Advertisement
Mawar Damask atau Rosa damascena merupakan salah satu jenis mawar tertua dan paling bernilai tinggi di dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai hasil persilangan alami antara Rosa gallica dan Rosa moschata, kemudian dikembangkan secara luas di kawasan Timur Tengah, khususnya di Lembah Ghazipur, Iran, dan Turki. Ciri khasnya terletak pada bunga berwarna merah muda hingga merah tua yang memiliki lapisan kelopak berlapis-lapis, aroma kuat yang khas, serta duri halus di sepanjang batangnya. Nama "Damask" merujuk pada kota Damaskus di Suriah, yang menjadi jalur perdagangan utama penyebaran mawar ini ke Eropa pada abad pertengahan.
Advertisement
Secara agronomis, Rosa damascena termasuk semak perdu yang dapat tumbuh hingga sekitar 2 meter dan menyukai iklim subtropis dengan musim dingin yang cukup untuk memicu dormansi. Tanaman ini biasanya dipanen pada pagi hari saat kandungan minyak atsiri mencapai puncaknya, tepat sebelum bunga mekar sempurna. Satu hektar lahan hanya mampu menghasilkan sekitar 1 hingga 2 ton kelopak bunga, dan dibutuhkan sekitar 3 hingga 4 ton kelopak untuk memproduksi satu kilogram minyak mawar. Karena produktivitasnya yang rendah dan proses panen yang manual, minyak yang dihasilkan menjadi salah satu bahan baku termahal di industri parfum dan kosmetik.
Selain nilainya dalam industri wewangian, Rosa damascena juga memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional dan kuliner. Kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan sitronelol dalam kelopaknya memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, dan relaksan. Air mawar hasil destilasi digunakan sebagai toner wajah, bahan makanan, serta campuran minuman dan manisan khas Timur Tengah. Dalam praktik aromaterapi, minyak mawar damask dipercaya mampu mengurangi stres, kecemasan, dan membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan kombinasi keindahan, aroma, dan khasiatnya, mawar damask tetap menjadi simbol kemewahan dan warisan botanikal yang lestari hingga saat ini.
Manfaat Damask Rose / Mawar untuk kesehatan.
Ekstrak Rosa damascena menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan menekan transkripsi faktor NF-κB, sehingga produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan PGE2 menurun. Polifenolnya juga menangkap radikal bebas yang mempercepat kerusakan kartilago.
Aromaterapi minyak mawar memodulasi sistem olfaktori-limbik yang berperan dalam persepsi nyeri dan stres. Komponen volatil seperti geraniol dan citronellol juga melewati sawar paru dan diyakini menghambat sintesis prostaglandin uterus yang menyebabkan kontraksi nyeri.
Minyak atsiri R. damascena diduga bekerja pada reseptor GABA-A dan memodulasi jalur serotoninergik. Aktivasi proyeksi olfaktorik ke amigdala dan korteks prefrontal menurunkan hiperarousal emosional serta menekan respons stres kortisol.
Studi preklinik menunjukkan ekstrak dan minyak atsiri R. damascena meningkatkan kadar monoamina di sinaptik, meningkatkan ekspresi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), serta menurunkan sitokin neuroinflamasi seperti TNF-α dan IL-6.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Damask Rose / Mawar.