Advertisement
Daun kari, yang memiliki nama ilmiah Murraya koenigii, adalah tanaman perdu atau pohon kecil yang berasal dari daerah tropis dan subtropis, terutama di India dan Sri Lanka. Tanaman ini termasuk dalam famili Rutaceae, satu keluarga dengan jeruk-jerukan. Daunnya yang majemuk menyirip ganjil terdiri dari 11–21 helai anak daun kecil berwarna hijau gelap mengkilap. Aroma khas daun kari sangat tajam dan kompleks, mirip perpaduan citrus dan herbal, yang menjadi ciri utama penggunaannya dalam masakan Asia Selatan dan Tenggara. Tanaman ini dapat tumbuh setinggi 2–4 meter dan menghasilkan bunga kecil berwarna putih yang harum serta buah beri hitam keunguan yang dapat dimakan namun berbiji keras.
Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis, terutama di India dan Sri Lanka. Suka banget sama sinar matahari yang cukup dan tanah yang subur dengan drainase yang baik. Biasanya tumbuh liar di hutan atau ditanam di pekarangan rumah sebagai bumbu dapur. Karakteristik/ciri-ciri Salam Koja (Murraya koenigii):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Pohon kecil atau semak yang tingginya bisa mencapai 4-6 meter. |
| Batang | Kulit batangnya berwarna cokelat tua atau abu-abu, teksturnya agak kasar dan bisa mengeluarkan getah. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip, aromanya sangat khas dan wangi. Setiap tangkai daun punya sekitar 11 sampai 21 helai anak daun yang bentuknya lonjong dan ujungnya agak meruncing. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berwarna putih, bentuknya seperti corong, dan punya aroma yang wangi banget. |
| Buah | Buah berukuran kecil (seperti beri), bentuknya bulat atau lonjong. Saat masih muda warnanya hijau, dan kalau sudah matang berubah jadi ungu gelap atau hitam mengkilap. |
| Biji | Di dalam buahnya biasanya terdapat satu atau dua biji yang keras. |
8 Manfaat Salam Koja untuk kesehatan.
Mahanimbine dan koenimbine menghambat α-amilase dan α-glukosidase usus, mengurangi penyerapan karbohidrat. Senyawa ini juga meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui jalur cAMP/PKA dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan mengaktifkan PPAR-γ dan AMPK.
Alkaloid karbazol (mahanimbine, girinimbine) menghambat HMG-CoA reduktase, enzim kunci sintesis kolesterol. Selain itu, meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati dan meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase, sehingga mempercepat pembersihan trigliserida.
Mahanimbine dan koenimbine menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-6, dan COX-2 melalui jalur sinyal MAPK. Juga menghambat siklooksigenase dan lipoksigenase, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Salam Koja.
Interaksi & Kontraindikasi Salam Koja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Daun salam koja (Murraya koenigii) yang digunakan sebagai bumbu dapur dalam porsi normal umumnya aman. Efek samping baru cenderung muncul pada penggunaan ekstrak pekat, suplemen herbal, atau saat terjadi interaksi dengan obat tertentu. Kandungan bioaktif utama daun ini, terutama alkaloid karbazol seperti mahanimbin dan mahanin, memiliki efek hipoglikemik dan hipotensif. Pada pasien diabetes yang sudah mengonsumsi obat antidiabetik, penambahan ekstrak salam koja dapat menimbulkan hipoglikemia berlebihan yang ditandai dengan pusing, lemas, gemetar, dan keringat dingin. Pada pasien hipertensi yang sedang minum obat antihipertensi, efek vasodilator dan penurun tekanan darah dari salam koja dapat memperberat hipotensi, menyebabkan sakit kepala ringan, pandangan berkunang-kunang, hingga pingsan. Beberapa studi farmakologis juga mencatat adanya efek sedatif pada sistem saraf pusat; oleh karena itu konsumsi bersamaan dengan obat penenang, antihistamin, atau alkohol dapat meningkatkan rasa kantuk dan memperlambat reaksi.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Salam Koja.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Salam Koja.