Chuan Bei Mu

Sichuan Fritillary | Fritillaria cirrhosa
Nama
Chuan Bei Mu (Sichuan Fritillary)
Nama Latin/Ilmiah
Fritillaria cirrhosa
Bagian Digunakan
Umbi
Rasa
Pahit, manis
Nama Lain
Chuan Bei Mu (China), Sichuan fritillary (United States), Senbeimo (Japan), Cheonbaemu (South Korea), Xuyên bối mẫu (Vietnam)
Asal
Tiongkok (Sichuan, Yunnan, Tibet), Nepal, Bhutan, India
Kandungan Utama
Vertisin, vertisinon, isoverticin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Chuan Bei Mu

Fritillaria cirrhosa, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Chuan Bei Mu, merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari famili Liliaceae yang berasal dari wilayah pegunungan tinggi di Tiongkok barat daya, seperti Provinsi Sichuan, Yunnan, dan Tibet. Tumbuhan ini tumbuh di ketinggian 3.000–4.500 meter di atas permukaan laut, dengan ciri khas batang tegak setinggi 20–50 cm dan daun linear yang tersusun spiral. Bagian yang paling bernilai adalah umbi lapis (bulb) berwarna putih kekuningan, yang terbentuk dari dua hingga tiga sisik berdaging. Umbi ini dipanen pada musim semi atau musim gugur, lalu dikeringkan untuk digunakan sebagai bahan obat. Keunikan morfologi Fritillaria cirrhosa terletak pada bentuk umbinya yang menyerupai mutiara atau tetesan air, sehingga sering disebut "bei mu" yang berarti "ibu mutiara" dalam bahasa Tionghoa.

Baca Lebih Lanjut
Update: 20 Agu 2026 - 14:41:29
 

II. Ciri-ciri Chuan Bei Mu

Tumbuh subur di daerah pegunungan tinggi, biasanya di padang rumput alpine atau semak belukar pada ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang lembap, kaya humus, dan memiliki drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Chuan Bei Mu (Fritillaria cirrhosa):

Bagian Ciri-Ciri
Umbi Bentuknya bulat atau seperti gasing, tersusun dari dua sisik daging yang tebal, berwarna putih krem, dan menjadi bagian paling berharga karena mengandung khasiat obat.
Batang Tumbuh tegak, silindris, ramping, dengan tinggi sekitar 15-50 cm, kadang-kadang berwarna ungu kemerahan.
Daun Daun bagian bawah biasanya berpasangan atau berhadapan, sedangkan daun bagian atas sering tumbuh berseling dan ujungnya melengkung seperti sulur (cirrhose) yang berfungsi untuk memanjat.
Bunga Bunga berbentuk lonceng atau corong yang menggantung ke bawah, berwarna kuning pucat atau kehijauan dengan bintik-bintik ungu kecokelatan di bagian dalamnya.
Buah Berbentuk kapsul bersayap enam yang akan terbuka saat matang untuk menyebarkan biji-bijinya.

III. Manfaat Chuan Bei Mu

7 Manfaat Chuan Bei Mu untuk kesehatan.

  1. Antitusif dan Ekspektoran

    Alkaloid vertisin dan vertisinon bekerja sebagai antagonis reseptor β2-adrenergik pada otot polos bronkus, meningkatkan sekresi mukus dan menekan refleks batuk melalui inhibisi pusat batuk di medula oblongata. Selain itu, senyawa tersebut memodulasi kanal ion kalsium dan kalium pada sel epitel saluran napas.

    Senyawa Aktif: Vertisin (Peimine), Vertisinon (Peiminine), Imperialine
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Gangguan Saluran Napas

    Penghambatan jalur NF-κB dan MAPK (p38, ERK1/2) sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) dan COX-2. Alkaloid juga memblokade aktivasi NLRP3 inflamasom pada makrofag alveolar.

    Senyawa Aktif: Vertisin, Imperialine, Peiminoside
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antikanker (terutama Kanker Paru)

    Induksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2 ratio, pelepasan sitokrom c, aktivasi kaspase-9 dan -3) dan penekanan jalur PI3K/Akt/mTOR. Senyawa juga menyebabkan penangkapan siklus sel pada fase G2/M melalui penghambatan cyclin B1/CDK1.

    Senyawa Aktif: Vertisin, Vertisinon, Imperialine
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Chuan Bei Mu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chuan Bei Mu.

  1. Peimine (Verticine)

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Umbi (Bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitusif (penekan Batuk) Melalui Efek Pada Pusat Batuk Medula; Antiinflamasi Dengan Menghambat Produksi Sitokin Pro-inflamasi; Efek Ekspektoran Ringan..
    Tampilkan
  2. Peiminine (Verticinone)

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Umbi (Bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran Dengan Meningkatkan Sekresi Mukus Saluran Napas; Antiinflamasi Melalui Inhibisi COX-2 Dan NF-κB; Aktivitas Antikanker In Vitro Pada Sel Kanker Paru Dan Payudara..
    Tampilkan
  3. Imperialine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Umbi (Bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitumor Dengan Induksi Apoptosis Melalui Jalur Mitokondria Pada Sel Kanker; Antiinflamasi Dengan Menekan Aktivitas Makrofag; Efek Bronkodilator In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Chuan Bei Mu

Interaksi & Kontraindikasi Chuan Bei Mu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pantau waktu protrombin secara berkala; potensi efek antiplatelet ringan dari Fritillaria perlu diwaspadai, namun data interaksi klinis masih terbatas.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek diuretik tambahan dapat terjadi; pantau keseimbangan elektrolit dan tekanan darah jika digunakan bersamaan.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan hati (sirosis, hepatitis)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Metabolisme alkaloid Fritillaria dapat terganggu; gunakan dengan hati-hati dan sesuaikan dosis sesuai fungsi hati.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Chuan Bei Mu

Chuan Bei Mu (Fritillaria cirrhosa) adalah herbal tradisional Tiongkok yang umumnya digunakan untuk meredakan batuk dan dahak. Meskipun secara umum dianggap aman bila digunakan sesuai petunjuk, penggunaan yang tidak tepat atau dosis berlebih dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Hal ini disebabkan oleh kandungan alkaloid isosteroidal di dalam umbi Fritillaria yang dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif atau ketika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Chuan Bei Mu

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Chuan Bei Mu.

  1. Fritillaria cirrhosa D. Don: Tinjauan Fitokimia, Farmakologi, dan Toksikologi

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa alkaloid isosteroidal seperti peimine dan peimisine serta polisakarida merupakan konstituen utama yang berkontribusi terhadap efek antiinflamasi dan antitusif. Bukti juga mendukung aktivitas mukolitik dan perlindungan paru, tetapi validasi klinis pada manusia masih diperlukan.
    Tampilkan
  2. Ekstrak Fritillaria cirrhosa meredakan inflamasi saluran napas dan hipersekresi musin pada model asma alergi tikus

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan hiperresponsif bronkus serta kadar IL-4, IL-5, dan IL-13 pada cairan lavage bronkoalveolar. Ekspresi MUC5AC dan MUC5B di epitel saluran napas juga menurun, menunjukkan efek protektif terhadap sekresi mukus berlebih.
    Tampilkan
  3. Total alkaloid Fritillaria cirrhosa menghambat cedera paru akibat infeksi influenza A melalui regulasi TLR4/NF-κB pada mencit

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Total alkaloid menurunkan indeks paru dan titer virus serta menghambat pelepasan TNF-α dan IL-6 di jaringan paru. Mekanisme efek antiinflamasi ini berkaitan dengan penurunan ekspresi TLR4 dan fosforilasi p65 NF-κB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Chuan Bei Mu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chuan Bei Mu.

Apa itu Fritillaria cirrhosa (Chuan Bei Mu) dan bagaimana mekanisme kerjanya dalam mengatasi batuk?
Fritillaria cirrhosa, dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Chuan Bei Mu, adalah umbi tanaman dari famili Liliaceae. Secara fitokimia, ia mengandung alkaloid seperti verticine (peimisine), verticinone, dan imperialine yang memiliki aktivitas antitusif, ekspektoran, dan bronkodilator. Mekanisme kerjanya meliputi penghambatan refleks batuk di pusat batuk medula oblongata serta pengenceran dahak melalui peningkatan sekresi mukus saluran napas (Wang et al., 2019, Journal of Ethnopharmacology).
Berapa dosis konsumsi harian yang aman untuk Fritillaria cirrhosa?
Dosis lazim dalam pengobatan tradisional Tiongkok adalah 3–9 gram umbi kering per hari, direbus atau diseduh. Namun, dosis harus disesuaikan dengan usia, kondisi, dan formulasi resep. Karena kandungan alkaloidnya yang toksik pada dosis tinggi, konsumsi melebihi 15 gram per hari dapat menyebabkan efek samping serius. Selalu konsultasikan dengan praktisi herbal atau tenaga medis (Chinese Pharmacopoeia Commission, 2020).
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Fritillaria cirrhosa?
Efek samping ringan meliputi mual, muntah, diare, dan pusing. Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan, dapat terjadi toksisitas alkaloid yang bermanifestasi sebagai hipotensi, bradikardia, gangguan irama jantung, hingga depresi pernapasan. Kasus keracunan serius jarang terjadi namun telah dilaporkan dengan penggunaan ekstrak pekat (Lin et al., 2017, Phytomedicine). Penggunaan bersamaan dengan obat penekan batuk lain harus dihindari.
Apakah Fritillaria cirrhosa aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Alkaloid dalam Fritillaria cirrhosa, khususnya verticine, diketahui memiliki efek stimulasi uterus pada hewan coba dan berpotensi menyebabkan kontraksi. Belum ada data keamanan yang cukup pada manusia hamil atau menyusui. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan laktasi dikontraindikasikan (Mills & Bone, 2005, Principles and Practice of Phytotherapy). Ibu menyusui juga disarankan menghindari karena belum diketahui ekskresinya dalam ASI.
Bolehkah Fritillaria cirrhosa diberikan kepada anak-anak atau bayi?
Penggunaan pada anak di bawah 12 tahun harus sangat hati-hati dan hanya di bawah pengawasan dokter atau herbalis berpengalaman. Bayi dan balita memiliki metabolisme yang belum matang sehingga rentan terhadap toksisitas alkaloid. Dosis anak biasanya lebih rendah (1–3 gram per hari) dan tidak boleh digunakan tanpa indikasi jelas serta pemantauan. Beberapa sumber TCM mengkontraindikasikan penggunaan pada anak di bawah 2 tahun (Chen & Chen, 2004, Chinese Medical Herbology and Pharmacology).
Apakah Fritillaria cirrhosa dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, interaksi potensial meliputi: (1) Obat antihipertensi – karena efek hipotensifnya dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah; (2) Obat antikoagulan (warfarin) – belum ada laporan langsung, namun beberapa alkaloid dapat mempengaruhi agregasi trombosit; (3) Obat penekan batuk lain (misal kodein) – risiko efek aditif depresi pernapasan. Sebaiknya beri jarak 2 jam antara konsumsi Fritillaria dan obat lain, serta informasikan ke dokter (Williamson et al., 2013, Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals).
Bagaimana cara konsumsi Fritillaria cirrhosa yang tepat untuk kesehatan umum?
Cara tradisional: umbi kering direbus dengan air (dekok) selama 20–30 menit, diminum airnya. Bisa juga ditumbuk halus dan dicampur madu atau diseduh sebagai teh. Untuk batuk berdahak, sering dikombinasikan dengan loquat leaf (Eriobotrya japonica) atau Fritillaria thunbergii. Karena rasa pahit, dapat ditambahkan gula batu. Hindari konsumsi bersamaan dengan makanan dingin atau berminyak karena dapat mengurangi efektivitas menurut prinsip TCM (Bensky et al., 2004, Chinese Herbal Medicine: Materia Medica).
Apa kontraindikasi utama penggunaan Fritillaria cirrhosa?
Kontraindikasi meliputi: (1) Kehamilan dan menyusui; (2) Gangguan fungsi hati atau ginjal berat – karena alkaloid dimetabolisme di hati; (3) Hipotensi atau bradikardia; (4) Alergi terhadap tanaman Liliaceae (misal bawang, kembang sungsang); (5) Penggunaan bersamaan dengan obat penekan pernapasan atau antihipertensi kuat. Juga tidak dianjurkan untuk batuk kering tanpa dahak karena sifatnya yang mengencerkan dahak justru bisa memperparah iritasi (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 1999).

Kelunak

Dioscorea opposita

Seroja

Nelumbo nucifera

Cari: