Advertisement
Ginseng Siberia, yang memiliki nama ilmiah Eleutherococcus senticosus, sebenarnya bukanlah ginseng sejati dari genus Panax, melainkan semak berduri dari famili Araliaceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan hutan taiga di Rusia bagian timur, Tiongkok utara, Korea, dan Jepang. Berbeda dengan ginseng Asia yang dikenal karena akarnya yang berdaging, bagian yang paling sering digunakan dari Eleutherococcus senticosus adalah akar dan rimpangnya yang tipis dan berkayu. Secara tradisional, tumbuhan ini telah digunakan dalam pengobatan rakyat Siberia dan Tiongkok selama berabad-abad untuk meningkatkan vitalitas, memperkuat daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan dari kelelahan fisik dan mental.
Tumbuh subur di hutan jenis konifer dan hutan campuran di wilayah Asia Timur seperti Siberia, Tiongkok Utara, Korea, dan Jepang. Tanaman ini suka area yang teduh atau setengah teduh dengan tanah yang lembap dan kaya humus. Karakteristik/ciri-ciri Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak berkayu yang meranggas (bisa tumbuh setinggi 2-3 meter). |
| Batang | Punya banyak duri halus yang tajam dan menonjol, mirip seperti cakar, makanya sering disebut 'semak iblis'. |
| Daun | Daun majemuk menjari, biasanya terdiri dari 5 anak daun dengan tepi yang bergerigi dan tangkai daun yang panjang. |
| Bunga | Bunga kecil-kecil berwarna kuning atau ungu yang terkumpul dalam payung (umbel) bulat di ujung cabang. |
| Buah | Buah beri kecil berbentuk bulat yang warnanya berubah dari hijau menjadi hitam mengkilap saat sudah matang. |
| Akar | Bagian paling ikonik; akarnya berbentuk silinder, berwarna cokelat kekuningan, punya aroma khas, dan sedikit terasa getir di lidah. |
8 Manfaat Ginseng Siberia untuk kesehatan.
Eleutherosida B/E dan polisakarida memodulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), menurunkan respons kortisol berlebih pada stres, meningkatkan ekspresi protein kejut panas HSP70/HSP72, serta mengaktifkan jalur sinyal MAPK/ERK yang terlibat dalam proteksi sel terhadap stressor fisiologis.
Polisakarida mengaktifkan makrofag dan sel NK melalui TLR4/NF-κB, meningkatkan fagositosis dan sekresi sitokin IFN-γ serta IL-2; eleuterosida B/E memodulasi proliferasi limfosit T dan B, sehingga memperkuat imunitas nonspesifik dan adaptif.
Diduga melalui peningkatan pemanfaatan asam lemak bebas sebagai sumber energi, penghematan glikogen otot, stimulasi enzim oksidatif mitokondria, serta efek adaptogenik pada poros neuroendokrin dalam kondisi stres fisiologis.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ginseng Siberia.
Interaksi & Kontraindikasi Ginseng Siberia dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, beberapa efek samping ringan telah dilaporkan dalam berbagai uji klinis dan penggunaan tradisional. Efek samping yang paling sering terjadi meliputi gangguan tidur seperti insomnia, kegelisahan, peningkatan kecemasan, sakit kepala, dan palpitasi jantung. Pada beberapa individu, konsumsi herba ini juga dapat memicu hipoglikemia (penurunan kadar gula darah yang signifikan) serta perubahan tekanan darah, baik berupa hipertensi sementara maupun hipotensi. Efek stimulan ringan yang dimilikinya sering kali menjadi pemicu utama gejala iritabilitas pada orang yang sensitif terhadap tanaman adaptogenik.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ginseng Siberia.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ginseng Siberia.