• Herbapedia.id

Fritillaria / Chuan Bei Mu

Fritillaria cirrhosa
Nama: Fritillaria / Chuan Bei Mu
Nama Ilmiah: Fritillaria cirrhosa
Famili: Liliaceae

Kandungan:
Vertisin, vertisinon, isoverticin
Nama Lain:
Chuan Bei Mu (China), Sichuan fritillary (United States), Senbeimo (Japan), Cheonbaemu (South Korea), Xuyên bối mẫu (Vietnam)
Asal:
Tiongkok (Sichuan, Yunnan, Tibet), Nepal, Bhutan, India
Bagian Utama:
Umbi
Rasa:
Pahit, manis

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Fritillaria / Chuan Bei Mu

Fritillaria cirrhosa, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Chuan Bei Mu, merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari famili Liliaceae yang berasal dari wilayah pegunungan tinggi di Tiongkok barat daya, seperti Provinsi Sichuan, Yunnan, dan Tibet. Tumbuhan ini tumbuh di ketinggian 3.000–4.500 meter di atas permukaan laut, dengan ciri khas batang tegak setinggi 20–50 cm dan daun linear yang tersusun spiral. Bagian yang paling bernilai adalah umbi lapis (bulb) berwarna putih kekuningan, yang terbentuk dari dua hingga tiga sisik berdaging. Umbi ini dipanen pada musim semi atau musim gugur, lalu dikeringkan untuk digunakan sebagai bahan obat. Keunikan morfologi Fritillaria cirrhosa terletak pada bentuk umbinya yang menyerupai mutiara atau tetesan air, sehingga sering disebut "bei mu" yang berarti "ibu mutiara" dalam bahasa Tionghoa.

Advertisement

Dalam kerangka pengobatan tradisional Tiongkok (TCM), Chuan Bei Mu memiliki sifat energetik dingin dan rasa pahit-manis, yang dikaitkan dengan meridian paru-paru dan lambung. Umbi tumbuhan ini secara tradisional digunakan sebagai ekspektoran dan antitussive untuk mengobati batuk kering, dahak kental, serta infeksi saluran pernapasan akut maupun kronis. Kandungan alkaloid utama, seperti peimisin, peiminin, dan vertisin, bertanggung jawab atas efek farmakologisnya, termasuk aktivitas antitusif, antiinflamasi, dan bronkodilator. Penelitian modern juga menunjukkan potensi Fritillaria cirrhosa dalam menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru dan mengurangi sekresi lendir berlebih pada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Namun, penggunaan dosis tinggi atau tanpa pengawasan dapat menyebabkan efek samping seperti mual, pusing, atau bahkan depresi pernapasan karena toksisitas alkaloid tertentu.

Budidaya Fritillaria cirrhosa menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada ekosistem pegunungan tinggi yang rapuh dan periode pertumbuhan yang panjang (3–5 tahun hingga umbi siap panen). Permintaan pasar yang tinggi, terutama untuk bahan baku obat herbal, telah mendorong eksploitasi berlebihan dari alam liar sehingga spesies ini terdaftar dalam Appendix II CITES dan dikategorikan sebagai rentan (Vulnerable) oleh IUCN. Upaya konservasi meliputi pengembangan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan massal, serta program penanaman kembali di habitat alami. Selain itu, standarisasi ekstrak dan uji klinis terus dilakukan untuk memastikan khasiat dan keamanan Chuan Bei Mu, serta mengurangi ketergantungan pada spesies liar. Sebagai alternatif, spesies lain dari genus Fritillaria seperti F. thunbergii (Zhe Bei Mu) kadang digunakan, meskipun profil alkaloidnya berbeda.

Update: 30 Jul 2026 - 17:00:20

 

II. Manfaat Fritillaria / Chuan Bei Mu

Manfaat Fritillaria / Chuan Bei Mu untuk kesehatan.

  1. Antitusif dan Ekspektoran

    Alkaloid vertisin dan vertisinon bekerja sebagai antagonis reseptor β2-adrenergik pada otot polos bronkus, meningkatkan sekresi mukus dan menekan refleks batuk melalui inhibisi pusat batuk di medula oblongata. Selain itu, senyawa tersebut memodulasi kanal ion kalsium dan kalium pada sel epitel saluran napas.

    Senyawa Aktif: Vertisin (Peimine), Vertisinon (Peiminine), Imperialine
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Gangguan Saluran Napas

    Penghambatan jalur NF-κB dan MAPK (p38, ERK1/2) sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) dan COX-2. Alkaloid juga memblokade aktivasi NLRP3 inflamasom pada makrofag alveolar.

    Senyawa Aktif: Vertisin, Imperialine, Peiminoside
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antikanker (terutama Kanker Paru)

    Induksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2 ratio, pelepasan sitokrom c, aktivasi kaspase-9 dan -3) dan penekanan jalur PI3K/Akt/mTOR. Senyawa juga menyebabkan penangkapan siklus sel pada fase G2/M melalui penghambatan cyclin B1/CDK1.

    Senyawa Aktif: Vertisin, Vertisinon, Imperialine
    Tampilkan
  4. Efek Kardioprotektif dan Antiaritmia

    Blokade kanal Na+ voltase-gated (Nav1.5) dan kanal Ca2+ tipe-L pada miokardium, memperpanjang periode refrakter efektif. Juga menghambat arus K+ (IKr) yang berkontribusi pada efek antiaritmia kelas III. Selain itu, alkaloid menurunkan stress oksidatif dan apoptosis kardiomiosit melalui jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Vertisin, Vertisinon, Imperialine
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Fritillaria / Chuan Bei Mu

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Fritillaria / Chuan Bei Mu.

  1. Peimine (Verticine)

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Umbi (Bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitusif (penekan Batuk) Melalui Efek Pada Pusat Batuk Medula; Antiinflamasi Dengan Menghambat Produksi Sitokin Pro-inflamasi; Efek Ekspektoran Ringan..
    Tampilkan
  2. Peiminine (Verticinone)

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Umbi (Bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran Dengan Meningkatkan Sekresi Mukus Saluran Napas; Antiinflamasi Melalui Inhibisi COX-2 Dan NF-κB; Aktivitas Antikanker In Vitro Pada Sel Kanker Paru Dan Payudara..
    Tampilkan
  3. Imperialine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Umbi (Bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitumor Dengan Induksi Apoptosis Melalui Jalur Mitokondria Pada Sel Kanker; Antiinflamasi Dengan Menekan Aktivitas Makrofag; Efek Bronkodilator In Vitro..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. FAQ Fritillaria / Chuan Bei Mu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Fritillaria / Chuan Bei Mu.

Apa itu Fritillaria cirrhosa (Chuan Bei Mu) dan bagaimana mekanisme kerjanya dalam mengatasi batuk?
Fritillaria cirrhosa, dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Chuan Bei Mu, adalah umbi tanaman dari famili Liliaceae. Secara fitokimia, ia mengandung alkaloid seperti verticine (peimisine), verticinone, dan imperialine yang memiliki aktivitas antitusif, ekspektoran, dan bronkodilator. Mekanisme kerjanya meliputi penghambatan refleks batuk di pusat batuk medula oblongata serta pengenceran dahak melalui peningkatan sekresi mukus saluran napas (Wang et al., 2019, Journal of Ethnopharmacology).
Berapa dosis konsumsi harian yang aman untuk Fritillaria cirrhosa?
Dosis lazim dalam pengobatan tradisional Tiongkok adalah 3–9 gram umbi kering per hari, direbus atau diseduh. Namun, dosis harus disesuaikan dengan usia, kondisi, dan formulasi resep. Karena kandungan alkaloidnya yang toksik pada dosis tinggi, konsumsi melebihi 15 gram per hari dapat menyebabkan efek samping serius. Selalu konsultasikan dengan praktisi herbal atau tenaga medis (Chinese Pharmacopoeia Commission, 2020).
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Fritillaria cirrhosa?
Efek samping ringan meliputi mual, muntah, diare, dan pusing. Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan, dapat terjadi toksisitas alkaloid yang bermanifestasi sebagai hipotensi, bradikardia, gangguan irama jantung, hingga depresi pernapasan. Kasus keracunan serius jarang terjadi namun telah dilaporkan dengan penggunaan ekstrak pekat (Lin et al., 2017, Phytomedicine). Penggunaan bersamaan dengan obat penekan batuk lain harus dihindari.
Apakah Fritillaria cirrhosa aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Alkaloid dalam Fritillaria cirrhosa, khususnya verticine, diketahui memiliki efek stimulasi uterus pada hewan coba dan berpotensi menyebabkan kontraksi. Belum ada data keamanan yang cukup pada manusia hamil atau menyusui. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan laktasi dikontraindikasikan (Mills & Bone, 2005, Principles and Practice of Phytotherapy). Ibu menyusui juga disarankan menghindari karena belum diketahui ekskresinya dalam ASI.
Bolehkah Fritillaria cirrhosa diberikan kepada anak-anak atau bayi?
Penggunaan pada anak di bawah 12 tahun harus sangat hati-hati dan hanya di bawah pengawasan dokter atau herbalis berpengalaman. Bayi dan balita memiliki metabolisme yang belum matang sehingga rentan terhadap toksisitas alkaloid. Dosis anak biasanya lebih rendah (1–3 gram per hari) dan tidak boleh digunakan tanpa indikasi jelas serta pemantauan. Beberapa sumber TCM mengkontraindikasikan penggunaan pada anak di bawah 2 tahun (Chen & Chen, 2004, Chinese Medical Herbology and Pharmacology).
Apakah Fritillaria cirrhosa dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, interaksi potensial meliputi: (1) Obat antihipertensi – karena efek hipotensifnya dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah; (2) Obat antikoagulan (warfarin) – belum ada laporan langsung, namun beberapa alkaloid dapat mempengaruhi agregasi trombosit; (3) Obat penekan batuk lain (misal kodein) – risiko efek aditif depresi pernapasan. Sebaiknya beri jarak 2 jam antara konsumsi Fritillaria dan obat lain, serta informasikan ke dokter (Williamson et al., 2013, Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals).
Bagaimana cara konsumsi Fritillaria cirrhosa yang tepat untuk kesehatan umum?
Cara tradisional: umbi kering direbus dengan air (dekok) selama 20–30 menit, diminum airnya. Bisa juga ditumbuk halus dan dicampur madu atau diseduh sebagai teh. Untuk batuk berdahak, sering dikombinasikan dengan loquat leaf (Eriobotrya japonica) atau Fritillaria thunbergii. Karena rasa pahit, dapat ditambahkan gula batu. Hindari konsumsi bersamaan dengan makanan dingin atau berminyak karena dapat mengurangi efektivitas menurut prinsip TCM (Bensky et al., 2004, Chinese Herbal Medicine: Materia Medica).
Apa kontraindikasi utama penggunaan Fritillaria cirrhosa?
Kontraindikasi meliputi: (1) Kehamilan dan menyusui; (2) Gangguan fungsi hati atau ginjal berat – karena alkaloid dimetabolisme di hati; (3) Hipotensi atau bradikardia; (4) Alergi terhadap tanaman Liliaceae (misal bawang, kembang sungsang); (5) Penggunaan bersamaan dengan obat penekan pernapasan atau antihipertensi kuat. Juga tidak dianjurkan untuk batuk kering tanpa dahak karena sifatnya yang mengencerkan dahak justru bisa memperparah iritasi (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 1999).

Chinese Yam / Shan Yao

Dioscorea opposita

Lotus Seed

Nelumbo nucifera