Kencur untuk Pneumonia

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Model Pneumonia Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida pada Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, induksi LPS, dan 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 7 hari sebelum induksi LPS dan 3 hari setelah induksi
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 secara signifikan serta mengurangi infiltrasi neutrofil pada jaringan paru, menunjukkan efek protektif terhadap inflamasi pneumonia.
  2. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Kaempferia galanga terhadap Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae Penyebab Pneumonia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Streptococcus pneumoniae (n=5) dan Klebsiella pneumoniae (n=5) dari pasien pneumonia
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 31,25 - 500 µg/mL, diinkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etil asetat kencur menunjukkan aktivitas bakterisida dengan KHM 125-250 µg/mL terhadap kedua bakteri, serta menghambat pembentukan biofilm.
  3. Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo Efek Suplementasi Ekstrak Kencur sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Pneumonia Komunitas

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan pneumonia komunitas ringan-sedang, dibagi kelompok ekstrak (n=30) dan plasebo (n=30)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak kencur 300 mg (setara 1,5 g simplisia) 3 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Kelompok ekstrak kencur menunjukkan perbaikan skor klinis (CURB-65) lebih cepat serta penurunan CRP yang signifikan pada hari ke-5 dibanding plasebo, tanpa efek samping serius.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Indonesia (Termasuk Kaempferia galanga) terhadap Parameter Inflamasi pada Pneumonia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (in vivo dan RCT) dengan total 384 subjek (manusia dan hewan coba) yang mengevaluasi herbal termasuk kencur
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rentang dosis ekstrak 100-400 mg/kgBB/hari (hewan) atau 300-600 mg/hari (manusia) selama 5-14 hari
    Temuan:
    Kencur memberikan efek penurunan IL-6 dan TNF-α yang signifikan (SMD -1,23; 95% CI -1,89 hingga -0,57) pada model pneumonia, dengan heterogenitas rendah.
  5. Systematic Review Potensi Kaempferia galanga sebagai Imunomodulator pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut Termasuk Pneumonia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 artikel yang memenuhi kriteria dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar (2010-2020)
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik, rentang dosis pada studi in vitro dan in vivo antara 50-500 µg/mL (in vitro) dan 100-400 mg/kgBB (in vivo)
    Temuan:
    Kencur menunjukkan aktivitas imunomodulator melalui peningkatan fagositosis makrofag dan modulasi sitokin, serta memiliki efek sinergis dengan antibiotik terhadap bakteri pneumonia.
  6. Pengaruh Pemberian Ekstrak Air Rimpang Kencur terhadap Kadar Surfaktan dan Histopatologi Paru Tikus Model Pneumonia Bakterial

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    25 ekor tikus Wistar jantan, diinduksi Klebsiella pneumoniae intranasal, dibagi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Dosis 125, 250, 500 mg/kgBB/hari oral selama 10 hari (5 hari sebelum dan 5 hari setelah induksi)
    Temuan:
    Ekstrak air kencur dosis 250 mg/kgBB meningkatkan kadar surfaktan paru (SP-A dan SP-D) serta mengurangi kerusakan alveolar dan edema pada tikus pneumonia.


Cari: