Kencur untuk Epilepsi

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antikonvulsan Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus yang Diinduksi Pentylenetetrazol

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley, berat 180-220 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral, diberikan 30 menit sebelum induksi PTZ (70 mg/kg BB i.p.). Pengamatan selama 30 menit setelah induksi.
    Temuan:
    Ekstrak etanol kencur dosis 200 mg/kg BB secara signifikan menunda onset kejang dan memperpendek durasi kejang pada model kejang klonik-tonik. Efek antikonvulsan diduga melalui peningkatan aktivitas GABA di otak.
  2. Efek Neuroprotektif Etil p-Metoksisinamat dari Kencur terhadap Kejang Akibat Asam Kainat pada Mencit

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    25 ekor mencit jantan galur Swiss Webster, berat 25-30 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 25, 50, dan 100 mg/kg BB i.p. diberikan 30 menit sebelum injeksi asam kainat (15 mg/kg BB i.p.). Pengamatan perilaku kejang selama 4 jam, analisis histologi 24 jam pasca induksi.
    Temuan:
    Etil p-metoksisinamat dosis 50 dan 100 mg/kg BB intraperitoneal mengurangi keparahan kejang dan kematian neuron di hipokampus. Senyawa ini juga menekan aktivitas caspase-3, menunjukkan efek antiapoptosis.
  3. Mekanisme GABAergik Ekstrak Rimpang Kencur pada Model Kejang Tikus

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 ekor tikus jantan galur Wistar, berat 200-250 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral selama 7 hari berturut-turut. Pada hari ke-7, kejang diinduksi dengan PTZ (80 mg/kg BB i.p.) 1 jam setelah dosis terakhir.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur dosis 200 mg/kg BB meningkatkan kadar GABA otak dan menurunkan rasio glutamat/GABA. Efek antikonvulsan setara dengan diazepam 2 mg/kg BB tanpa menyebabkan sedasi berlebih.
  4. Potensi Antiepilepsi Tanaman Kaempferia galanga: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi preklinis yang memenuhi kriteria inklusi (tidak ada studi pada manusia)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis ekstrak 50-400 mg/kg BB per oral atau i.p. pada hewan.
    Temuan:
    Bukti dari studi hewan menunjukkan bahwa ekstrak dan senyawa aktif kencur (etil p-metoksisinamat, sineol) memiliki aktivitas antikonvulsan melalui modulasi GABA, antioksidan, dan antiinflamasi. Diperlukan lebih banyak studi toksikologi dan uji klinis untuk memvalidasi penggunaan pada epilepsi manusia.
  5. Pengaruh Ekstrak Kencur terhadap Stres Oksidatif pada Tikus Epilepsi Akibat PTZ

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Wistar, berat 180-220 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 150, 300, dan 450 mg/kg BB per oral selama 14 hari. Induksi kejang dengan PTZ (40 mg/kg BB i.p.) setiap 48 jam selama 2 minggu (kindling).
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 300 mg/kg BB secara signifikan menurunkan kadar malondialdehid (MDA) dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD) serta glutathione peroksidase di jaringan otak. Efek ini berkorelasi dengan penurunan frekuensi kejang.
  6. Aktivitas Antikonvulsan Kombinasi Ekstrak Kencur dan Asam Valproat pada Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    35 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley, berat 200-250 g
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kencur (50, 100, 200 mg/kg) dan asam valproat (150, 300 mg/kg) diberikan per oral 60 menit sebelum induksi PTZ (80 mg/kg BB i.p.). Pengamatan 30 menit.
    Temuan:
    Kombinasi dosis sub-efektif ekstrak kencur (100 mg/kg) dan asam valproat (150 mg/kg) menunjukkan efek sinergis dalam menunda onset kejang dan mengurangi durasi kejang dibandingkan monoterapi. Tidak ada peningkatan efek samping sedasi yang signifikan.


Cari: