Ginseng Siberia

Siberian Ginseng | Eleutherococcus senticosus
Nama
Ginseng Siberia (Siberian Ginseng)
Nama Latin/Ilmiah
Eleutherococcus senticosus
Bagian Digunakan
Akar, Rimpang
Rasa
Manis, pahit
Nama Lain
Ciwujia (China), ezoukogi (Jepang), eleuterokokk (Rusia), gasiogapi (Korea), Siberian ginseng (Inggris).
Asal
Rusia (Siberia Timur dan Timur Jauh), Tiongkok timur laut, Korea, dan Jepang.
Kandungan Utama
Eleutheroside B, eleutheroside E, polisakarida, lignin, fenilpropanoid, kumarin, sterol.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ginseng Siberia

Ginseng Siberia, yang memiliki nama ilmiah Eleutherococcus senticosus, sebenarnya bukanlah ginseng sejati dari genus Panax, melainkan semak berduri dari famili Araliaceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan hutan taiga di Rusia bagian timur, Tiongkok utara, Korea, dan Jepang. Berbeda dengan ginseng Asia yang dikenal karena akarnya yang berdaging, bagian yang paling sering digunakan dari Eleutherococcus senticosus adalah akar dan rimpangnya yang tipis dan berkayu. Secara tradisional, tumbuhan ini telah digunakan dalam pengobatan rakyat Siberia dan Tiongkok selama berabad-abad untuk meningkatkan vitalitas, memperkuat daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan dari kelelahan fisik dan mental.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Sep 2026 - 06:41:19
 

II. Ciri-ciri Ginseng Siberia

Tumbuh subur di hutan jenis konifer dan hutan campuran di wilayah Asia Timur seperti Siberia, Tiongkok Utara, Korea, dan Jepang. Tanaman ini suka area yang teduh atau setengah teduh dengan tanah yang lembap dan kaya humus. Karakteristik/ciri-ciri Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak berkayu yang meranggas (bisa tumbuh setinggi 2-3 meter).
Batang Punya banyak duri halus yang tajam dan menonjol, mirip seperti cakar, makanya sering disebut 'semak iblis'.
Daun Daun majemuk menjari, biasanya terdiri dari 5 anak daun dengan tepi yang bergerigi dan tangkai daun yang panjang.
Bunga Bunga kecil-kecil berwarna kuning atau ungu yang terkumpul dalam payung (umbel) bulat di ujung cabang.
Buah Buah beri kecil berbentuk bulat yang warnanya berubah dari hijau menjadi hitam mengkilap saat sudah matang.
Akar Bagian paling ikonik; akarnya berbentuk silinder, berwarna cokelat kekuningan, punya aroma khas, dan sedikit terasa getir di lidah.

III. Manfaat Ginseng Siberia

8 Manfaat Ginseng Siberia untuk kesehatan.

  1. Adaptogen terhadap stres dan kelelahan

    Eleutherosida B/E dan polisakarida memodulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), menurunkan respons kortisol berlebih pada stres, meningkatkan ekspresi protein kejut panas HSP70/HSP72, serta mengaktifkan jalur sinyal MAPK/ERK yang terlibat dalam proteksi sel terhadap stressor fisiologis.

    Senyawa Aktif: Eleutheroside B (syringin), Eleutheroside E (syringaresinol diglukosida), Polisakarida Eleutherococcus senticosus
    Tampilkan
  2. Dukungan imun dan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

    Polisakarida mengaktifkan makrofag dan sel NK melalui TLR4/NF-κB, meningkatkan fagositosis dan sekresi sitokin IFN-γ serta IL-2; eleuterosida B/E memodulasi proliferasi limfosit T dan B, sehingga memperkuat imunitas nonspesifik dan adaptif.

    Senyawa Aktif: Polisakarida Eleutherococcus senticosus, Eleutheroside B, Eleutheroside E
    Tampilkan
  3. Peningkatan performa fisik dan ketahanan otot

    Diduga melalui peningkatan pemanfaatan asam lemak bebas sebagai sumber energi, penghematan glikogen otot, stimulasi enzim oksidatif mitokondria, serta efek adaptogenik pada poros neuroendokrin dalam kondisi stres fisiologis.

    Senyawa Aktif: Eleutheroside E, Eleutheroside B, Lignan acanthoside D
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ginseng Siberia

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ginseng Siberia.

  1. Eleutheroside B (syringin)

    Golongan: Fenilpropanoid glikosida
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Neuroprotektif; Menghambat NF-κB Dan INOS Pada Studi In Vitro.
    Tampilkan
  2. Eleutheroside E (syringaresinol di-O-β-D-glukosida)

    Golongan: Lignan glikosida
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Efek Adaptogenik, Antioksidan, Meningkatkan Kapasitas Fisik Dan Daya Tahan Terhadap Stres Pada Model Hewan.
    Tampilkan
  3. Eleutheroside B1 (isofraxidin-7-O-glukosida); aglikon: isofraxidin

    Golongan: Kumarin glikosida
    Bagian Tanaman: Akar dan kulit akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Efek Seperti Antistres Pada Model Hewan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ginseng Siberia

Interaksi & Kontraindikasi Ginseng Siberia dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat penenang/sedatif (misalnya diazepam, alprazolam, zolpidem)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Elekuthero memiliki efek stimulasi ringan sehingga dapat mengurangi efek sedatif. Tidak berbahaya secara akut, tetapi sebaiknya tidak digabungkan jika tujuan terapi adalah sedasi atau tidur. Referensi: Natural Medicines (Eleuthero monograph).

  2. Stimulan ringan seperti kafein

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat menimbulkan kegelisahan, jantung berdebar, dan insomnia ringan. Batasi asupan kafein dan amati respons tubuh. Referensi: RxList (Siberian Ginseng Professional Monograph).

  3. Digoxin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Elekuthero dapat meningkatkan kadar digoxin atau mengganggu pemeriksaan kadar digoxin, sehingga berisiko menyebabkan toksisitas digoxin. Hindari kombinasi atau pantau kadar digoxin serta gejala aritmia/mual. Referensi: Natural Medicines (Eleuthero monograph).

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Ginseng Siberia

Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, beberapa efek samping ringan telah dilaporkan dalam berbagai uji klinis dan penggunaan tradisional. Efek samping yang paling sering terjadi meliputi gangguan tidur seperti insomnia, kegelisahan, peningkatan kecemasan, sakit kepala, dan palpitasi jantung. Pada beberapa individu, konsumsi herba ini juga dapat memicu hipoglikemia (penurunan kadar gula darah yang signifikan) serta perubahan tekanan darah, baik berupa hipertensi sementara maupun hipotensi. Efek stimulan ringan yang dimilikinya sering kali menjadi pemicu utama gejala iritabilitas pada orang yang sensitif terhadap tanaman adaptogenik.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ginseng Siberia

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ginseng Siberia.

  1. Eleutherococcus senticosus (Rupr. et Maxim.) Maxim.: Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, farmakologi, dan toksikologi

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tinjauan ini merangkum lebih dari 200 senyawa, terutama lignan dan triterpenoid, serta aktivitas adaptogenik, antiinflamasi, imunomodulator, dan neuroprotektif. Bukti klinis pada manusia masih terbatas dan memerlukan uji terkontrol yang lebih besar.
    Tampilkan
  2. Adaptogen dalam pengobatan kelelahan: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi adaptogen, termasuk Eleutherococcus senticosus, secara signifikan mengurangi kelelahan dibandingkan plasebo. Efek samping umumnya ringan.
    Tampilkan
  3. Efek ekstrak proprietary Eleutherococcus senticosus terhadap kinerja kognitif dan mood pada dewasa muda sehat: uji acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Dosis akut ekstrak E. senticosus tidak menunjukkan perbaikan signifikan pada kinerja kognitif atau mood dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ginseng Siberia

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ginseng Siberia.

Apa itu Ginseng Siberia dan apa kandungan aktif utamanya?
Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus) merupakan tanaman adaptogen dari famili Araliaceae. Kandungan aktif utamanya meliputi eleutherosides, terutama eleutheroside B dan E, serta lignan, fenilpropanoid, dan polisakarida. Eleutherosides berbeda dari ginsenosides pada Panax ginseng, sehingga efeknya tidak identik. Referensi: Davydov, M., & Krikorian, A. D. (2000). Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim. (Araliaceae) as an adaptogen: a closer look. Journal of Ethnopharmacology, 72(3), 345-393.
Bagaimana dosis harian yang dianjurkan untuk orang dewasa?
Dosis yang umum digunakan dalam studi klinis adalah 300–600 mg ekstrak kering setiap hari, atau 2–3 gram akar kering per hari. Beberapa produk tingtur menggunakan 2–3 mL (1:1) tiga kali sehari. Namun, dosis harus mengikuti petunjuk produk dan disesuaikan dengan kondisi individu. Referensi: European Medicines Agency (2014). Assessment report on Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim., radix.
Apakah aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang?
Penggunaan harian umumnya dianggap aman hingga 3 bulan berdasarkan data monografi. Data keamanan untuk pemakaian lebih dari 6 bulan sangat terbatas, sehingga disarankan menggunakan pola siklus, misalnya 2–3 minggu konsumsi diikuti 1 minggu tanpa konsumsi, terutama bila digunakan sebagai tonik harian. Referensi: European Medicines Agency (2014). Assessment report on Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim., radix.
Apa efek samping yang mungkin timbul?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti insomnia, sakit kepala, peningkatan tekanan darah sementara, palpitasi, dan gangguan pencernaan. Orang dengan hipertensi atau gangguan jantung sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Referensi: European Medicines Agency (2014). Assessment report on Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim., radix.
Apakah aman digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan dan khasiat pada bayi dan anak-anak belum cukup dibuktikan. Oleh karena itu, penggunaan tidak direkomendasikan untuk usia di bawah 12 tahun kecuali atas pengawasan tenaga kesehatan profesional. Referensi: European Medicines Agency (2014). Assessment report on Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim., radix.
Apakah aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan karena kurangnya data klinis mengenai keamanan selama kehamilan dan menyusui. Beberapa efek hormonal pada hewan juga menjadi alasan untuk menghindari penggunaan sampai ada kepastian dari dokter. Referensi: European Medicines Agency (2014). Assessment report on Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim., radix.
Apakah Ginseng Siberia berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Beberapa interaksi yang dilaporkan antara lain dengan warfarin (meningkatkan risiko perdarahan), obat antidiabetes (mengubah kadar gula darah), dan imunosupresan. Jika sedang menggunakan obat resep, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum konsumsi. Referensi: Izzo, A. A., et al. (2016). Interactions between herbal medicines and prescribed drugs: a systematic review. Drug Safety.
Apa bukti ilmiah bahwa ginseng Siberia dapat meningkatkan daya tahan tubuh?
Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak Eleutherococcus senticosus dapat memodulasi respons imun, seperti meningkatkan aktivitas sel NK dan mengurangi durasi serta keparahan infeksi saluran pernapasan atas. Namun, hasilnya tidak sepenuhnya konsisten dan penelitian berskala besar masih diperlukan sebelum klaim kuat dibuat. Referensi: Arring, N. M., Millstine, D., Marks, L. A., & Nail, L. M. (2018). Eleutherococcus senticosus (Siberian ginseng) for cancer-related fatigue: a systematic review. Integrative Cancer Therapies.
Bagaimana cara konsumsi yang baik: sebelum atau sesudah makan?
Disarankan mengonsumsi di pagi hari bersama makanan untuk mengurangi risiko gangguan lambung. Karena bersifat stimulan ringan, hindari konsumsi pada malam hari agar tidak mengganggu tidur. Minuman teh dari 2–3 gram akar kering dapat diseduh dengan air panas selama 10 menit. Referensi: World Health Organization (2002). WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Volume 2.
Apakah Ginseng Siberia sama dengan ginseng Korea atau Cina?
Tidak. Ginseng Siberia berasal dari spesies Eleutherococcus senticosus, sedangkan ginseng Korea/Cina berasal dari Panax ginseng. Keduanya memiliki kandungan fitokimia yang berbeda, yaitu eleutherosides dibandingkan ginsenosides, sehingga efek farmakologisnya juga berbeda. Oleh karena itu, keduanya tidak dapat saling menggantikan secara langsung. Referensi: Davydov, M., & Krikorian, A. D. (2000). Eleutherococcus senticosus (Rupr. & Maxim.) Maxim. (Araliaceae) as an adaptogen: a closer look. Journal of Ethnopharmacology, 72(3), 345-393.

Maca / Ginseng Peru

Lepidium meyenii

Mawar Damask

Rosa damascena

Cari: