [Ref: Monografi Natural Medicines, 2023]

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, sulfonilurea, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Rhodiola dapat memengaruhi kadar glukosa darah. Pantau gula darah lebih sering; penyesuaian dosis obat antidiabetes harus dilakukan oleh dokter. [Ref: Monografi Natural Medicines, 2023]

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Akar Emas

Akar Emas (Rhodiola rosea) umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah (hingga 12 minggu) oleh kebanyakan orang. Namun, seperti halnya suplemen herbal aktif biologis lainnya, penggunaan Rhodiola dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan hingga sedang. Efek samping yang paling sering dilaporkan dalam uji klinis meliputi pusing, mulut kering, produksi liur berlebih, rasa gugup, dan kesulitan tidur (insomnia). Gejala-gejala ini biasanya bersifat sementara dan seringkali berkaitan dengan sifat stimulan ringan dari tanaman ini yang memengaruhi sistem saraf pusat.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Akar Emas

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Akar Emas.

  1. Rhodiola rosea untuk kelelahan mental dan fisik: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Rhodiola rosea menurunkan skor kelelahan secara signifikan dibandingkan plasebo, terutama pada kelelahan terkait stres. Efek terapi tampak konsisten pada dosis 400–600 mg/hari selama minimal 4 minggu.
    Tampilkan
  2. Efek suplementasi Rhodiola rosea terhadap performa olahraga: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Rhodiola rosea meningkatkan waktu sampai kelelahan dan performa daya tahan submaksimal. Tidak ada bukti konsisten untuk peningkatan VO2max.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Rhodiola rosea terhadap fungsi kognitif: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Rhodiola rosea memperbaiki atensi, kecepatan reaksi, dan fungsi eksekutif, terutama saat kelelahan mental. Efek pada memori jangka pendek tidak signifikan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Akar Emas

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Akar Emas.

Apa itu akar emas (Rhodiola rosea) dan kandungan utama yang membuatnya digunakan secara luas?
Akar emas adalah tanaman adaptogen dari daerah pegunungan dingin. Rimpang dan akarnya mengandung fenilpropanoid (rosavin, rosarin, rosin), glikosida feniletanoid (salidroside), p-tyrosol, serta senyawa fenolik lain. Kandungan ini menjadi dasar aktivitas penunjang stres dan perlindungan saraf dalam penelitian fitokimia. Panossian A, Wikman G. Effects of adaptogens on the central nervous system and the molecular mechanisms associated with their stress-protective activity. Pharmaceuticals. 2010;3(1):188-224.
Berapa dosis harian yang umum dan bagaimana cara konsumsi Rhodiola rosea?
Penelitian klinis umumnya memakai 200–600 mg ekstrak terstandar per hari, misalnya ekstrak dengan penanda 3% rosavin dan 1% salidroside. Rhodiola sebaiknya diminum pagi atau siang hari, sebelum makan; hindari konsumsi sore/malam karena dapat mengganggu tidur. Mulailah dari dosis rendah dan gunakan hanya jika diperlukan. Ishaque S, et al. Rhodiola rosea for physical and mental fatigue: a systematic review. BMC Complement Altern Med. 2012;12:70; Cropley M, et al. The effects of Rhodiola rosea L. extract on anxiety, stress, cognition and other mood symptoms. Phytother Res. 2015;29(12):1934-1939.
Apa saja manfaat Rhodiola rosea yang didukung bukti ilmiah?
Bukti paling kuat adalah membantu mengurangi kelelahan fisik dan mental, serta membantu tubuh beradaptasi terhadap stres. Beberapa uji klinis juga menunjukkan perbaikan mood ringan, kecemasan, dan fungsi kognitif selama tekanan mental. Rhodiola bukan obat untuk penyakit tertentu dan tidak menggantikan pengobatan medis. Spasov AA, et al. A double-blind, placebo-controlled pilot study of the stimulating and adaptogenic effect of Rhodiola rosea SHR-5 extract on the fatigue of students caused by stress during an examination period. Phytother Res. 2000;14(2):85-89; Ishaque S, et al. BMC Complement Altern Med. 2012;12:70; Cropley M, et al. Phytother Res. 2015;29(12):1934-1939.
Bagaimana Rhodiola rosea memengaruhi stres dan kelelahan?
Rhodiola diduga membantu menormalkan respons stres dan mengatur jalur HPA-aksis serta molekul sinyal stres, sehingga tubuh lebih mudah beradaptasi tanpa stimulasi berlebihan. Tinjauan sistematik terhadap uji klinis menyimpulkan bahwa ekstrak Rhodiola rosea dapat bermanfaat untuk kelelahan, tetapi hasil tidak selalu besar dan bergantung pada kualitas ekstrak. Panossian A, Wikman G. Pharmaceuticals. 2010;3(1):188-224; Ishaque S, et al. BMC Complement Altern Med. 2012;12:70.
Apa efek samping yang mungkin timbul?
Pada dosis biasa efek samping umumnya ringan, misalnya mulut kering, mual, pusing, gelisah, atau insomnia. Dosis tinggi dapat menyebabkan kegembiraan berlebih dan gangguan tidur; ada laporan mania pada individu dengan gangguan bipolar. Bila muncul jantung berdebar, sakit kepala terus-menerus, atau perubahan suasana hati, hentikan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. European Medicines Agency. Assessment report on Rhodiola rosea L., rhizoma et radix. 2011; EMA/HMPC/232091/2011.
Apakah Rhodiola rosea aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Belum ada uji keamanan dan efektivitas yang memadai untuk bayi dan anak-anak. Sistem saraf dan hormonal anak masih berkembang; penggunaan adaptogen tidak diperlukan untuk tumbuh kembang normal. Jangan memberikan suplemen ini kepada anak tanpa rekomendasi dokter. European Medicines Agency. Assessment report on Rhodiola rosea L., rhizoma et radix. 2011; EMA/HMPC/232091/2011.
Apakah aman dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui?
Keamanan Rhodiola rosea pada kehamilan dan menyusui belum ditetapkan karena data klinis tidak cukup. Karena dapat memengaruhi respons stres dan hormon, lebih aman menghindari penggunaannya selama kehamilan dan menyusui. Konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi herbal apa pun. European Medicines Agency. Assessment report on Rhodiola rosea L., rhizoma et radix. 2011; EMA/HMPC/232091/2011.
Apakah Rhodiola rosea berinteraksi dengan obat-obatan?
Studi interaksi sistematik sangat terbatas. Rhodiola berpotensi berinteraksi dengan obat sistem saraf pusat, antidepresan, stimulan, obat tekanan darah, dan obat diabetes; kombinasi dengan MAOI/SSRI perlu kehati-hatian. Jangan mencampur dengan obat-obatan tanpa persetujuan dokter atau apoteker, terutama jika sedang menjalani pengobatan kronis. European Medicines Agency. Assessment report on Rhodiola rosea L., rhizoma et radix. 2011; EMA/HMPC/232091/2011.
Berapa lama Rhodiola rosea sebaiknya digunakan? Apakah aman diminum terus-menerus?
Literatur klinis umumnya menggunakan Rhodiola selama 4–12 minggu. Data keamanan penggunaan terus-menerus lebih dari 12 minggu masih terbatas, jadi sebaiknya digunakan sesuai anjuran produk dan dievaluasi berkala bersama tenaga kesehatan. Ishaque S, et al. BMC Complement Altern Med. 2012;12:70; European Medicines Agency. Assessment report on Rhodiola rosea L., rhizoma et radix. 2011; EMA/HMPC/232091/2011.

Culver's Root

Veronicastrum virginicum

Maca / Ginseng Peru

Lepidium meyenii

Cari: