Ginseng Siberia

Siberian Ginseng | Eleutherococcus senticosus
Nama: Ginseng Siberia (Siberian Ginseng)
Nama Latin/Ilmiah: Eleutherococcus senticosus
Famili: Araliaceae

Kandungan:
Eleutheroside B, eleutheroside E, polisakarida, lignin, fenilpropanoid, kumarin, sterol.
Nama Lain:
Ciwujia (China), ezoukogi (Jepang), eleuterokokk (Rusia), gasiogapi (Korea), Siberian ginseng (Inggris).
Asal:
Rusia (Siberia Timur dan Timur Jauh), Tiongkok timur laut, Korea, dan Jepang.
Bagian Utama:
Akar, Rimpang
Rasa:
Manis, pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ginseng Siberia

Ginseng Siberia, yang memiliki nama ilmiah Eleutherococcus senticosus, sebenarnya bukanlah ginseng sejati dari genus Panax, melainkan semak berduri dari famili Araliaceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan hutan taiga di Rusia bagian timur, Tiongkok utara, Korea, dan Jepang. Berbeda dengan ginseng Asia yang dikenal karena akarnya yang berdaging, bagian yang paling sering digunakan dari Eleutherococcus senticosus adalah akar dan rimpangnya yang tipis dan berkayu. Secara tradisional, tumbuhan ini telah digunakan dalam pengobatan rakyat Siberia dan Tiongkok selama berabad-abad untuk meningkatkan vitalitas, memperkuat daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan dari kelelahan fisik dan mental.

Advertisement

Kandungan utama yang bertanggung jawab atas khasiat adaptogeniknya adalah senyawa eleutheroside, terutama eleutheroside B dan E, serta polisakarida, lignan, dan fenilpropanoid. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan memodulasi respons tubuh terhadap stres, meningkatkan fungsi sistem kekebalan, dan mendukung homeostasis metabolisme. Berbeda dengan stimulan seperti kafein, Eleutherococcus senticosus bekerja secara bertahap dan tidak menyebabkan efek euforia atau penurunan drastis setelah pemakaian. Penelitian modern menunjukkan bahwa konsumsi rutin ekstraknya dapat meningkatkan daya tahan fisik, memperbaiki kognisi, serta membantu mengurangi kelelahan pada individu yang menjalani aktivitas berat.

Meskipun tergolong aman untuk sebagian besar orang, penggunaan Eleutherococcus senticosus perlu diperhatikan pada kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, gangguan autoimun, atau selama kehamilan dan menyusui. Interaksi dengan obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan dan insulin, juga harus dipantau oleh tenaga medis. Sebagai tanaman adaptogen, ginseng Siberia menawarkan pendekatan holistik dalam menjaga kebugaran tubuh, tetapi tetap harus digunakan secara bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis konvensional. Dengan kombinasi tradisi pengobatan kuno dan bukti ilmiah modern, Eleutherococcus senticosus menjadi salah satu herbal paling bernilai di dunia.

Update: 01 Agu 2026 - 09:10:10

 

II. Manfaat Ginseng Siberia

Manfaat Ginseng Siberia untuk kesehatan.

  1. Adaptogen terhadap stres dan kelelahan

    Eleutherosida B/E dan polisakarida memodulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), menurunkan respons kortisol berlebih pada stres, meningkatkan ekspresi protein kejut panas HSP70/HSP72, serta mengaktifkan jalur sinyal MAPK/ERK yang terlibat dalam proteksi sel terhadap stressor fisiologis.

    Senyawa Aktif: Eleutheroside B (syringin), Eleutheroside E (syringaresinol diglukosida), Polisakarida Eleutherococcus senticosus
    Tampilkan
  2. Dukungan imun dan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

    Polisakarida mengaktifkan makrofag dan sel NK melalui TLR4/NF-κB, meningkatkan fagositosis dan sekresi sitokin IFN-γ serta IL-2; eleuterosida B/E memodulasi proliferasi limfosit T dan B, sehingga memperkuat imunitas nonspesifik dan adaptif.

    Senyawa Aktif: Polisakarida Eleutherococcus senticosus, Eleutheroside B, Eleutheroside E
    Tampilkan
  3. Peningkatan performa fisik dan ketahanan otot

    Diduga melalui peningkatan pemanfaatan asam lemak bebas sebagai sumber energi, penghematan glikogen otot, stimulasi enzim oksidatif mitokondria, serta efek adaptogenik pada poros neuroendokrin dalam kondisi stres fisiologis.

    Senyawa Aktif: Eleutheroside E, Eleutheroside B, Lignan acanthoside D
    Tampilkan
  4. Fungsi kognitif dan neuroproteksi

    Eleutherosida B/E memodulasi kadar monoamin (serotonin, dopamin, noradrenalin) di area korteks, mengaktifkan jalur ERK/CREB dan meningkatkan faktor neurotropik BDNF; sebagian senyawa fenolik juga menghambat asetilkolinesterase dan mengurangi stres oksidatif neuron.

    Senyawa Aktif: Eleutheroside B, Eleutheroside E, Isofraxidin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Ginseng Siberia

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ginseng Siberia.

  1. Eleutheroside B (syringin)

    Golongan: Fenilpropanoid glikosida
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Neuroprotektif; Menghambat NF-κB Dan INOS Pada Studi In Vitro.
    Tampilkan
  2. Eleutheroside E (syringaresinol di-O-β-D-glukosida)

    Golongan: Lignan glikosida
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Efek Adaptogenik, Antioksidan, Meningkatkan Kapasitas Fisik Dan Daya Tahan Terhadap Stres Pada Model Hewan.
    Tampilkan
  3. Eleutheroside B1 (isofraxidin-7-O-glukosida); aglikon: isofraxidin

    Golongan: Kumarin glikosida
    Bagian Tanaman: Akar dan kulit akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Efek Seperti Antistres Pada Model Hewan.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Maca

Lepidium meyenii

Damask Rose / Mawar

Rosa damascena