Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Prunus serotina Ehrh. (Rosaceae): Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Tinjauan literatur/naratif
    Sampel:
    Kajian literatur dari berbagai studi fitokimia dan farmakologi; tidak menggunakan sampel manusia atau hewan secara langsung.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur).
    Temuan:
    Tanaman ini secara tradisional digunakan sebagai antitusif, antiinflamasi, antidiabetes, dan antimikroba. Senyawa utama meliputi flavonoid, asam fenolik, dan glikosida sianogenik.
  2. Ekstrak buah dan daun Prunus serotina Ehrh. sebagai sumber polifenol dengan aktivitas antioksidan dan antimikroba

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak buah dan daun Prunus serotina dari Polandia; diuji dengan uji antioksidan DPPH, ABTS, FRAP serta bakteri Gram-positif dan Gram-negatif.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,1–10 mg/mL; durasi inkubasi bervariasi sesuai uji in vitro.
    Temuan:
    Ekstrak kaya polifenol dan menunjukkan aktivitas antioksidan kuat. Ekstrak juga menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif.
  3. Pengaruh ekstrak buah ceri hitam (Prunus serotina Ehrh.) terhadap stres oksidatif dan profil lipid pada tikus yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan)
    Sampel:
    Tikus Wistar jantan (n=40) yang dibagi menjadi beberapa kelompok diet tinggi lemak dengan atau tanpa ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100 dan 200 mg/kg berat badan/hari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar malondialdehida (MDA) dan meningkatkan enzim antioksidan SOD, GPx, serta CAT. Profil lipid juga membaik pada kelompok yang diberi ekstrak.
  4. Pengaruh ekstrak buah Prunus serotina Ehrh. terhadap aktivitas enzim pencernaan dan status antioksidan pada tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan)
    Sampel:
    Tikus yang diberi ekstrak buah Prunus serotina; diuji aktivitas α-amilase, α-glukosidase, dan parameter antioksidan.
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak 100–200 mg/kg berat badan/hari selama 4–8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak menghambat aktivitas α-amilase dan α-glukosidase. Status antioksidan pada tikus juga meningkat setelah pemberian ekstrak.
  5. Aktivitas antidiabetes ekstrak kulit batang Prunus serotina Ehrh. pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan)
    Sampel:
    Tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin; dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok dosis ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak 100–400 mg/kg berat badan/hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak kulit batang menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan toleransi glukosa. Efek ini diduga terkait dengan kandungan polifenol.
  6. Aktivitas antiinflamasi ekstrak kulit batang Prunus serotina Ehrh. pada makrofag yang distimulasi LPS

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Makrofag RAW 264.7 yang distimulasi lipopolisakarida (LPS).
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10–100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6. Efek antiinflamasi diduga melalui inhibisi jalur NF-κB.
  7. Glikosida sianogenik pada buah dan daun Prunus serotina Ehrh.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Analisis fitokimia
    Sampel:
    Sampel buah dan daun Prunus serotina dari beberapa lokasi; dianalisis dengan HPLC-MS.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (analisis kandungan).
    Temuan:
    Prunasin dan amygdalin teridentifikasi sebagai glikosida sianogenik utama. Kadarnya bervariasi antar organ dan lokasi tumbuh.

Advertisement


Cari: