Sampel:
30 tikus Wistar jantan (berat 180–220 g), dibagi 5 kelompok: kontrol, ekstrak 125, 250, 500 mg/kgBB, dan kontrol silymarin.
Dosis/Durasi:
125–500 mg/kgBB/hari secara oral selama 14 hari; induksi parasetamol 3 g/kgBB pada hari ke-14.
Temuan:
Ekstrak daun Murraya koenigii dosis 250 dan 500 mg/kgBB menurunkan ALT, AST, dan ALP serta memperbaiki nekrosis hepatosit pada induksi parasetamol. Aktivitas hepatoprotektifnya sebanding dengan silymarin 100 mg/kgBB.