Kelunak

Indian Yam | Dioscorea opposita
Nama
Kelunak (Indian Yam)
Nama Latin/Ilmiah
Dioscorea opposita
Bagian Digunakan
Umbi
Rasa
Manis
Nama Lain
Shan Yao (China), Nagaimo (Japan), Ma (South Korea), Khoai sơn (Vietnam), Man khao (Thailand)
Asal
Tiongkok, Jepang, Korea
Kandungan Utama
Diosgenin, allantoin, polisakarida, pati

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kelunak

Dioscorea opposita, yang dikenal luas sebagai Chinese Yam atau Shan Yao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, adalah tanaman merambat abadi dari keluarga Dioscoreaceae. Tanaman ini memiliki umbi berbentuk silinder atau fusiform yang dapat tumbuh hingga panjang 1 meter dengan kulit kecokelatan dan daging putih yang lengket serta kaya akan pati, lendir (mucilage), dan berbagai senyawa bioaktif seperti diosgenin dan polisakarida. Secara botani, tanaman ini membedakan diri dari spesies yam lain melalui daunnya yang berbentuk hati atau lanset dengan tangkai panjang, serta bunga jantan dan betina yang tumbuh terpisah (dioecious). Di alam liar, D. opposita ditemukan di daerah subtropis dan sedang di Tiongkok, Jepang, dan Korea, tetapi kini telah dibudidayakan secara luas di berbagai belahan dunia untuk keperluan pangan dan obat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 20 Agu 2026 - 12:42:05
 

II. Ciri-ciri Kelunak

Tanaman merambat yang suka banget sama tempat lembap dan tanah gembur. Biasanya tumbuh subur di wilayah iklim sedang hingga subtropis, suka sinar matahari tapi toleran sama sedikit naungan. Karakteristik/ciri-ciri Kelunak (Dioscorea opposita):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Umbi Punya umbi berbentuk silinder panjang yang bisa tumbuh ke dalam tanah, dagingnya berwarna putih dan berlendir saat dipotong.
Batang Batang merambat yang tipis, punya sifat melilit ke arah kanan, dan kadang muncul bintil kecil (bulbil) di ketiak daunnya.
Daun Bentuk daunnya cenderung menjantung atau lonjong dengan ujung runcing, letaknya berlawanan (opposit) atau berselang-seling pada batang.
Bunga Bunganya berukuran kecil, warnanya putih kekuningan, dan biasanya muncul dari ketiak daun dengan aroma yang cukup khas.
Tekstur Fisik Tanaman ini punya lapisan kulit umbi yang tipis dan cokelat muda, sementara bagian dalamnya sangat berlendir dan lengket jika dikupas.

III. Manfaat Kelunak

8 Manfaat Kelunak untuk kesehatan.

  1. Pengaturan Gula Darah (Antidiabetes)

    Menghambat aktivitas α-glukosidase dan α-amilase usus, memperlambat penyerapan karbohidrat; meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur PI3K/Akt; merangsang sekresi insulin dari sel β pankreas melalui peningkatan kadar GLP-1.

    Senyawa Aktif: Diosgenin, Polisakarida (mis. Dioscoran), Allantoin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoartritis

    Menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui modulasi TLR4/MyD88.

    Senyawa Aktif: Diosgenin, Saponin steroid, Flavonoid (mis. rutin)
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, CAT) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE; mengkelat ion logam transisi; menyumbangkan elektron pada radikal bebas (DPPH, ABTS) karena kandungan polifenol dan polisakarida.

    Senyawa Aktif: Polisakarida (dioscoran), Asam fenolat (asam klorogenat), Flavonoid (kaempferol)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kelunak

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kelunak.

  1. Golongan: Steroidal Saponin
    Bagian Tanaman: Rimpang (umbi)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antikanker (apoptosis Sel Kanker), Efek Estrogenik, Penghambat Enzim COX-2.
    Tampilkan
  2. Golongan: Steroidal Saponin
    Bagian Tanaman: Rimpang (umbi)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitumor (induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara Dan Hati), Antiinflamasi, Imunomodulator.
    Tampilkan
  3. Golongan: Senyawa Nitrogen
    Bagian Tanaman: Rimpang (umbi)
    Aktivitas Farmakologis:
    Mempercepat Penyembuhan Luka, Antiiritan, Meningkatkan Proliferasi Sel Epidermis.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kelunak

Interaksi & Kontraindikasi Kelunak dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara ketat karena Chinese Yam dapat menurunkan gula darah dan meningkatkan risiko hipoglikemia. Konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, diuretik, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Potensi efek aditif terhadap penurunan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara berkala terutama pada awal penggunaan.

  3. Terapi hormon (estrogen, kontrasepsi oral, tamoxifen)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan diosgenin dapat memberikan efek estrogenik ringan. Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis, terutama pada kondisi sensitif hormon.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Kelunak

Kelunak (Dioscorea opposita), yang dikenal sebagai Chinese yam atau ubi cina, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi sebagai makanan. Namun, penggunaan bagian tertentu atau ekstrak dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping, terutama pada sistem pencernaan. Beberapa individu melaporkan gejala gastrointestinal ringan seperti kembung, mual, dan diare setelah mengonsumsi umbi ini dalam jumlah besar, yang seringkali dikaitkan dengan kandungan lendir (mucilage) dan saponin di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kelunak

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kelunak.

  1. Karakterisasi struktural dan aktivitas imunomodulator polisakarida dari Dioscorea opposita Thunb.

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Polisakarida terbukti meningkatkan produksi oksida nitrat dan sitokin inflamasi serta mengaktifkan jalur TLR4 pada makrofag. Hasil ini menunjukkan potensi imunoregulasi yang berkaitan dengan struktur α-glukan pada Dioscorea opposita.
    Tampilkan
  2. Polisakarida Dioscorea opposita memperbaiki resistensi insulin dan mikrobiota usus pada mencit diabetes tipe 2

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian polisakarida menurunkan glukosa darah puasa, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperbaiki disbiosis mikrobiota usus. Kadar asam lemak rantai pendek, khususnya butirat, juga meningkat secara signifikan.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Dioscorea opposita mencegah obesitas dan dislipidemia pada mencit yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etanolik umbi Dioscorea opposita menurunkan berat badan, lemak visceral, kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL, sekaligus meningkatkan HDL. Efek ini berkaitan dengan modulasi ekspresi gen lipogenesis di hati.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kelunak

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kelunak.

Apa itu Chinese Yam (Shan Yao) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Chinese Yam (Dioscorea opposita), dikenal sebagai Shan Yao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, adalah umbi-umbian yang kaya akan pati, serat, dan senyawa bioaktif. Kandungan fitokimia utamanya meliputi diosgenin (saponin steroid), polisakarida (seperti dioscorin), allantoin, dan berbagai asam amino esensial. Diosgenin telah terbukti memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan dalam studi in vitro (Chen et al., 2020, Journal of Agricultural and Food Chemistry). Polisakarida dari Chinese Yam juga menunjukkan efek imunomodulatori pada hewan coba (Zhao et al., 2018, International Journal of Biological Macromolecules).
Bagaimana cara mengonsumsi Chinese Yam untuk kesehatan sehari-hari?
Chinese Yam dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk: direbus, dikukus, ditambahkan ke sup, atau dijadikan bubur. Umbi segar biasanya dikupas dan dimasak hingga empuk. Tepung Shan Yao juga tersedia untuk dicampur ke dalam smoothie atau adonan kue. Konsumsi harian yang umum adalah 30-60 gram umbi segar atau 10-15 gram tepung. Menurut Farmakope Tiongkok, Shan Yao aman digunakan sebagai makanan fungsional dalam jumlah wajar (Chinese Pharmacopoeia, 2020). Pastikan untuk memasaknya sebelum dikonsumsi karena umbi mentah dapat menyebabkan iritasi tenggorokan akibat kristal kalsium oksalat.
Apa saja manfaat kesehatan dari Chinese Yam yang didukung bukti ilmiah?
Beberapa manfaat yang telah diteliti meliputi: 1) Mendukung kesehatan pencernaan – polisakarida dalam Shan Yao bertindak sebagai prebiotik yang meningkatkan pertumbuhan bakteri usus menguntungkan (Li et al., 2019, Nutrients). 2) Efek hipoglikemik – ekstrak air Chinese Yam menunjukkan penurunan kadar glukosa darah pada tikus diabetes (Hsu et al., 2017, Journal of Ethnopharmacology). 3) Aktivitas antioksidan – dioscorin dan flavonoid melindungi sel dari stres oksidatif (Kim et al., 2016, Food Chemistry). 4) Mendukung fungsi ginjal – secara tradisional digunakan untuk memperkuat limpa dan ginjal, didukung oleh studi pada nefropati diabetik (Zhang et al., 2021, Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine).
Apakah Chinese Yam aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Chinese Yam umumnya dianggap aman dalam jumlah makanan normal selama kehamilan dan menyusui. Namun, karena kurangnya data klinis yang memadai, konsumsi dalam dosis tinggi sebagai suplemen sebaiknya dihindari. Tinjauan dari Komisi E Jerman mengklasifikasikan Dioscorea opposita sebagai tidak berbahaya jika digunakan dalam dosis kuliner (Blumenthal et al., 2000, Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs). Wanita hamil disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan Shan Yao sebagai obat herbal, terutama karena efek estrogenik ringan dari diosgenin yang perlu diwaspadai pada kehamilan.
Bagaimana penggunaan Chinese Yam untuk bayi dan anak-anak?
Chinese Yam dapat diperkenalkan kepada bayi setelah usia 6 bulan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) dalam bentuk bubur yang dimasak hingga lunak. Kandungan pati dan seratnya mudah dicerna serta membantu pertumbuhan. Penelitian pada anak-anak dengan diare kronis menunjukkan bahwa bubur Shan Yao dapat memperbaiki konsistensi tinja dan mengurangi frekuensi buang air besar (Wang et al., 2015, Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition). Namun, perhatikan potensi alergi dan mulailah dengan porsi kecil. Untuk anak di bawah 2 tahun, hindari pemberian dalam bentuk suplemen konsentrat tanpa saran dokter.
Apa efek samping atau kontraindikasi dari Chinese Yam?
Efek samping jarang terjadi pada konsumsi normal. Namun, konsumsi umbi mentah dapat menyebabkan iritasi mulut dan tenggorokan akibat kristal rafida kalsium oksalat. Beberapa laporan menunjukkan reaksi alergi seperti gatal atau ruam pada individu sensitif (Bensky et al., 2004, Chinese Herbal Medicine: Materia Medica). Kontraindikasi meliputi: 1) Penderita gangguan hormon sensitif estrogen (misalnya kanker payudara) karena efek estrogenik ringan diosgenin. 2) Penderita penyakit hati berat sebelum konsultasi. 3) Hindari dosis tinggi bersamaan dengan obat antidiabetes karena potensi hipoglikemia.
Bagaimana Chinese Yam mempengaruhi sistem pencernaan?
Chinese Yam terkenal sebagai tonik limpa dan lambung dalam pengobatan Tiongkok. Polisakaridanya (terutama dioscorin) merangsang pertumbuhan bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium, sehingga memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Studi pada tikus menunjukkan bahwa Shan Yao meningkatkan motilitas usus dan mengurangi peradangan usus (Gao et al., 2020, Journal of Functional Foods). Serat larutnya juga membantu mengatasi sembelit ringan dan diare. Namun, bagi individu dengan kondisi usus sensitif, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan perut kembung karena fermentasi serat.

Jali

Coix lacryma-jobi

Chuan Bei Mu

Fritillaria cirrhosa

Cari: