Ceri Hitam

Wild Cherry Bark | Prunus serotina
Nama
Ceri Hitam (Wild Cherry Bark)
Nama Latin/Ilmiah
Prunus serotina
Famili
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
Black cherry (United States), rum cherry (Canada), cerezo negro (Mexico), cerisier tardif (France)
Asal
Amerika Utara bagian timur, Kanada selatan, Amerika Serikat bagian timur, hingga Meksiko.
Kandungan Utama
Prunasin, benzaldehida, tanin, dan resin.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ceri Hitam

Wild Cherry Bark merujuk pada kulit batang dari pohon ceri liar Amerika Utara, Prunus serotina, yang telah lama dikenal dalam pengobatan herbal tradisional. Tumbuhan ini berasal dari famili Rosaceae dan tersebar luas di kawasan timur Amerika Utara. Ciri khasnya adalah batang yang menghasilkan kulit kayu berwarna cokelat kemerahan dengan aroma khas serta rasa yang sedikit pahit dan manis. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kulit bagian dalam, yang biasanya dikeringkan dan diolah menjadi serbuk, ekstrak cair, atau sirup. Para praktisi herbal menghargai tumbuhan ini sebagai tonik pernapasan, terutama untuk meredakan batuk kering dan iritasi tenggorokan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Sep 2026 - 12:41:24
 

II. Ciri-ciri Ceri Hitam

Tumbuh subur di Amerika Utara, biasanya di hutan terbuka, pinggiran ladang, atau area yang terpapar sinar matahari. Pohon ini cukup toleran dengan berbagai jenis tanah, asal sistem drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Ceri Hitam (Prunus serotina):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon berukuran sedang hingga besar dengan kulit kayu berwarna abu-abu gelap hingga hitam yang kalau sudah tua teksturnya pecah-pecah mirip serpihan keripik kentang.
Daun Berbentuk lonjong meruncing dengan tepian bergerigi halus. Permukaan atasnya hijau mengkilap, sedangkan bagian bawahnya punya sedikit bulu halus di dekat tulang daun.
Bunga Tumbuh bergerombol membentuk rangkaian panjang (raceme) yang menjuntai, warnanya putih bersih dengan aroma yang cukup tajam.
Buah Buah beri bulat kecil yang saat masih muda berwarna merah, lalu berubah jadi hitam gelap atau ungu tua saat sudah matang. Rasanya agak sepat tapi disukai burung.
Akar Sistem perakarannya cukup dalam dan kuat, membantu pohon ini bertahan di berbagai kondisi tanah.

III. Manfaat Ceri Hitam

5 Manfaat Ceri Hitam untuk kesehatan.

  1. Meredakan batuk kering dan iritasi saluran pernapasan

    Tanin memberikan efek astringen pada mukosa faring sehingga mengurangi rangsang refleks batuk. Scopoletin diduga memberikan efek relaksasi otot polos bronkus, sedangkan prunasin dalam dosis sangat kecil dapat melepaskan benzaldehid dan hidrogen sianida yang secara historis diyakini menekan pusat batuk; efek ini tidak boleh dieksploitasi karena risiko toksik.

    Senyawa Aktif: prunasin, Skopoletin, tanin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada radang mukosa tenggorokan

    Scopoletin dan kuersetin menghambat pelepasan mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan nitrit oksida melalui modulasi NF-κB serta penghambatan COX-2/5-LOX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien.

    Tampilkan
  3. Antioksidan / perlindungan terhadap stres oksidatif

    Asam klorogenat, kuersetin, dan proantosianidin menyumbangkan atom hidrogen pada radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan dapat mengaktifkan jalur Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Kuersetin, proantosianidin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Ceri Hitam

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ceri Hitam.

  1. Prunasin

    Golongan: Sianogenik glikosida
    Bagian Tanaman: Kulit batang (cortex); daun dan biji juga mengandung glikosida sianogenik, tetapi bukan bagian untuk sediaan kulit kayu.
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Hidrogen Sianida Dan Benzaldehida; Dalam Dosis Mikro Tradisional Diklaim Sebagai Sedatif Pernapasan Dan Antitusif, Tetapi Efek Klinisnya Belum Dibuktikan Secara Modern..
    Tampilkan
  2. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Relaksan Otot Polos, Dan Antitusif Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Modulator Metabolisme Glukosa; Menghambat Absorpsi Glukosa Pada Beberapa Uji Klinis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ceri Hitam

Interaksi & Kontraindikasi Ceri Hitam dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi (non-heme)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin dalam Prunus serotina dapat mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya. Beri jeda minimal 2 jam antara konsumsi herbal dan suplemen zat besi.

  2. Riwayat alergi terhadap suku Rosaceae (ceri, apel, persik, almond)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Berisiko menimbulkan reaksi hipersensitivitas silang. Jangan digunakan pada individu dengan alergi terhadap tumbuhan dari suku Rosaceae.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan/antiplatelet (warfarin, klopidogrel, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan kumarin dan tanin berpotensi meningkatkan risiko perdarahan. Sebaiknya hindari, atau pantau INR/monitoring ketat bila penggunaan tidak dapat dihindari.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Ceri Hitam

Ceri hitam (Prunus serotina) dikenal kaya akan manfaat kesehatan, namun bagian tanaman tertentu, terutama biji, daun, dan rantingnya, mengandung senyawa beracun yang dikenal sebagai glikosida sianogenik (seperti prunasin dan amigdalin). Ketika jaringan tanaman ini rusak, dikunyah, atau dicerna, enzim yang ada di dalamnya memecah glikosida tersebut untuk menghasilkan hidrogen sianida (HCN), sebuah racun yang sangat kuat. Keracunan sianida dari konsumsi bagian tanaman ceri hitam yang tidak tepat dapat menyebabkan gejala awal berupa kesulitan bernapas, kecemasan, pusing, sakit kepala, kelemahan otot, dan muntah. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat berlanjut menjadi kejang, tekanan darah rendah, denyut jantung lambat, koma, hingga kegagalan pernapasan yang berpotensi fatal.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ceri Hitam

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ceri Hitam.

  1. Prunus serotina Ehrh. (Rosaceae): Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Tanaman ini secara tradisional digunakan sebagai antitusif, antiinflamasi, antidiabetes, dan antimikroba. Senyawa utama meliputi flavonoid, asam fenolik, dan glikosida sianogenik.
    Tampilkan
  2. Ekstrak buah dan daun Prunus serotina Ehrh. sebagai sumber polifenol dengan aktivitas antioksidan dan antimikroba

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak kaya polifenol dan menunjukkan aktivitas antioksidan kuat. Ekstrak juga menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif.
    Tampilkan
  3. Pengaruh ekstrak buah ceri hitam (Prunus serotina Ehrh.) terhadap stres oksidatif dan profil lipid pada tikus yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar malondialdehida (MDA) dan meningkatkan enzim antioksidan SOD, GPx, serta CAT. Profil lipid juga membaik pada kelompok yang diberi ekstrak.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ceri Hitam

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ceri Hitam.

Apa itu ceri hitam (*Prunus serotina*) dan bagian apa yang biasa digunakan?
Ceri hitam adalah pohon dari famili Rosaceae yang berasal dari Amerika Utara. Bagian yang paling banyak digunakan dalam pengobatan tradisional adalah kulit batangnya. Kulit batang mengandung prunasin (glikosida sianogenik), tanin, flavonoid, dan asam fenolat, sedangkan buahnya mengandung antosianin. Penggunaan kulit batang terutama tercatat sebagai ekspektoran dan obat batuk. Lihat European Medicines Agency. Community herbal monograph on Prunus serotina (Ehrh.), cortex. EMA/HMPC; 2011.
Apakah buah ceri hitam aman dikonsumsi setiap hari?
Daging buah ceri hitam yang matang umumnya dapat dimakan seperti buah pada umumnya. Namun, biji dan kulit batang tidak boleh dimakan sebagai makanan sehari-hari karena mengandung prunasin yang dapat melepaskan hidrogen sianida ketika dikunyah atau dicerna. Konsumsi harian sebaiknya tetap dalam jumlah normal dan hindari biji yang hancur. Menurut EFSA. Evaluation of the health risks related to the presence of cyanogenic glycosides in foods other than raw apricot kernels. EFSA Journal; 2019., paparan glikosida sianogenik dari makanan harus dibatasi agar tidak melampaui dosis aman.
Bagaimana cara penggunaan ceri hitam sebagai obat herbal?
Penggunaan yang paling umum adalah dalam bentuk rebusan atau infusa kulit batang kering, yang diminum untuk meredakan batuk. Sediaan cair (tingtur) dan ekstrak kering juga tersedia secara komersial. Karena rentang keamanan bahan ini sempit, gunakan produk terstandar dan ikuti aturan pakai pada label. Penggunaan tidak dianjurkan lebih dari 1–2 minggu tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Lihat European Medicines Agency. Community herbal monograph on Prunus serotina (Ehrh.), cortex. EMA/HMPC; 2011.
Apakah ceri hitam benar-benar dapat meredakan batuk?
Secara tradisional, kulit batang ceri hitam digunakan sebagai antitusif ringan untuk batuk kering dan batuk akibat iritasi tenggorokan. Efek ini diperkirakan berasal dari kombinasi prunasin dalam dosis sangat kecil dan senyawa lain yang memiliki efek menekan refleks batuk. EMA mengakuinya sebagai obat herbal tradisional, tetapi bukti klinis modern yang kuat masih terbatas. Referensi: European Medicines Agency. Community herbal monograph on Prunus serotina (Ehrh.), cortex. EMA/HMPC; 2011.
Apa efek samping dan risiko dari penggunaan ceri hitam?
Pada dosis terapi, efek samping yang dilaporkan umumnya ringan seperti mual dan gangguan pencernaan. Risiko utama adalah keracunan sianida karena prunasin. Gejala keracunan meliputi sakit kepala, pusing, muntah, kebingungan, sesak napas, bahkan kejang bila dosis sangat tinggi. Karena itu kulit batang dan biji tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Lihat EFSA. Evaluation of the health risks related to the presence of cyanogenic glycosides in foods other than raw apricot kernels. EFSA Journal; 2019.
Apakah ceri hitam aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman dan tidak disarankan. Belum ada data keamanan yang memadai, dan kandungan prunasin dapat menjadi sumber sianida yang berisiko bagi ibu dan janin/bayi. Monograf EMA mencantumkan masa kehamilan dan menyusui sebagai kontraindikasi. Referensi: European Medicines Agency. Community herbal monograph on Prunus serotina (Ehrh.), cortex. EMA/HMPC; 2011.
Bolehkah ceri hitam diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak disarankan. Anak-anak lebih sensitif terhadap efek toksik sianida, dan belum ada bukti keamanan untuk penggunaan pada bayi, balita, dan anak di bawah 12 tahun. EMA tidak merekomendasikan penggunaan kulit batang ceri hitam pada kelompok usia tersebut. Referensi: European Medicines Agency. Community herbal monograph on Prunus serotina (Ehrh.), cortex. EMA/HMPC; 2011.
Apakah ceri hitam memiliki manfaat antioksidan untuk kesehatan umum?
Buah ceri hitam (capulín) mengandung antosianin, flavonoid, dan asam fenolat yang menunjukkan aktivitas antioksidan dalam penelitian laboratorium. Konsumsi buah segar dapat menjadi bagian dari diet tinggi polifenol, tetapi ini tidak menggantikan pola makan sehat atau pengobatan penyakit. Penelitian in vivo dan uji klinis pada manusia yang spesifik untuk Prunus serotina masih terbatas. Lihat Ordaz-Galindo, A. et al. Purification and identification of capulin (Prunus serotina) anthocyanins. Food Chemistry; 1999.

Cramp Bark

Viburnum opulus

Osha Root

Ligusticum porteri

Cari: