Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Daun Salam Koja (Murraya koenigii) terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 uji klinis acak dengan total 421 subjek; dewasa dengan diabetes tipe 2 atau prediabetes.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 1–4 g/hari dalam bentuk serbuk daun atau ekstrak; durasi 8–16 minggu.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan suplementasi Murraya koenigii menurunkan glukosa darah puasa secara signifikan (perbedaan rata-rata −18,4 mg/dL) dibandingkan plasebo. Namun, efek terhadap HbA1c dan profil lipid tidak konsisten sehingga perlu penelitian lebih lanjut.
  2. Pengaruh Bubuk Daun Murraya koenigii terhadap Glukosa Darah dan Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    70 pasien diabetes melitus tipe 2 (usia 35–60 tahun) yang belum terkontrol dengan metformin.
    Dosis/Durasi:
    3 g bubuk daun/hari dalam kapsul, dibagi 2 kali sehari, selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian 3 g/hari bubuk daun kari selama 12 minggu menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan LDL secara bermakna dibandingkan plasebo. Kadar HDL meningkat, tetapi trigliserida tidak berbeda secara signifikan.
  3. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Salam Koja pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan (berat 180–220 g), dibagi 5 kelompok: kontrol, ekstrak 125, 250, 500 mg/kgBB, dan kontrol silymarin.
    Dosis/Durasi:
    125–500 mg/kgBB/hari secara oral selama 14 hari; induksi parasetamol 3 g/kgBB pada hari ke-14.
    Temuan:
    Ekstrak daun Murraya koenigii dosis 250 dan 500 mg/kgBB menurunkan ALT, AST, dan ALP serta memperbaiki nekrosis hepatosit pada induksi parasetamol. Aktivitas hepatoprotektifnya sebanding dengan silymarin 100 mg/kgBB.
  4. Aktivitas Penghambatan α-Glukosidase dan α-Amilase oleh Alkaloid Karbazol dari Daun Murraya koenigii

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Vitro dan In Silico
    Sampel:
    Fraksi alkaloid karbazol (mahanimbin, koenimbin, murrayanin) hasil kromatografi; uji enzimatik dilakukan 3 kali replikasi.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 1–100 µg/mL; tidak ada pemberian pada hewan/manusia.
    Temuan:
    Mahanimbin menunjukkan penghambatan α-glukosidase yang paling kuat dengan IC₅₀ 12,4 µg/mL, diikuti koenimbin (18,9 µg/mL). Penambatan molekuler menunjukkan ikatan hidrogen dengan residu katalitik enzim, menjelaskan mekanisme inhibisi.
  5. Uji Klinis Acak Efek Ekstrak Daun Murraya koenigii terhadap Status Antioksidan pada Subjek Dewasa Sehat

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    40 subjek sehat berusia 22–45 tahun; 20 menerima ekstrak, 20 plasebo.
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak daun/hari (dikapsul), selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak 500 mg/hari selama 8 minggu meningkatkan kapasitas antioksidan total dan superoksida dismutase, serta menurunkan kadar malondialdehid serum. Tidak ditemukan perubahan signifikan pada fungsi hati dan ginjal.
  6. Efek Neuroprotektif Ekstrak Daun Murraya koenigii terhadap Gangguan Kognitif Akibat Aluminium Klorida pada Tikus

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan; diinduksi AlCl₃ 100 mg/kgBB selama 60 hari; tiga dosis ekstrak (100, 200, 400 mg/kgBB).
    Dosis/Durasi:
    100–400 mg/kgBB/hari oral bersamaan dengan induksi AlCl₃ selama 60 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak 200 dan 400 mg/kgBB memperbaiki memori spasial pada Morris water maze serta menurunkan kadar asetilkolinesterase dan malondialdehid di jaringan otak. Secara histologis, ekstrak mengurangi degenerasi neuron di hipokampus.
  7. Aktivitas Antimikroba Tanaman Salam Koja (Murraya koenigii): Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    21 studi in vitro yang menilai ekstrak atau minyak atsiri daun Murraya koenigii terhadap bakteri dan jamur.
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada data dosis klinis; konsentrasi uji MIC 0,2–5,0 mg/mL.
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai MIC bervariasi antara 0,2 dan 5,0 mg/mL. Adanya heterogenitas metode ekstraksi menyulitkan perbandingan langsung antarl studi.

Advertisement


Cari: