Kencur untuk Diabetes

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, diabetes diinduksi streptozotocin dosis 45 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB per oral, sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur dosis 200 dan 400 mg/kgBB selama 14 hari menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol. Efek antidiabetes diduga melalui mekanisme antioksidan dan peningkatan sekresi insulin.
  2. Penghambatan Aktivitas α-Glukosidase dan α-Amilase oleh Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.)

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol rimpang kencur dengan konsentrasi seri (50-500 µg/mL), enzim α-glukosidase dan α-amilase komersial
    Dosis/Durasi:
    Inkubasi 30 menit pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak kencur menunjukkan aktivitas penghambatan α-glukosidase yang kuat dengan IC50 78,5 µg/mL, lebih baik daripada acarbose. Juga menghambat α-amilase dengan IC50 120,3 µg/mL.
  3. Etil p-Metoksisinamat dari Kaempferia galanga L. Memperbaiki Nefropati Diabetik pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 ekor tikus Wistar jantan, diabetes diinduksi streptozotocin (55 mg/kg) dan diberi diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    25 dan 50 mg/kgBB intraperitoneal, sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian etil p-metoksisinamat (EPMC) dosis 25 dan 50 mg/kgBB selama 8 minggu menurunkan kadar glukosa darah, kreatinin, dan BUN, serta memperbaiki histologi ginjal. EPMC melindungi ginjal melalui jalur antioksidan dan anti-inflamasi.
  4. Efek Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Resistensi Insulin pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    36 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, diabetes tipe 2 diinduksi diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah (35 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB per oral, sekali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 300 mg/kgBB selama 4 minggu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan HOMA-IR secara signifikan. Ekspresi GLUT4 di jaringan otot juga meningkat.
  5. Uji Klinis Acak Terkontrol: Efek Suplementasi Ekstrak Kencur terhadap Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2, usia 40-65 tahun, dibagi menjadi kelompok plasebo (n=30) dan kelompok ekstrak kencur (n=30)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering per oral, sekali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak kencur 500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan kadar HbA1c rata-rata 0,8% dan glukosa puasa 25 mg/dL dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  6. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis: Efek Antidiabetes Kaempferia galanga pada Model In Vivo

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis dan Systematic Review
    Sampel:
    15 studi in vivo (tikus dan mencit) yang memenuhi kriteria inklusi, total 450 hewan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 100-400 mg/kgBB, durasi 2-8 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak atau senyawa aktif kencur secara signifikan menurunkan glukosa darah (SMD -2,31) dan meningkatkan kadar insulin (SMD 1,45). Heterogenitas sedang, dan efek lebih besar pada dosis ≥200 mg/kgBB.


Cari: