Wild Cherry Bark

Prunus serotina
Nama: Wild Cherry Bark
Nama Latin/Ilmiah: Prunus serotina
Famili: Rosaceae

Kandungan:
Prunasin, benzaldehida, tanin, dan resin.
Nama Lain:
Black cherry (United States), rum cherry (Canada), cerezo negro (Mexico), cerisier tardif (France), spätblühende traubenkirsche (Germany)
Asal:
Amerika Utara bagian timur, Kanada selatan, Amerika Serikat bagian timur, hingga Meksiko.
Bagian Utama:
Kulit Kayu
Rasa:
Pahit, sepat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wild Cherry Bark

Wild Cherry Bark merujuk pada kulit batang dari pohon ceri liar Amerika Utara, Prunus serotina, yang telah lama dikenal dalam pengobatan herbal tradisional. Tumbuhan ini berasal dari famili Rosaceae dan tersebar luas di kawasan timur Amerika Utara. Ciri khasnya adalah batang yang menghasilkan kulit kayu berwarna cokelat kemerahan dengan aroma khas serta rasa yang sedikit pahit dan manis. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kulit bagian dalam, yang biasanya dikeringkan dan diolah menjadi serbuk, ekstrak cair, atau sirup. Para praktisi herbal menghargai tumbuhan ini sebagai tonik pernapasan, terutama untuk meredakan batuk kering dan iritasi tenggorokan.

Advertisement

Kandungan aktif utama dalam Prunus serotina meliputi prunasin, sebuah glikosida sianogenik yang ketika terhidrolisis akan menghasilkan benzaldehida dan asam hidrosianat dalam jumlah kecil. Senyawa inilah yang memberikan efek menenangkan pada refleks batuk, meskipun mekanisme kerjanya lebih kompleks daripada sekadar kerja langsung pada pusat batuk di otak. Selain itu, kulit kayu ini mengandung tanin, asam organik, serta flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Namun perlu diperhatikan bahwa kandungan sianogenik mengharuskan pengolahan yang tepat, misalnya melalui proses pengeringan atau pemanasan, agar senyawa tersebut berada dalam dosis aman dan tidak menimbulkan toksisitas.

Dalam penggunaannya secara modern, ekstrak Prunus serotina kerap dikombinasikan dengan herbal lain seperti akar marshmallow atau licorice dalam sirup batuk. Monograf farmakope juga mencantumkan khasiatnya sebagai ekspektoran ringan dan antitusif. Meskipun demikian, penelitian ilmiah modern masih terbatas, sehingga penggunaan klinisnya lebih banyak mengacu pada tradisi dan praktik empiris. Penting untuk diingat bahwa bagian lain dari pohon ini, terutama daun dan biji, memiliki kadar sianida yang lebih tinggi, sehingga hanya kulit kayu dari sumber yang terpercaya dan diolah secara tepat yang boleh digunakan. Dengan demikian, Wild Cherry Bark tetap menjadi jembatan menarik antara etnobotani dan farmakologi, menuntut kehati-hatian sekaligus menghormati kearifan herbal warisan leluhur.

Update: 31 Jul 2026 - 22:25:12

 

II. Manfaat Wild Cherry Bark

Manfaat Wild Cherry Bark untuk kesehatan.

  1. Meredakan batuk kering dan iritasi saluran pernapasan

    Tanin memberikan efek astringen pada mukosa faring sehingga mengurangi rangsang refleks batuk. Scopoletin diduga memberikan efek relaksasi otot polos bronkus, sedangkan prunasin dalam dosis sangat kecil dapat melepaskan benzaldehid dan hidrogen sianida yang secara historis diyakini menekan pusat batuk; efek ini tidak boleh dieksploitasi karena risiko toksik.

    Senyawa Aktif: prunasin, Skopoletin, tanin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada radang mukosa tenggorokan

    Scopoletin dan kuersetin menghambat pelepasan mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan nitrit oksida melalui modulasi NF-κB serta penghambatan COX-2/5-LOX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien.

    Tampilkan
  3. Antioksidan / perlindungan terhadap stres oksidatif

    Asam klorogenat, kuersetin, dan proantosianidin menyumbangkan atom hidrogen pada radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan dapat mengaktifkan jalur Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Kuersetin, proantosianidin
    Tampilkan
  4. Aktivitas antimikroba untuk infeksi ringan rongga mulut dan tenggorokan

    Asam benzoat, asam p-kumarat, dan kaempferol dapat merusak membran sel mikroba, menghambat enzim metabolisme bakteri, serta berinteraksi dengan protein dinding sel. Tanin juga mengendapkan protein bakteri sehingga menghambat pertumbuhan.

    Senyawa Aktif: asam benzoat, Asam p-Kumarat, Kaempferol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Wild Cherry Bark

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wild Cherry Bark.

  1. Prunasin

    Golongan: Sianogenik glikosida
    Bagian Tanaman: Kulit batang (cortex); daun dan biji juga mengandung glikosida sianogenik, tetapi bukan bagian untuk sediaan kulit kayu.
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Hidrogen Sianida Dan Benzaldehida; Dalam Dosis Mikro Tradisional Diklaim Sebagai Sedatif Pernapasan Dan Antitusif, Tetapi Efek Klinisnya Belum Dibuktikan Secara Modern..
    Tampilkan
  2. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Relaksan Otot Polos, Dan Antitusif Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Modulator Metabolisme Glukosa; Menghambat Absorpsi Glukosa Pada Beberapa Uji Klinis..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Cramp Bark

Viburnum opulus

Osha Root

Ligusticum porteri