Maca / Ginseng Peru

Maca | Lepidium meyenii
Nama
Maca / Ginseng Peru (Maca)
Nama Latin/Ilmiah
Lepidium meyenii
Bagian Digunakan
Umbi (hipokotil)
Rasa
Earthy, nutty
Nama Lain
Peruvian ginseng (Inggris), maka (Peru), maca-maca (Bolivia), maino (Bolivia)
Asal
Peru, Andes Tengah
Kandungan Utama
Macamides, glukosinolat, alkaloid, sterol, asam lemak, dan asam amino.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Maca / Ginseng Peru

Maca (Lepidium meyenii) merupakan tanaman herba dataran tinggi yang berasal dari kawasan Pegunungan Andes, khususnya di Peru dan Bolivia, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. dikenal dengan umbi atau akar yang menyerupai lobak dan mampu bertahan pada kondisi lingkungan ekstrem seperti suhu beku, angin kencang, dan radiasi ultraviolet tinggi. Akar dari tanaman ini telah digunakan secara tradisional oleh penduduk setempat selama berabad-abad sebagai sumber pangan sekaligus obat herbal, terutama untuk meningkatkan stamina, vitalitas, dan keseimbangan hormon.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Sep 2026 - 00:40:55
 

II. Ciri-ciri Maca / Ginseng Peru

Tumbuh subur di pegunungan Andes yang tinggi, tepatnya di dataran tinggi Peru dengan kondisi lingkungan yang ekstrim seperti suhu dingin, angin kencang, dan paparan sinar matahari yang sangat kuat. Karakteristik/ciri-ciri Maca / Ginseng Peru (Lepidium meyenii):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Tanaman Tanaman herba kecil yang tumbuh merapat ke tanah (roset) agar terlindung dari angin kencang.
Akar Bagian yang paling mencolok; berbentuk bulat atau seperti lobak kecil (hipokotil) dengan warna yang bervariasi mulai dari kuning, merah, hingga hitam.
Daun Berbentuk menyirip dan tersusun melingkar di permukaan tanah, berwarna hijau cerah.
Bunga Berukuran sangat kecil, berwarna putih atau agak kekuningan, tumbuh dari bagian tengah tanaman.
Biji Sangat kecil, berbentuk oval, dan berfungsi sebagai alat reproduksi utama tanaman.

III. Manfaat Maca / Ginseng Peru

8 Manfaat Maca / Ginseng Peru untuk kesehatan.

  1. Disfungsi seksual dan libido rendah pada wanita pascamenopause

    Macamides seperti N-benzyloleamide dan N-benzylpalmitamide menghambat fatty acid amide hydrolase (FAAH), sehingga meningkatkan endocannabinoid (anandamide) yang berperan dalam regulasi gairah. Tidak ditemukan perubahan estrogen/testosteron; efek diduga melalui modulasi neuroendokrin hipotalamus dan sistem monoaminergik pusat.

    Senyawa Aktif: N-benzyloleamide, N-benzylpalmitamide, β-Sitosterol
    Tampilkan
  2. Penurunan kualitas semen dan parameter spermatogenesis pada pria

    Glukosinolat dan produk hidrolisisnya (benzyl isothiocyanate) menurunkan stres oksidatif pada sel germinal; macamides mendukung proliferasi dan anti-apoptosis sel spermatogenik. Efek tidak tergantung pada perubahan kadar testosteron/LH/FSH, menunjukkan mekanisme lokal/epididimal atau aksis hipotalamus-hipofisis-gonad secara tidak langsung.

    Senyawa Aktif: N-benzyloleamide, glucotropaeolin/benzyl glucosinolate, benzyl isothiocyanate
    Tampilkan
  3. Gejala menopause: hot flushes, perubahan mood, dan gangguan tidur

    Tidak melalui aktivitas estrogenik langsung; diduga memodulasi termoregulasi dan transmisi serotonin/noradrenalin di SSP. Macamides dapat memengaruhi sistem endocannabinoid yang terlibat dalam regulasi stres dan suasana hati.

    Senyawa Aktif: N-benzyloleamide, N-benzylpalmitamide, glucotropaeolin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Maca / Ginseng Peru

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Maca / Ginseng Peru.

  1. Glukotropaeolin (benzilglukosinolat); 3-metoksibenzilglukosinolat (glukolimnanthin)

    Golongan: Glukosinolat
    Bagian Tanaman: Hipokotil/umbi; juga terdeteksi pada daun muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Benzil Isotiosianat; Berdasarkan Studi In Vitro/in Vivo Berpotensi Antikanker, Antimikroba, Dan Antiinflamasi..
    Tampilkan
  2. N-benzilheksadekanamida; N-benzil-9Z,12Z-oktadekadienamida; N-benzil-9Z-oktadekenamida

    Golongan: Alkamida (macamide)
    Bagian Tanaman: Hipokotil/umbi
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif; Menghambat Enzim FAAH Dan MAO; Pada Model Hewan Dilaporkan Meningkatkan Libido Dan Fungsi Seksual..
    Tampilkan
  3. Lepidiline A; Lepidiline B

    Golongan: Alkaloid imidazol
    Bagian Tanaman: Hipokotil/akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Menunjukkan Efek Sitotoksik/antiproliferatif Terhadap Beberapa Lini Sel Tumor In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Maca / Ginseng Peru

Interaksi & Kontraindikasi Maca / Ginseng Peru dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACEI/ARB, CCB, diuretik)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Maca berpotensi menurunkan tekanan darah. Jika digunakan bersamaan, pantau tekanan darah secara berkala dan waspadai gejala hipotensi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Maca dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah lebih sering dan diskusikan penyesuaian dosis dengan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Levotiroksin dan obat gangguan tiroid

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Maca mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Beri jarak minimal 2–4 jam dari obat tiroid, hindari dosis tinggi, dan periksa TSH/free T4 secara berkala.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Maca / Ginseng Peru

Maca (Lepidium meyenii) secara umum dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau suplemen herbal. Namun, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan, terutama pada awal penggunaan atau ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Efek samping gastrointestinal yang paling umum dilaporkan meliputi kembung, kram perut, dan rasa tidak nyaman pada pencernaan. Hal ini seringkali dikaitkan dengan kandungan serat yang tinggi atau senyawa aktif tertentu dalam akar maca mentah yang belum melalui proses gelatinisasi. Selain itu, beberapa pengguna melaporkan gejala seperti sakit kepala, insomnia, atau peningkatan detak jantung dan rasa gelisah, yang diduga berkaitan dengan efek stimulan ringan atau fluktuasi hormonal awal.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Maca / Ginseng Peru

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Maca / Ginseng Peru.

  1. Efek Suplementasi Maca (Lepidium meyenii) terhadap Kualitas Semen: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi maca meningkatkan konsentrasi dan motilitas spermatozoa secara signifikan. Tidak ada perbedaan signifikan pada volume semen.
    Tampilkan
  2. Suplementasi Maca (Lepidium meyenii) dan Performa Latihan: Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi maca tidak secara konsisten meningkatkan performa latihan. Namun, beberapa studi menunjukkan perbaikan toleransi latihan dan mood.
    Tampilkan
  3. Efek Maca (Lepidium meyenii) terhadap Gejala Menopause: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Maca mengurangi skor gejala menopause, terutama hot flashes dan keringat malam. Efek samping minimal.
    Tampilkan

VIII. FAQ Maca / Ginseng Peru

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Maca / Ginseng Peru.

Apa itu maca (Lepidium meyenii) dan bagian apa yang digunakan sebagai herbal?
Maca adalah tanaman asli Peru yang bagian akar/hipokotilnya digunakan setelah dikeringkan menjadi bubuk. Akar ini mengandung karbohidrat, protein, asam lemak, serat, serta senyawa khas macamides dan macaenes. Referensi: Gonzales GF. Evid Based Complement Alternat Med. 2012;2012:193496.
Bagaimana cara konsumsi maca yang dianjurkan untuk penggunaan sehari-hari?
Bubuk maca biasanya dikonsumsi 1,5–3 gram per hari dan dapat dicampur ke dalam smoothie, oatmeal, atau masakan. Mulailah dari dosis rendah lalu tingkatkan bertahap; dosis 3 g/hari pernah digunakan dalam penelitian pada pria sehat. Referensi: Gonzales GF, et al. J Endocrinol. 2003;176(1):163-8.
Apa manfaat kesehatan utama maca yang didukung bukti ilmiah?
Studi klinis menunjukkan maca dapat meningkatkan libido pada pria dan wanita, memperbaiki disfungsi seksual, serta pada wanita perimenopause dapat membantu menurunkan tekanan darah dan depresi. Efek lain seperti energi dan stamina masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Referensi: Gonzales GF, et al. Andrologia. 2002;34(6):367-72; Stojanovska L, et al. Climacteric. 2015;18(1):69-78.
Apa efek samping yang mungkin timbul saat menggunakan maca?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan, sakit kepala, dan sulit tidur bila dikonsumsi malam hari. Keamanan pemakaian rutin jangka panjang belum banyak diteliti. Referensi: Gonzales GF. Evid Based Complement Alternat Med. 2012;2012:193496.
Apakah maca aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Belum ada data keamanan yang memadai untuk populasi tersebut. Karena maca memiliki aktivitas hormonal yang teramati pada beberapa penelitian, sebaiknya tidak digunakan pada bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui tanpa pengawasan tenaga medis. Referensi: Gonzales GF. Evid Based Complement Alternat Med. 2012;2012:193496.
Bisakah maca berinteraksi dengan obat-obatan?
Interaksi obat belum banyak dilaporkan, tetapi maca berpotensi berinteraksi dengan terapi hormon, obat tekanan darah, dan obat yang memengaruhi neurotransmitter. Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan tersebut. Referensi: Gonzales GF, et al. J Endocrinol. 2003;176(1):163-8; Stojanovska L, et al. Climacteric. 2015;18(1):69-78.
Apa kandungan fitokimia utama dalam maca dan bagaimana kerjanya?
Fitokimia utama maca meliputi glukosinolat, polifenol, alkaloid, sterol, serta macamides dan macaenes. Macamides menarik perhatian karena berpotensi memberikan efek neuroprotektif dan terkait libido, tetapi mekanisme pastinya pada manusia masih terus diteliti. Referensi: Wang Y, et al. Food Res Int. 2007;40(7):783-792.
Bisakah maca membantu masalah kesuburan?
Secara tradisional maca digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Pada pria sehat, konsumsi 3 g/hari tidak mengubah kadar hormon reproduksi, tetapi penelitian melaporkan peningkatan volume air mani, jumlah sperma, dan motilitas sperma. Ini belum cukup untuk menyatakan maca sebagai terapi kesuburan. Referensi: Gonzales GF, et al. J Endocrinol. 2003;176(1):163-8.
Apakah maca aman dikonsumsi sebagai bagian dari diet harian?
Di daerah asalnya, maca dikonsumsi sebagai makanan, umumnya dimasak atau diolah bersama makanan lain. Bubuk maca yang dijual sebagai suplemen juga sering digunakan tanpa masalah pada dosis umum, tetapi bukan pengganti obat dan sebaiknya pilih produk dari produsen terpercaya. Referensi: Gonzales GF. Evid Based Complement Alternat Med. 2012;2012:193496.

Akar Emas

Rhodiola rosea

Ginseng Siberia

Eleutherococcus senticosus

Cari: