Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Kajian Komprehensif Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Kaempferia galanga L.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Review
    Sampel:
    120 artikel jurnal internasional yang relevan; PubMed, Scopus, dan ScienceDirect
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi kepustakaan)
    Temuan:
    Kaempferia galanga kaya akan etil p-metoksisinamat, etil sinamat, dan borneol yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, analgesik, serta antimikroba. Rimpang kencur berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sediaan farmasi dan kosmetik.
  2. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Rimpang Kaempferia galanga L. pada Model Peradangan Akut Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan berusia 8 minggu dengan berat 180-200 gram
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol rimpang kencur menurunkan edema kaki secara signifikan dan menekan kadar TNF-α serta IL-6. Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek antiinflamasi yang sebanding dengan diklofenak.
  3. Aktivitas Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Kaempferia galanga L. pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel kanker payudara MCF-7 dan sel normal MCF-10A
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak 10-100 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak kencur menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan IC50 45,2 µg/mL dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan rasio Bax/Bcl-2. Efek sitotoksik terhadap sel normal relatif rendah, menunjukkan adanya selektivitas.
  4. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antiinflamasi Kaempferia galanga L.

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi dari PubMed, Scopus, dan DOAJ
    Dosis/Durasi:
    Kisaran dosis ekstrak pada studi in vivo 50-400 mg/kgBB
    Temuan:
    Efek antiinflamasi kencur terutama dimediasi oleh penghambatan jalur NF-κB dan penurunan sitokin proinflamasi. Mayoritas bukti masih bersifat preklinis sehingga dibutuhkan uji klinis pada manusia.
  5. Komposisi Kimia dan Aktivitas Larvasida Minyak Atsiri Kaempferia galanga L. terhadap Larva Aedes aegypti

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri rimpang kencur; larva instar III Aedes aegypti sebanyak 25 larva setiap ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 10-80 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri kencur memiliki kandungan utama etil sinamat dan etil p-metoksisinamat. Aktivitas larvasida terhadap Aedes aegypti menunjukkan LC50 38,5 µg/mL dalam waktu 24 jam.
  6. Penambatan Molekul Senyawa Bioaktif Kaempferia galanga L. terhadap Protease SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi In Silico
    Sampel:
    Enam senyawa bioaktif kencur dan protein target 3CLpro SARS-CoV-2 (PDB ID: 6LU7)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi komputasi)
    Temuan:
    Etil p-metoksisinamat menunjukkan afinitas ikatan terbaik terhadap protease 3CLpro dan berpotensi sebagai kandidat inhibitor SARS-CoV-2. Interaksi hidrofobik dengan residu katalitik Cys145 berperan penting dalam kestabilan kompleks.
  7. Profil Keamanan Ekstrak Rimpang Kaempferia galanga L.: Uji Toksisitas Akut dan Subkronis pada Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Toksikologi In Vivo
    Sampel:
    80 ekor tikus Wistar jantan dan betina untuk uji toksisitas akut 14 hari dan subkronis 90 hari
    Dosis/Durasi:
    Dosis 300, 600, 1000, dan 2000 mg/kgBB; observasi selama 14 dan 90 hari
    Temuan:
    Ekstrak kencur tidak menyebabkan mortalitas atau gejala toksisitas signifikan hingga dosis 2000 mg/kgBB. Dosis tinggi dapat meningkatkan ALT dan AST secara ringan, tetapi masih dalam batas fisiologis.
  8. Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Rimpang Kaempferia galanga L. pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 ekor tikus Wistar jantan, diinduksi streptozotocin 50 mg/kgBB secara intraperitoneal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 100, 200, dan 300 mg/kgBB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 300 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase pada tikus diabetes. Efek antidiabetesnya lebih rendah dibandingkan glibenklamid namun tetap bermakna.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Kencur dan Asma

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Asma:
    • Efek Relaksasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Trakea Marmut Terisolasi
    • Efek Antiinflamasi Ekstrak Kaempferia galanga pada Model Asma Alergi Tikus yang Diinduksi Ovalbumin
    • Aktivitas Bronkodilator Ethyl p-Methoxycinnamate dari Kaempferia galanga pada Otot Polos Bronkus Manusia
  2. Kencur dan Diabetes

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Diabetes:
    • Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin
    • Penghambatan Aktivitas α-Glukosidase dan α-Amilase oleh Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.)
    • Etil p-Metoksisinamat dari Kaempferia galanga L. Memperbaiki Nefropati Diabetik pada Tikus
  3. Kencur dan Pneumonia

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Pneumonia:
    • Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Model Pneumonia Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida pada Tikus
    • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Kaempferia galanga terhadap Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae Penyebab Pneumonia
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo Efek Suplementasi Ekstrak Kencur sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Pneumonia Komunitas
  4. Kencur dan Gagal Ginjal

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Gagal Ginjal:
    • Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) terhadap Nefrotoksisitas yang Diinduksi Gentamisin pada Tikus Putih
    • Perlindungan Ekstrak Etil Asetat Kencur terhadap Nefrotoksisitas Cisplatin pada Tikus
    • Pengaruh Ekstrak Air Kencur terhadap Fungsi Ginjal dan Profil Lipid pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin
  5. Kencur dan Osteoporosis

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Osteoporosis:
    • Efek Ekstrak Etanol Kaempferia galanga terhadap Kepadatan Mineral Tulang dan Marker Osteogenesis pada Tikus Ovariektomi
    • Penghambatan Diferensiasi Osteoklas oleh Ethyl p-Methoxycinnamate dari Kaempferia galanga pada Sel RAW264.7
    • Uji Aktivitas Antiosteoporosis Ekstrak Rimpang Kencur pada Tikus Betina Defisiensi Estrogen dengan Parameter Histomorfometri Tulang
  6. Kencur dan Sinusitis

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Sinusitis:
    • Aktivitas Antiinflamasi dan Antioksidan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Model Inflamasi In Vivo dan In Vitro
    • Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Rimpang Kencur terhadap Bakteri Penyebab Sinusitis
    • Efek Ekstrak Etanol Kencur terhadap Pembersihan Mukosiliar Hidung pada Tikus
  7. Kencur dan Maag

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Maag:
    • Uji Aktivitas Antiulkus Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Etanol
    • Efek Gastroprotektif Minyak Atsiri Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus yang Diinduksi Aspirin
    • Potensi Antidispepsia Ekstrak Etanol Kencur pada Pasien Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
  8. Kencur dan Bronkitis

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Bronkitis:
    • Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus yang Diinduksi Karagenan
    • Efek Antitusif dan Ekspektoran Ekstrak Etanol Rimpang Kencur pada Mencit Model Batuk
    • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Kencur terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan
  9. Kencur dan Vertigo

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Vertigo:
    • Efek Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) terhadap Penurunan Gejala Vertigo Perifer pada Pasien Dewasa: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Indonesia untuk Vertigo: Fokus pada Kaempferia galanga dan Zingiber officinale
    • Mekanisme Neuroprotektif Ekstrak Kaempferia galanga pada Model Tikus Vertigo Sentral yang Diinduksi oleh Skopolamin
  10. Kencur dan Epilepsi

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Epilepsi:
    • Aktivitas Antikonvulsan Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus yang Diinduksi Pentylenetetrazol
    • Efek Neuroprotektif Etil p-Metoksisinamat dari Kencur terhadap Kejang Akibat Asam Kainat pada Mencit
    • Mekanisme GABAergik Ekstrak Rimpang Kencur pada Model Kejang Tikus
  11. Kencur dan Asam Urat

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Asam Urat:
    • Efek Ekstrak Etanol Rimpang Kencur terhadap Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia
    • Aktivitas Inhibisi Xantin Oksidase oleh Etil p-Metoksisinamat dari Rimpang Kencur secara In Vitro
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Ekstrak Kencur pada Pasien Hiperurisemia Ringan hingga Sedang
  12. Kencur dan Stroke

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Stroke:
    • Efek Neuroprotektif Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Model Tikus Stroke Iskemik Fokal
    • Aktivitas Antiagregasi Platelet dan Antitrombotik Ekstrak Kaempferia galanga pada Model Stroke Trombotik Tikus
    • Mekanisme Anti-Inflamasi Senyawa Etil p-Metoksisinamat dari Kencur pada Mikroglia Teraktivasi: Potensi Terapi Stroke
  13. Kencur dan Batu Empedu

    Penilitian Kencur (Kaempferia galanga) untuk Batu Empedu:
    • Efek Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) terhadap Profil Lipid dan Pembentukan Batu Empedu pada Tikus Putih Hiperkolesterolemik
    • Aktivitas Antilitogenik Ekstrak Etil Asetat Kaempferia galanga pada Model Tikus Batu Empedu Kolesterol: Studi pada Ekspresi Gen ABCG5/ABCG8
    • Uji Klinis Acak Tersamar Ganda: Efek Suplementasi Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga) terhadap Kadar Kolesterol Empedu dan Motilitas Kandung Empedu pada Pasien Kolelitiasis

Cari: