Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Karakterisasi struktural dan aktivitas imunomodulator polisakarida dari Dioscorea opposita Thunb.

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel makrofag RAW264.7 (uji in vitro, tanpa subjek hewan)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 μg/mL selama 24–48 jam
    Temuan:
    Polisakarida terbukti meningkatkan produksi oksida nitrat dan sitokin inflamasi serta mengaktifkan jalur TLR4 pada makrofag. Hasil ini menunjukkan potensi imunoregulasi yang berkaitan dengan struktur α-glukan pada Dioscorea opposita.
  2. Polisakarida Dioscorea opposita memperbaiki resistensi insulin dan mikrobiota usus pada mencit diabetes tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 ekor mencit jantan C57BL/6; diabetes tipe 2 diinduksi dengan diet tinggi lemak dan streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB per oral setiap hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian polisakarida menurunkan glukosa darah puasa, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperbaiki disbiosis mikrobiota usus. Kadar asam lemak rantai pendek, khususnya butirat, juga meningkat secara signifikan.
  3. Ekstrak Dioscorea opposita mencegah obesitas dan dislipidemia pada mencit yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    32 ekor mencit jantan galur ICR; obesitas diinduksi dengan diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB/hari secara oral selama 10 minggu
    Temuan:
    Ekstrak etanolik umbi Dioscorea opposita menurunkan berat badan, lemak visceral, kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL, sekaligus meningkatkan HDL. Efek ini berkaitan dengan modulasi ekspresi gen lipogenesis di hati.
  4. Polisakarida Dioscorea opposita melindungi penghalang usus dan meredakan kolitis yang diinduksi dekstran sulfat natrium

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    36 ekor mencit jantan BALB/c; kolitis diinduksi dengan DSS 3% dalam air minum
    Dosis/Durasi:
    100 dan 300 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 7 hari setelah induksi DSS
    Temuan:
    Polisakarida mengurangi keparahan klinis kolitis, menghambat aktivasi NF-κB, dan meningkatkan ekspresi protein tight junction (occludin dan ZO-1). Efek protektifnya terkait perbaikan fungsi sawar usus.
  5. Polisakarida Dioscorea opposita mengubah mikrobiota usus dan profil asam lemak rantai pendek pada tikus diabetes

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    24 ekor tikus Sprague-Dawley jantan; diabetes diinduksi dengan streptozotocin dosis 55 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kgBB/hari secara oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Suplementasi polisakarida memperbaiki toleransi glukosa dan meningkatkan rasio Bacteroidetes/Firmicutes. Kadar butirat dan propionat dalam sekum naik, yang berkorelasi dengan penurunan stres oksidatif sistemik.
  6. Tinjauan sistematis efektivitas Dioscorea opposita sebagai terapi komplementer diabetes melitus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    10 studi yang memenuhi kriteria inklusi (studi eksperimental hewan dan uji klinis pendahuluan)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi; pada studi hewan 200–400 mg/kgBB/hari, pada studi manusia ekivalen 3–6 bulan suplementasi
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan perbaikan glukosa darah puasa, hemoglobin glikosilasi, dan profil lipid setelah pemberian Dioscorea opposita. Namun, validitas kesimpulan masih terbatas karena jumlah subjek manusia sedikit dan risiko bias sedang.

Advertisement


Cari: