Advertisement
Fritillaria cirrhosa, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Chuan Bei Mu, merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari famili Liliaceae yang berasal dari wilayah pegunungan tinggi di Tiongkok barat daya, seperti Provinsi Sichuan, Yunnan, dan Tibet. Tumbuhan ini tumbuh di ketinggian 3.000–4.500 meter di atas permukaan laut, dengan ciri khas batang tegak setinggi 20–50 cm dan daun linear yang tersusun spiral. Bagian yang paling bernilai adalah umbi lapis (bulb) berwarna putih kekuningan, yang terbentuk dari dua hingga tiga sisik berdaging. Umbi ini dipanen pada musim semi atau musim gugur, lalu dikeringkan untuk digunakan sebagai bahan obat. Keunikan morfologi Fritillaria cirrhosa terletak pada bentuk umbinya yang menyerupai mutiara atau tetesan air, sehingga sering disebut "bei mu" yang berarti "ibu mutiara" dalam bahasa Tionghoa.
Tumbuh subur di daerah pegunungan tinggi, biasanya di padang rumput alpine atau semak belukar pada ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang lembap, kaya humus, dan memiliki drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Chuan Bei Mu (Fritillaria cirrhosa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Umbi | Bentuknya bulat atau seperti gasing, tersusun dari dua sisik daging yang tebal, berwarna putih krem, dan menjadi bagian paling berharga karena mengandung khasiat obat. |
| Batang | Tumbuh tegak, silindris, ramping, dengan tinggi sekitar 15-50 cm, kadang-kadang berwarna ungu kemerahan. |
| Daun | Daun bagian bawah biasanya berpasangan atau berhadapan, sedangkan daun bagian atas sering tumbuh berseling dan ujungnya melengkung seperti sulur (cirrhose) yang berfungsi untuk memanjat. |
| Bunga | Bunga berbentuk lonceng atau corong yang menggantung ke bawah, berwarna kuning pucat atau kehijauan dengan bintik-bintik ungu kecokelatan di bagian dalamnya. |
| Buah | Berbentuk kapsul bersayap enam yang akan terbuka saat matang untuk menyebarkan biji-bijinya. |
7 Manfaat Chuan Bei Mu untuk kesehatan.
Alkaloid vertisin dan vertisinon bekerja sebagai antagonis reseptor β2-adrenergik pada otot polos bronkus, meningkatkan sekresi mukus dan menekan refleks batuk melalui inhibisi pusat batuk di medula oblongata. Selain itu, senyawa tersebut memodulasi kanal ion kalsium dan kalium pada sel epitel saluran napas.
Penghambatan jalur NF-κB dan MAPK (p38, ERK1/2) sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) dan COX-2. Alkaloid juga memblokade aktivasi NLRP3 inflamasom pada makrofag alveolar.
Induksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2 ratio, pelepasan sitokrom c, aktivasi kaspase-9 dan -3) dan penekanan jalur PI3K/Akt/mTOR. Senyawa juga menyebabkan penangkapan siklus sel pada fase G2/M melalui penghambatan cyclin B1/CDK1.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chuan Bei Mu.
Interaksi & Kontraindikasi Chuan Bei Mu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Chuan Bei Mu (Fritillaria cirrhosa) adalah herbal tradisional Tiongkok yang umumnya digunakan untuk meredakan batuk dan dahak. Meskipun secara umum dianggap aman bila digunakan sesuai petunjuk, penggunaan yang tidak tepat atau dosis berlebih dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Hal ini disebabkan oleh kandungan alkaloid isosteroidal di dalam umbi Fritillaria yang dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif atau ketika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Chuan Bei Mu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chuan Bei Mu.