Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas antivirus in vitro Ligusticum porteri terhadap infeksi SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel Vero E6 dan sel epitel saluran napas manusia
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% 0,1–100 µg/mL selama 24–72 jam
    Temuan:
    Ekstrak akar Osha menghambat replikasi SARS-CoV-2 dengan IC50 rendah dan mengurangi infeksi pada konsentrasi non-sitotoksik. Efek antivirus diduga terkait senyawa phthalide dan terpenoid.
  2. Aktivitas antivirus Ligusticum porteri terhadap virus respiratory syncytial manusia (hRSV) secara in vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel HEp-2 dan sel epitel bronkial manusia
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air/etanol 10–200 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak akar Osha menunjukkan aktivitas antivirus terhadap hRSV dengan menurunkan titer virus dan ekspresi gen viral. Efek ini tidak disertai sitotoksisitas signifikan pada sel inang.
  3. Komposisi kimia dan aktivitas antimikroba minyak esensial Ligusticum porteri

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Minyak esensial akar Osha; isolat bakteri Gram-positif dan Gram-negatif
    Dosis/Durasi:
    Minyak esensial 0,5–10 mg/mL; uji difusi cakram dan penentuan MIC
    Temuan:
    Minyak esensial kaya phthalides dan terpenoid, serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antimikroba bervariasi tergantung konsentrasi dan jenis bakteri.
  4. Aktivitas anti-inflamasi ekstrak akar Ligusticum porteri pada makrofag yang distimulasi LPS

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Makrofag RAW 264.7 dan makrofag manusia
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% 10–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak akar Osha menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan NO secara signifikan tanpa toksisitas seluler. Efek anti-inflamasi terkait penghambatan jalur NF-κB.
  5. Etnobotani dan penggunaan tradisional Ligusticum porteri di Meksiko

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi etnobotani
    Sampel:
    120 responden dari komunitas adat di Meksiko
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi etnobotani)
    Temuan:
    Osha digunakan secara tradisional untuk infeksi saluran napas, gangguan pencernaan, dan nyeri. Praktik pengumpulan dan konservasi tanaman perlu diperhatikan untuk menjaga kelestariannya.
  6. Ulasan sistematis farmakologi dan fitokimia genus Ligusticum: fokus pada Ligusticum porteri

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    150 artikel ilmiah dari PubMed, Scopus, dan Web of Science
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (ulasan sistematis)
    Temuan:
    Ligusticum porteri mengandung phthalides, terpenoid, dan fenolat yang berkhasiat anti-inflamasi, antimikroba, dan antivirus. Namun, bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas.
  7. Profil metabolik Ligusticum porteri dengan UPLC-QTOF-MS dan aktivitas anti-inflamasinya

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Ekstrak akar Osha; sel makrofag manusia
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 5–50 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Analisis metabolik mengidentifikasi 15 senyawa termasuk ferulic acid dan ligustilide. Ekstrak menghambat aktivasi NF-κB dan mengurangi mediator inflamasi.
  8. Simulasi docking molekuler senyawa Ligusticum porteri terhadap protease utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in silico
    Sampel:
    20 senyawa dari Ligusticum porteri; struktur Mpro SARS-CoV-2
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (simulasi molekuler)
    Temuan:
    Senyawa phthalide dan terpenoid menunjukkan afinitas pengikatan kuat terhadap Mpro SARS-CoV-2. Senyawa ini berpotensi sebagai inhibitor protease dan perlu validasi eksperimental lebih lanjut.

Advertisement


Cari: