Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Maca (Lepidium meyenii) terhadap Kualitas Semen: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review and Meta-Analysis
    Sampel:
    4 RCT, 200 pria dengan infertilitas atau masalah kesuburan
    Dosis/Durasi:
    1,5–3 g/hari selama 4–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi maca meningkatkan konsentrasi dan motilitas spermatozoa secara signifikan. Tidak ada perbedaan signifikan pada volume semen.
  2. Suplementasi Maca (Lepidium meyenii) dan Performa Latihan: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 studi, 83 peserta (atlet dan individu aktif)
    Dosis/Durasi:
    1,5–3 g/hari selama 14–28 hari
    Temuan:
    Suplementasi maca tidak secara konsisten meningkatkan performa latihan. Namun, beberapa studi menunjukkan perbaikan toleransi latihan dan mood.
  3. Efek Maca (Lepidium meyenii) terhadap Gejala Menopause: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review and Meta-Analysis
    Sampel:
    5 RCT, 300 wanita pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    2–3,5 g/hari selama 6–12 minggu
    Temuan:
    Maca mengurangi skor gejala menopause, terutama hot flashes dan keringat malam. Efek samping minimal.
  4. Efek Maca (Lepidium meyenii) terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review and Meta-Analysis
    Sampel:
    5 RCT, 300 peserta (dewasa sehat dan dengan hipertensi ringan)
    Dosis/Durasi:
    1,5–3 g/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi maca tidak menunjukkan efek signifikan terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik. Tidak ada efek samping kardiovaskular.
  5. Efek Maca (Lepidium meyenii) terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review and Meta-Analysis
    Sampel:
    6 RCT, 400 peserta (dewasa dengan sindrom metabolik atau dislipidemia)
    Dosis/Durasi:
    1,5–3 g/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Maca memperbaiki glukosa darah puasa dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Tidak ada efek signifikan pada LDL dan kolesterol total.
  6. Maca (Lepidium meyenii) untuk Disfungsi Seksual pada Wanita: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review and Meta-Analysis
    Sampel:
    4 RCT, 200 wanita (pascamenopause dan premenopause dengan disfungsi seksual)
    Dosis/Durasi:
    1,5–3 g/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Maca meningkatkan hasrat seksual dan fungsi seksual secara signifikan dibanding plasebo. Efek lebih konsisten pada wanita pascamenopause.
  7. Suplementasi Maca (Lepidium meyenii) Meningkatkan Kualitas Semen pada Pria dengan Asthenozoospermia: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, dan Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pria dengan asthenozoospermia
    Dosis/Durasi:
    2 g/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Maca meningkatkan motilitas dan konsentrasi spermatozoa secara signifikan dibanding plasebo. Tidak ada efek samping serius.
  8. Efek Maca (Lepidium meyenii) terhadap Fungsi Seksual pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, dan Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    3 g/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Maca meningkatkan fungsi seksual dan mengurangi gejala menopause dibanding plasebo. Efek samping ringan dan setara plasebo.

Advertisement


Cari: