Advertisement
Wild Cherry Bark merujuk pada kulit batang dari pohon ceri liar Amerika Utara, Prunus serotina, yang telah lama dikenal dalam pengobatan herbal tradisional. Tumbuhan ini berasal dari famili Rosaceae dan tersebar luas di kawasan timur Amerika Utara. Ciri khasnya adalah batang yang menghasilkan kulit kayu berwarna cokelat kemerahan dengan aroma khas serta rasa yang sedikit pahit dan manis. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kulit bagian dalam, yang biasanya dikeringkan dan diolah menjadi serbuk, ekstrak cair, atau sirup. Para praktisi herbal menghargai tumbuhan ini sebagai tonik pernapasan, terutama untuk meredakan batuk kering dan iritasi tenggorokan.
Tumbuh subur di Amerika Utara, biasanya di hutan terbuka, pinggiran ladang, atau area yang terpapar sinar matahari. Pohon ini cukup toleran dengan berbagai jenis tanah, asal sistem drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Ceri Hitam (Prunus serotina):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohon berukuran sedang hingga besar dengan kulit kayu berwarna abu-abu gelap hingga hitam yang kalau sudah tua teksturnya pecah-pecah mirip serpihan keripik kentang. |
| Daun | Berbentuk lonjong meruncing dengan tepian bergerigi halus. Permukaan atasnya hijau mengkilap, sedangkan bagian bawahnya punya sedikit bulu halus di dekat tulang daun. |
| Bunga | Tumbuh bergerombol membentuk rangkaian panjang (raceme) yang menjuntai, warnanya putih bersih dengan aroma yang cukup tajam. |
| Buah | Buah beri bulat kecil yang saat masih muda berwarna merah, lalu berubah jadi hitam gelap atau ungu tua saat sudah matang. Rasanya agak sepat tapi disukai burung. |
| Akar | Sistem perakarannya cukup dalam dan kuat, membantu pohon ini bertahan di berbagai kondisi tanah. |
5 Manfaat Ceri Hitam untuk kesehatan.
Tanin memberikan efek astringen pada mukosa faring sehingga mengurangi rangsang refleks batuk. Scopoletin diduga memberikan efek relaksasi otot polos bronkus, sedangkan prunasin dalam dosis sangat kecil dapat melepaskan benzaldehid dan hidrogen sianida yang secara historis diyakini menekan pusat batuk; efek ini tidak boleh dieksploitasi karena risiko toksik.
Scopoletin dan kuersetin menghambat pelepasan mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan nitrit oksida melalui modulasi NF-κB serta penghambatan COX-2/5-LOX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien.
Asam klorogenat, kuersetin, dan proantosianidin menyumbangkan atom hidrogen pada radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan dapat mengaktifkan jalur Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ceri Hitam.
Interaksi & Kontraindikasi Ceri Hitam dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Ceri hitam (Prunus serotina) dikenal kaya akan manfaat kesehatan, namun bagian tanaman tertentu, terutama biji, daun, dan rantingnya, mengandung senyawa beracun yang dikenal sebagai glikosida sianogenik (seperti prunasin dan amigdalin). Ketika jaringan tanaman ini rusak, dikunyah, atau dicerna, enzim yang ada di dalamnya memecah glikosida tersebut untuk menghasilkan hidrogen sianida (HCN), sebuah racun yang sangat kuat. Keracunan sianida dari konsumsi bagian tanaman ceri hitam yang tidak tepat dapat menyebabkan gejala awal berupa kesulitan bernapas, kecemasan, pusing, sakit kepala, kelemahan otot, dan muntah. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat berlanjut menjadi kejang, tekanan darah rendah, denyut jantung lambat, koma, hingga kegagalan pernapasan yang berpotensi fatal.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ceri Hitam.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ceri Hitam.