Seroja

Padma | Nelumbo nucifera
Seroja
Nama
Seroja (Padma)
Nama Latin/Ilmiah
Nelumbo nucifera
Bagian Digunakan
Daging Biji
Rasa
Manis

Nama Lain
Lianzi (China), Hasu no mi (Japan), Yeonja (Korea), Hat sen (Vietnam), Kamal beej (India)
Asal
Asia, terutama India, China, dan Asia Tenggara
Kandungan Utama
Pati, protein, lemak, serat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, vitamin B2, nukiferin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Seroja

Biji teratai, yang berasal dari tumbuhan Nelumbo nucifera, telah lama dikenal sebagai salah satu makanan fungsional tertua dalam peradaban Asia. Biji ini memiliki adaptasi biologis unik yang memungkinkannya bertahan dalam dormansi selama puluhan hingga ratusan tahun, bahkan ditemukan dalam kondisi layak tanam setelah disimpan di lapisan gambut kering di Cina selama lebih dari 1.300 tahun. Kemampuan ini didukung oleh kulit biji yang sangat keras dan kedap air, serta kandungan antioksidan kuat yang melindungi materi genetik di dalamnya dari kerusakan oksidatif. Secara nutrisi, biji teratai kaya akan protein, karbohidrat kompleks, serat, dan mineral seperti kalium, magnesium, serta zat besi, menjadikannya sumber energi dan mikronutrien yang lengkap dalam pengobatan tradisional Tiongkok maupun India.

Baca Lebih Lanjut
Update: 20 Agu 2026 - 16:41:44
 

II. Ciri-ciri Seroja

Seroja adalah tanaman air yang suka hidup di perairan dangkal yang tenang, seperti kolam, rawa, atau danau dengan dasar berlumpur. Mereka sangat butuh sinar matahari langsung buat tumbuh maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Seroja (Nelumbo nucifera):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya rimpang (rizoma) yang menjalar di dalam lumpur dasar perairan, bentuknya beruas-ruas dan bisa dimakan.
Batang Batang utamanya berada di dalam air, teksturnya lunak, berongga, dan punya saluran udara buat menyuplai oksigen ke akar.
Daun Berbentuk bulat lebar seperti payung (peltata), permukaannya punya lapisan lilin alami yang bikin air nggak nempel (efek lotus), dan tangkainya panjang tegak menjulang di atas permukaan air.
Bunga Berukuran besar, cantik, dan harum. Kelopaknya berlapis-lapis dengan warna dominan merah muda atau putih, dan punya wadah biji khas berbentuk kerucut terbalik di bagian tengahnya.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk bulat kecil yang tertanam di dalam wadah biji yang mengeras (reseptakel), bijinya bisa dikonsumsi atau dijadikan bibit baru.

III. Manfaat Seroja

7 Manfaat Seroja untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Flavonoid dan polifenol dalam biji lotus menangkal radikal bebas melalui mekanisme scavenging ROS dan chelating logam transisi. Senyawa seperti quercetin dan kaempferol juga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutation peroksidase).

    Tampilkan
  2. Antidiabetes (Hipoglikemik)

    Alkaloid bisbenzylisoquinoline (neferine, liensinine) dan flavonoid menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus, memperlambat penyerapan glukosa. Selain itu, senyawa tersebut meningkatkan sekresi insulin melalui aktivasi reseptor GPR40 dan memperbaiki sensitivitas insulin lewat jalur PPAR-γ dan AMPK.

    Senyawa Aktif: neferine, liensinine, Isoquercitrin
    Tampilkan
  3. Sedatif dan Anti-Insomnia

    Alkaloid lipofilik (liensinine, isoliensinine) berikatan dengan reseptor GABA-A (subunit α1 dan γ2) dan meningkatkan frekuensi pembukaan kanal klorida, menghasilkan efek sedatif dan ansiolitik. Juga memodulasi reseptor serotonin 5-HT1A yang terlibat dalam siklus tidur.

    Senyawa Aktif: liensinine, isoliensinine, neferine
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Seroja

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Seroja.

  1. Neferine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Biji (embrio)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiaritmia, Vasodilator, Antioksidan, Dan Induksi Apoptosis Pada Sel Kanker (belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. Nuciferine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Biji dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antipsikotik, Antiinflamasi, Penurun Lipid, Dan Neuroprotektif (studi In Vivo, Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Liensinine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Biji (embrio dan kotiledon)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiaritmia, Antiaterosklerosis, Dan Inhibisi Agregasi Trombosit (hanya Studi In Vitro Dan Hewan).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Seroja

Interaksi & Kontraindikasi Seroja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin dosis tinggi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Lotus seed mengandung vitamin K dalam jumlah kecil yang secara teoritis dapat mengurangi efek antikoagulan. Namun interaksi klinis belum terbukti signifikan. Pantau INR secara rutin dan konsultasikan dengan dokter jika mengonsumsi dalam jumlah besar.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Lotus seed memiliki indeks glikemik rendah dan sedikit efek penurun gula darah. Risiko hipoglikemia sangat kecil, namun tetap pantau gula darah saat memulai konsumsi rutin.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat sedatif dan depresan SSP (benzodiazepin, barbiturat, alkohol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Lotus seed memiliki efek sedatif ringan melalui kandungan alkaloid seperti liensinine. Kombinasi dengan obat penenang dapat meningkatkan efek sedasi dan menyebabkan kantuk berlebihan. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Seroja

Seroja (Nelumbo nucifera) adalah tanaman air yang seluruh bagiannya sering digunakan dalam pengobatan tradisional, namun konsumsinya tetap memiliki potensi efek samping. Berdasarkan studi farmakologis, penggunaan ekstrak atau bagian tertentu dari tanaman ini dalam dosis berlebih dapat menyebabkan efek samping pada saluran pencernaan, seperti mual, kram perut, dan diare ringan. Senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif atau ketika dikonsumsi dalam bentuk mentah.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Seroja

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Seroja.

  1. Nuciferin pada tikus diet tinggi lemak memperbaiki penyakit hati berlemak non-alkohol melalui modulasi mikrobiota usus dan metabolomik

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian nuciferin menurunkan akumulasi trigliserida hati serta kadar ALT dan AST pada tikus. Efek perbaikan hati ini berkaitan dengan perubahan komposisi mikrobiota usus dan profil metabolit lipid.
    Tampilkan
  2. Neferin menghambat respons inflamasi akibat LPS pada makrofag dan mengurangi cedera paru akut pada mencit

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Neferin menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 serta menghambat aktivasi NF-κB. Pada model cedera paru, neferin mengurangi infiltrasi neutrofil dan edema paru.
    Tampilkan
  3. Polisakarida biji lotus (Nelumbo nucifera) meningkatkan aktivitas imunomodulator pada makrofag melalui jalur TLR4/MAPK/NF-κB

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Polisakarida biji lotus merangsang proliferasi sel, produksi oksida nitrat, dan fagositosis makrofag. Aktivasi jalur TLR4, MAPK, dan NF-κB menjadi mekanisme utama respons imun.
    Tampilkan

VIII. FAQ Seroja

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Seroja.

Apa manfaat kesehatan utama dari biji teratai (Nelumbo nucifera)?
Biji teratai kaya akan senyawa bioaktif seperti alkaloid (misalnya liensinine, isoliensinine), flavonoid, dan polisakarida. Secara ilmiah, biji teratai menunjukkan aktivitas antioksidan kuat, efek antiinflamasi, dan kemampuan menurunkan kadar gula darah. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2014) mengonfirmasi ekstrak biji teratai menghambat enzim α-glukosidase yang relevan untuk diabetes. Selain itu, biji teratai juga dikenal memiliki efek sedatif ringan dan membantu meningkatkan kualitas tidur, didukung oleh penelitian pada hewan dalam Phytotherapy Research (2010) yang menunjukkan ekstrak alkaloid biji teratai meningkatkan waktu tidur.
Bagaimana cara mengonsumsi biji teratai dalam kehidupan sehari-hari?
Biji teratai bisa dikonsumsi dalam bentuk segar (rebus atau kukus), kering (dijadikan camilan panggang), atau diolah menjadi tepung untuk membuat kue, bubur, atau sup. Tepung biji teratai juga digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam makanan bebas gluten. Untuk mendapatkan manfaat nutrisi, konsumsi biji teratai sebaiknya tidak berlebihan karena mengandung karbohidrat kompleks dan serat. Menurut data USDA, 100 gram biji teratai kering mengandung sekitar 350 kalori, 9 gram protein, dan 5 gram serat. Disarankan mengonsumsi sekitar 30–50 gram per hari sebagai bagian dari diet seimbang.
Apakah biji teratai aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Secara tradisional, biji teratai dianggap aman dalam jumlah wajar untuk ibu hamil, bahkan digunakan untuk meredakan mual dan diare ringan. Namun, bukti ilmiah tentang keamanannya selama kehamilan masih terbatas. Beberapa studi menunjukkan bahwa alkaloid biji teratai, seperti liensinine, dapat memengaruhi kontraksi otot polos uterus secara in vitro, sehingga konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari. Tinjauan dalam BMC Complementary and Alternative Medicine (2016) menyimpulkan bahwa data keamanan pada manusia hamil masih kurang, sehingga penggunaan harus hati-hati. Ibu menyusui dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen biji teratai dalam dosis tinggi.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi biji teratai?
Konsumsi biji teratai dalam jumlah normal umumnya aman dan jarang menyebabkan efek samping. Namun, konsumsi berlebihan (lebih dari 100 gram per hari) dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, atau diare karena kandungan serat yang tinggi. Efek samping serius sangat jarang, namun pada individu yang sensitif terhadap alkaloid, mungkin timbul pusing atau mual. Sebuah laporan dalam Journal of Toxicology (2013) mencatat bahwa ekstrak biji teratai dosis tinggi pada hewan menyebabkan penurunan tekanan darah sementara. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi biji teratai bersamaan dengan obat antihipertensi tanpa pengawasan medis.
Apakah biji teratai bisa diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Biji teratai dalam bentuk bubur atau tepung yang dimasak dapat diperkenalkan kepada anak-anak di atas usia 12 bulan, asalkan tidak ada riwayat alergi. Biji teratai mengandung nutrisi seperti protein, magnesium, dan zat besi yang baik untuk pertumbuhan. Namun, biji utuh harus dihindari pada bayi karena risiko tersedak. Untuk anak-anak, dosis yang dianjurkan adalah sekitar 10–20 gram per hari. Penelitian dalam International Journal of Food Science (2019) menyebutkan bahwa tepung biji teratai memiliki indeks glikemik rendah, cocok sebagai makanan pendamping ASI yang mengenyangkan. Selalu konsultasikan dengan dokter anak sebelum memperkenalkan makanan baru.
Apakah biji teratai memiliki efek obat untuk penyakit tertentu?
Biji teratai telah diteliti untuk beberapa efek terapeutik, meskipun sebagian besar masih bersifat preklinis. Ekstrak etanol biji teratai menunjukkan aktivitas antidiabetes dengan menghambat enzim α-glukosidase dan meningkatkan sekresi insulin. Studi dalam Journal of Ethnopharmacology (2015) melaporkan bahwa polisakarida biji teratai menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes. Selain itu, alkaloid biji teratai memiliki efek sedatif dan ansiolitik, sehingga potensial sebagai pengobatan alami untuk insomnia ringan. Efek antiinflamasi juga didukung oleh penelitian dalam Inflammation (2017) yang menemukan flavonoid biji teratai menghambat produksi sitokin proinflamasi. Namun, data klinis pada manusia masih terbatas, sehingga biji teratai tidak boleh menggantikan obat resep tanpa konsultasi dokter.
Berapa dosis aman konsumsi biji teratai untuk orang dewasa?
Tidak ada dosis resmi yang ditetapkan, namun berdasarkan penggunaan tradisional dan penelitian, konsumsi harian 30–50 gram biji teratai kering (sekitar 2–3 sendok makan) dianggap aman dan efektif untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Dosis ini setara dengan sekitar 120–200 kalori. Untuk penggunaan terapeutik, seperti untuk diabetes atau insomnia, ekstrak biji teratai dengan dosis 200–400 mg per kg berat badan pada hewan telah diteliti, tetapi pada manusia belum ada patokan pasti. Sebuah ulasan dalam Nutrients (2020) menyarankan memulai dengan dosis rendah dan bertahap untuk menilai toleransi. Selalu perhatikan reaksi tubuh dan hentikan jika muncul efek samping.

Chuan Bei Mu

Fritillaria cirrhosa

Ai Ye

Artemisia argyi

Cari: