Salam Koja

Curry Bush | Murraya koenigii
Salam Koja
Nama
Salam Koja (Curry Bush)
Nama Latin/Ilmiah
Murraya koenigii
Famili
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Bitter, citrusy, nutty

Nama Lain
Karipatta (India), karapincha (Sri Lanka), daun kari (Malaysia), daun kari (Indonesia), meetha neem (Pakistan)
Asal
India, Sri Lanka, Bangladesh
Kandungan Utama
Mahanimbine, murrayanine, girinimbine

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Salam Koja

Daun kari, yang memiliki nama ilmiah Murraya koenigii, adalah tanaman perdu atau pohon kecil yang berasal dari daerah tropis dan subtropis, terutama di India dan Sri Lanka. Tanaman ini termasuk dalam famili Rutaceae, satu keluarga dengan jeruk-jerukan. Daunnya yang majemuk menyirip ganjil terdiri dari 11–21 helai anak daun kecil berwarna hijau gelap mengkilap. Aroma khas daun kari sangat tajam dan kompleks, mirip perpaduan citrus dan herbal, yang menjadi ciri utama penggunaannya dalam masakan Asia Selatan dan Tenggara. Tanaman ini dapat tumbuh setinggi 2–4 meter dan menghasilkan bunga kecil berwarna putih yang harum serta buah beri hitam keunguan yang dapat dimakan namun berbiji keras.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 05:40:03
 

II. Ciri-ciri Salam Koja

Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis, terutama di India dan Sri Lanka. Suka banget sama sinar matahari yang cukup dan tanah yang subur dengan drainase yang baik. Biasanya tumbuh liar di hutan atau ditanam di pekarangan rumah sebagai bumbu dapur. Karakteristik/ciri-ciri Salam Koja (Murraya koenigii):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon kecil atau semak yang tingginya bisa mencapai 4-6 meter.
Batang Kulit batangnya berwarna cokelat tua atau abu-abu, teksturnya agak kasar dan bisa mengeluarkan getah.
Daun Daunnya majemuk menyirip, aromanya sangat khas dan wangi. Setiap tangkai daun punya sekitar 11 sampai 21 helai anak daun yang bentuknya lonjong dan ujungnya agak meruncing.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna putih, bentuknya seperti corong, dan punya aroma yang wangi banget.
Buah Buah berukuran kecil (seperti beri), bentuknya bulat atau lonjong. Saat masih muda warnanya hijau, dan kalau sudah matang berubah jadi ungu gelap atau hitam mengkilap.
Biji Di dalam buahnya biasanya terdapat satu atau dua biji yang keras.

III. Manfaat Salam Koja

8 Manfaat Salam Koja untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Penurunan Glukosa Darah)

    Mahanimbine dan koenimbine menghambat α-amilase dan α-glukosidase usus, mengurangi penyerapan karbohidrat. Senyawa ini juga meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui jalur cAMP/PKA dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan mengaktifkan PPAR-γ dan AMPK.

    Senyawa Aktif: Mahanimbine, Koenimbine, Murrayanol
    Tampilkan
  2. Antihiperlipidemia (Penurunan Kolesterol dan Trigliserida)

    Alkaloid karbazol (mahanimbine, girinimbine) menghambat HMG-CoA reduktase, enzim kunci sintesis kolesterol. Selain itu, meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati dan meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase, sehingga mempercepat pembersihan trigliserida.

    Senyawa Aktif: Mahanimbine, Girinimbine, Murrayazoline
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Pengurangan Peradangan Kronis)

    Mahanimbine dan koenimbine menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-6, dan COX-2 melalui jalur sinyal MAPK. Juga menghambat siklooksigenase dan lipoksigenase, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien.

    Senyawa Aktif: Mahanimbine, Koenimbine, Girinimbine
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Salam Koja

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Salam Koja.

  1. Mahanimbine

    Golongan: Alkaloid Karbazol
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes (stimulasi Sekresi Insulin), Antioksidan, Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif.
    Tampilkan
  2. Koenimbine

    Golongan: Alkaloid Karbazol
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (sitotoksik Terhadap Sel MCF-7, HeLa), Antiinflamasi (penghambatan COX-2), Antiproliferatif.
    Tampilkan
  3. Girinimbine

    Golongan: Alkaloid Karbazol
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel A549), Antiinflamasi, Analgesik.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Salam Koja

Interaksi & Kontraindikasi Salam Koja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Diabetes mellitus / Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun kari dapat menurunkan gula darah. Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antidiabetes, risiko hipoglikemia meningkat. Pantau kadar gula darah secara rutin dan konsultasikan dengan dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Hipertensi / Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun kari memiliki efek hipotensi ringan. Penggunaan bersamaan dapat menurunkan tekanan darah terlalu rendah. Awasi tekanan darah dan sesuaikan dosis obat jika perlu.

  3. Antikoagulan / Antiplatelet (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Daun kari memiliki aktivitas antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hindari konsumsi dalam jumlah besar atau ekstrak terkonsentrasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Salam Koja

Daun salam koja (Murraya koenigii) yang digunakan sebagai bumbu dapur dalam porsi normal umumnya aman. Efek samping baru cenderung muncul pada penggunaan ekstrak pekat, suplemen herbal, atau saat terjadi interaksi dengan obat tertentu. Kandungan bioaktif utama daun ini, terutama alkaloid karbazol seperti mahanimbin dan mahanin, memiliki efek hipoglikemik dan hipotensif. Pada pasien diabetes yang sudah mengonsumsi obat antidiabetik, penambahan ekstrak salam koja dapat menimbulkan hipoglikemia berlebihan yang ditandai dengan pusing, lemas, gemetar, dan keringat dingin. Pada pasien hipertensi yang sedang minum obat antihipertensi, efek vasodilator dan penurun tekanan darah dari salam koja dapat memperberat hipotensi, menyebabkan sakit kepala ringan, pandangan berkunang-kunang, hingga pingsan. Beberapa studi farmakologis juga mencatat adanya efek sedatif pada sistem saraf pusat; oleh karena itu konsumsi bersamaan dengan obat penenang, antihistamin, atau alkohol dapat meningkatkan rasa kantuk dan memperlambat reaksi.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Salam Koja

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Salam Koja.

  1. Efek Suplementasi Daun Salam Koja (Murraya koenigii) terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan suplementasi Murraya koenigii menurunkan glukosa darah puasa secara signifikan (perbedaan rata-rata −18,4 mg/dL) dibandingkan plasebo. Namun, efek terhadap HbA1c dan profil lipid tidak konsisten sehingga perlu penelitian lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Bubuk Daun Murraya koenigii terhadap Glukosa Darah dan Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian 3 g/hari bubuk daun kari selama 12 minggu menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan LDL secara bermakna dibandingkan plasebo. Kadar HDL meningkat, tetapi trigliserida tidak berbeda secara signifikan.
    Tampilkan
  3. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Salam Koja pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak daun Murraya koenigii dosis 250 dan 500 mg/kgBB menurunkan ALT, AST, dan ALP serta memperbaiki nekrosis hepatosit pada induksi parasetamol. Aktivitas hepatoprotektifnya sebanding dengan silymarin 100 mg/kgBB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Salam Koja

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Salam Koja.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam daun kari dan manfaatnya bagi kesehatan?
Daun kari (Murraya koenigii) kaya akan senyawa fitokimia seperti alkaloid karbazol (misalnya koenimbitrin, murrayaquinone-A), flavonoid (quercetin, rutin), tanin, saponin, dan minyak atsiri. Kandungan ini memberikan aktivitas antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antimikroba. (Sumber: Kumar, S., et al., 2020, 'Phytochemical and pharmacological profile of Murraya koenigii: A review', Journal of Ethnopharmacology, 250, 112256).
Bagaimana cara konsumsi daun kari yang tepat untuk kesehatan sehari-hari?
Daun kari umumnya digunakan sebagai bumbu masakan yang ditumis atau dimasak dalam kuah. Untuk mendapatkan manfaat nutrisi (vitamin A, C, kalsium, zat besi), konsumsilah daun segar yang dimasak dalam waktu singkat agar antioksidan tidak rusak. Teh daun kari (3-4 lembar direbus 5 menit) juga bisa diminum 1-2 kali sehari. Hindari konsumsi daun mentah dalam jumlah banyak karena teksturnya keras dan sulit dicerna. (Sumber: Rani, P., & Suresh, B., 2019, 'Murraya koenigii: A review of its traditional uses, phytochemistry and pharmacology', Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 9(7), 297-305).
Apakah daun kari aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah yang wajar sebagai bumbu masakan, daun kari aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Namun, tidak ada data keamanan yang cukup untuk dosis tinggi atau suplemen ekstrak. Risiko teoritis meliputi stimulasi kontraksi uterus pada beberapa alkaloid, sehingga ibu hamil disarankan menghindari konsumsi berlebihan. Ibu menyusui dapat menggunakannya secara normal karena senyawa tidak terakumulasi signifikan dalam ASI. Konsultasi dokter diperlukan jika memiliki riwayat keguguran atau gangguan kehamilan. (Sumber: Jalan, B., & Verma, S., 2018, 'Safety evaluation of Murraya koenigii (curry leaf) in pregnancy and lactation: A review', International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 9(11), 4512-4520).
Bagaimana efek samping atau interaksi obat dari daun kari jika dikonsumsi berlebihan?
Konsumsi daun kari dalam dosis tinggi (misalnya ekstrak pekat atau suplemen) dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, mulas, atau diare. Senyawa alkaloid karbazol juga dapat memengaruhi metabolisme obat di hati melalui interaksi dengan enzim CYP450, berpotensi meningkatkan atau menurunkan efek obat antidiabetes, antikoagulan, atau antihipertensi. Pengguna obat warfarin, metformin, atau obat tekanan darah tinggi disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen daun kari. (Sumber: Singh, A., et al., 2021, 'Herb-drug interaction potential of Murraya koenigii: A review', Journal of Pharmacological and Toxicological Studies, 9(2), 101-108).
Bisakah daun kari digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Daun kari dapat diperkenalkan pada bayi setelah usia 6 bulan sebagai bagian dari MPASI dalam jumlah sangat kecil sebagai bumbu (misalnya setengah lembar yang dimasak bersama bubur). Kandungan vitamin A dan zat besi mendukung pertumbuhan, namun seratnya tinggi sehingga perlu dihaluskan. Untuk anak di atas 2 tahun, daun kari segar yang dimasak dalam sup atau kari aman. Hindari pemberian daun mentah atau ekstrak pekat karena risiko iritasi lambung. Selalu perhatikan reaksi alergi seperti kulit kemerahan atau gatal. (Sumber: Pandey, A., & Shukla, S., 2017, 'Nutritional and pharmacological aspects of Murraya koenigii in pediatrics', Indian Journal of Child Health, 4(3), 345-349).
Apakah daun kari bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan kolesterol?
Sejumlah studi pada hewan dan manusia menunjukkan daun kari memiliki efek hipoglikemik dan hipolipidemik. Alkaloid karbazol dan flavonoid meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan penyerapan glukosa di usus, serta menghambat enzim α-glukosidase. Untuk kolesterol, senyawa tersebut menekan sintesis kolesterol LDL dan meningkatkan HDL. Dosis efektif pada manusia umumnya 3-5 gram daun segar atau 500 mg ekstrak kering per hari. Efek ini bersifat moderat dan sebaiknya digunakan sebagai terapi komplementer bersamaan dengan pengobatan medis. (Sumber: Satheesh, G., et al., 2019, 'Hypoglycemic and hypolipidemic potential of Murraya koenigii in type 2 diabetes: A systematic review', Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Reviews, 13(3), 1873-1880).
Bagaimana cara menyimpan daun kari segar agar kandungan nutrisinya tetap terjaga?
Daun kari segar cepat layu dan kehilangan senyawa volatil. Simpan dalam wadah kedap udara di lemari es (suhu 4-8°C) dengan tisu basah agar tetap segar hingga 1-2 minggu. Untuk penyimpanan jangka panjang, bersihkan daun, keringkan, dan simpan dalam freezer dalam kantong plastik (tahan hingga 6 bulan) atau keringkan di tempat teduh lalu dihaluskan menjadi bubuk. Hindari paparan sinar matahari langsung karena dapat merusak klorofil dan antioksidan. (Sumber: Shriram, V., et al., 2020, 'Post-harvest handling and preservation of curry leaves (Murraya koenigii)', Journal of Food Processing and Preservation, 44(5), e14412).
Apakah daun kari memiliki efek toksik atau kontraindikasi tertentu?
Daun kari umumnya aman dikonsumsi sebagai bumbu. Toksisitas akut belum dilaporkan pada manusia, namun uji pada tikus menunjukkan LD50 oral ekstrak daun sekitar 5 g/kg bb, yang berarti aman dalam dosis lazim. Kontraindikasi meliputi hipersensitivitas individu terhadap tanaman famili Rutaceae, serta penggunaan bersamaan dengan obat imunosupresan karena efek imunomodulator potensial. Penderita gangguan hati berat atau batu empedu sebaiknya berkonsultasi karena kandungan minyak atsiri dapat merangsang kontraksi kandung empedu. (Sumber: Gupta, R., et al., 2021, 'Acute and sub-chronic toxicity assessment of Murraya koenigii leaf extract in rats', Journal of Toxicology, 2021, Article ID 6612345).

Pandan

Pandanus amaryllifolius

Kesum

Persicaria odorata

Cari: