Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Fritillaria cirrhosa D. Don: Tinjauan Fitokimia, Farmakologi, dan Toksikologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Data dari 87 publikasi ilmiah yang mencakup studi in vitro, in vivo, dan etnofarmakologi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi pustaka)
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa alkaloid isosteroidal seperti peimine dan peimisine serta polisakarida merupakan konstituen utama yang berkontribusi terhadap efek antiinflamasi dan antitusif. Bukti juga mendukung aktivitas mukolitik dan perlindungan paru, tetapi validasi klinis pada manusia masih diperlukan.
  2. Ekstrak Fritillaria cirrhosa meredakan inflamasi saluran napas dan hipersekresi musin pada model asma alergi tikus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental (preklinik)
    Sampel:
    36 tikus betina BALB/c yang diinduksi ovalbumin; terdiri atas kelompok normal, model asma, ekstrak 200 mg/kg, dan ekstrak 400 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg/hari secara oral, diberikan selama 14 hari setelah induksi ovalbumin
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan hiperresponsif bronkus serta kadar IL-4, IL-5, dan IL-13 pada cairan lavage bronkoalveolar. Ekspresi MUC5AC dan MUC5B di epitel saluran napas juga menurun, menunjukkan efek protektif terhadap sekresi mukus berlebih.
  3. Total alkaloid Fritillaria cirrhosa menghambat cedera paru akibat infeksi influenza A melalui regulasi TLR4/NF-κB pada mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    60 mencit ICR yang diinfeksi influenza A/H1N1; terdiri atas 6 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    50, 100, dan 200 mg/kg/hari secara oral selama 5 hari setelah infeksi virus
    Temuan:
    Total alkaloid menurunkan indeks paru dan titer virus serta menghambat pelepasan TNF-α dan IL-6 di jaringan paru. Mekanisme efek antiinflamasi ini berkaitan dengan penurunan ekspresi TLR4 dan fosforilasi p65 NF-κB.
  4. Polisakarida Fritillaria cirrhosa melindungi sel epitel bronkial dari stres oksidatif melalui jalur Nrf2/HO-1

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel BEAS-2B; kelompok kontrol, LPS, dan tiga konsentrasi polisakarida
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 50, 100, dan 200 µg/mL selama 24 jam, dengan induksi LPS 1 µg/mL
    Temuan:
    Polisakarida Chuan Bei Mu menurunkan ROS intraseluler dan meningkatkan aktivitas SOD serta GSH setelah paparan LPS. Efek perlindungan sel epitel bronkial terjadi melalui translokasi Nrf2 ke inti dan peningkatan ekspresi HO-1.
  5. Analisis jaringan farmakologi dan molecular docking pada mekanisme Fritillaria cirrhosa terhadap penyakit paru obstruktif kronik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Network pharmacology dan molecular docking
    Sampel:
    12 senyawa bioaktif, 209 target protein, dan 137 target bersama dengan penyakit PPOK
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi komputasional)
    Temuan:
    Peimine, kaempferol, dan quercetin merupakan senyawa kunci yang berinteraksi dengan TNF, IL-6, dan CASP3. Jalur PI3K/Akt dan HIF-1 terlibat dalam efek antiinflamasi serta penghambatan apoptosis sel epitel bronkial.
  6. Peimine dari Fritillaria cirrhosa mencegah fibrosis paru pada mencit dengan menghambat transisi epitel-mesenkim

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo dan in vitro)
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6 yang diinduksi bleomisin dan sel A549/HELF
    Dosis/Durasi:
    20 mg/kg/hari intraperitoneal selama 21 hari; secara in vitro digunakan 10 dan 20 µM selama 24–48 jam
    Temuan:
    Peimine dosis 20 mg/kg menurunkan skor fibrosis paru dan kadar hidroksiprolin pada mencit model bleomisin. Efek ini didukung oleh penurunan ekspresi α-SMA dan supresi fosforilasi Smad2/3 yang menghambat transisi epitel-mesenkim.
  7. Meta-Analisis efektivitas Fritillaria cirrhosa sebagai terapi tambahan pada pasien PPOK stabil

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak terkontrol dengan total 615 pasien PPOK stabil
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kering 1500 mg/hari terbagi dalam 3 dosis, selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Penambahan Fritillaria cirrhosa pada terapi standar meningkatkan FEV1 persen prediksi dan skor kualitas hidup SGRQ dibandingkan kontrol. Namun heterogenitas antar studi cukup tinggi dan ukuran sampel kecil, sehingga tingkat kepastian bukti masih rendah.

Advertisement


Cari: