Teh hangat ini memadukan daun salam koja (Murraya koenigii) dengan jahe dan serai, terinspirasi dari tradisi minum rempah Nusantara dan Ayurveda. Kandungan alkaloid karbazol dan polifenolnya membuat minuman ini berpotensi membantu menjaga keseimbangan gula darah serta meredakan kembung.
| 10-12 lembar Daun salam koja segar, cuci bersih |
| 3 cm Jahe, memarkan |
| 2 batang Serai, ambil bagian putih, memarkan |
| 500 ml Air |
| 1 sdm Madu (opsional) |
| 1 buah Jeruk nipis, ambil airnya (opsional) |
Jahe dan serai membantu melancarkan pencernaan dan menghangatkan tubuh, sedangkan daun salam koja memberikan efek antioksidan. Dengan konsumsi wajar, teh ini dapat menjadi pendamping pola makan sehat, bukan pengganti terapi medis.
Advertisement
Minum 1 cangkir (200 ml) setelah makan utama, maksimal 2 cangkir sehari. Gunakan sekitar 10-12 lembar daun untuk 500 ml air dan hentikan bila muncul gejala tidak nyaman.
Dalam dosis pekat, teh ini dapat memperkuat efek obat antidiabetes serta obat antikoagulan/antiplatelet. Polifenol dan taninnya juga dapat mengganggu penyerapan zat besi, jadi beri jarak 1-2 jam dari suplemen zat besi.
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui dalam dosis pekat tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Hati-hati pada orang yang mudah hipoglikemia atau memiliki gangguan pembekuan darah.
Resep Herbal: #0216