Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Nuciferin pada tikus diet tinggi lemak memperbaiki penyakit hati berlemak non-alkohol melalui modulasi mikrobiota usus dan metabolomik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6J jantan (model diet tinggi lemak, dibagi menjadi kontrol, HFD, dan HFD + nuciferin)
    Dosis/Durasi:
    Nuciferin 10 mg/kg/hari per oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian nuciferin menurunkan akumulasi trigliserida hati serta kadar ALT dan AST pada tikus. Efek perbaikan hati ini berkaitan dengan perubahan komposisi mikrobiota usus dan profil metabolit lipid.
  2. Neferin menghambat respons inflamasi akibat LPS pada makrofag dan mengurangi cedera paru akut pada mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Makrofag RAW264.7 dan mencit C57BL/6 (n=20) yang diinduksi LPS intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 1–20 µM; in vivo: 10 mg/kg intraperitoneal 1 jam sebelum induksi LPS.
    Temuan:
    Neferin menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 serta menghambat aktivasi NF-κB. Pada model cedera paru, neferin mengurangi infiltrasi neutrofil dan edema paru.
  3. Polisakarida biji lotus (Nelumbo nucifera) meningkatkan aktivitas imunomodulator pada makrofag melalui jalur TLR4/MAPK/NF-κB

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7
    Dosis/Durasi:
    Polisakarida 50–400 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Polisakarida biji lotus merangsang proliferasi sel, produksi oksida nitrat, dan fagositosis makrofag. Aktivasi jalur TLR4, MAPK, dan NF-κB menjadi mekanisme utama respons imun.
  4. Ekstrak daun lotus menurunkan berat badan dan memperbaiki disbiosis mikrobiota usus pada tikus yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley jantan (diet normal, HFD, HFD + dosis rendah, HFD + dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun lotus 100 dan 200 mg/kg/hari per oral selama 10 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak daun lotus mengurangi kenaikan berat badan, massa lemak epididimis, dan kadar kolesterol total. Perubahan mikrobiota usus menunjukkan peningkatan rasio Bacteroidetes/Firmicutes.
  5. Nuciferin menghambat proliferasi dan metastasis sel karsinoma hepatoseluler melalui penekanan jalur PI3K/AKT

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HepG2 dan Huh7
    Dosis/Durasi:
    Nuciferin 5, 10, dan 20 µM selama 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Nuciferin menurunkan viabilitas sel dan memicu apoptosis pada sel hepatoma. Migrasi dan invasi sel juga terhambat sejalan dengan penurunan fosforilasi AKT dan ekspresi protein mesenkim.
  6. Neferin melindungi sel hati dari cedera akibat parasetamol melalui aktivasi Nrf2 dan enzim antioksidan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 mencit ICR jantan (model overdosis asetaminofen)
    Dosis/Durasi:
    Neferin 25 dan 50 mg/kg/hari per oral selama 7 hari sebelum pemberian asetaminofen.
    Temuan:
    Neferin menurunkan nekrosis hepatoseluler, kadar ALT/AST, serta stres oksidatif. Efek protektifnya berkaitan dengan peningkatan translokasi Nrf2 ke inti dan ekspresi HO-1.
  7. Tinjauan sistematis terhadap efek Nelumbo nucifera terhadap sindrom metabolik: dari studi hewan hingga uji klinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    24 studi (4 uji klinis dan 20 studi preklinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak dianalisis kuantitatif; rentang dosis bervariasi antar studi asli.
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun dan biji lotus memperbaiki kadar glukosa darah, profil lipid, dan lemak tubuh. Mayoritas studi menggunakan dosis 100–500 mg/kg/hari pada hewan dan 0,1–2 g/hari pada manusia.

Advertisement


Cari: