Kencur untuk Osteoporosis

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Kaempferia galanga terhadap Kepadatan Mineral Tulang dan Marker Osteogenesis pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan (in vivo)
    Sampel:
    30 ekor tikus betina Sprague-Dawley, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol sham, kontrol ovariectomy, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan menurunkan kadar CTX-1 (marker resorpsi tulang) dibandingkan kelompok ovariectomy tanpa perlakuan. Efek optimal terlihat pada dosis 200 mg/kgBB.
  2. Penghambatan Diferensiasi Osteoklas oleh Ethyl p-Methoxycinnamate dari Kaempferia galanga pada Sel RAW264.7

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel prekursor osteoklas RAW264.7 yang distimulasi RANKL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–50 µM EPMC selama 5–7 hari kultur
    Temuan:
    Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC) yang diisolasi dari kencur menghambat diferensiasi osteoklas dan resorpsi tulang melalui penekanan jalur NF-κB dan MAPK. Senyawa ini juga menurunkan ekspresi gen marker osteoklas seperti TRAP dan cathepsin K.
  3. Uji Aktivitas Antiosteoporosis Ekstrak Rimpang Kencur pada Tikus Betina Defisiensi Estrogen dengan Parameter Histomorfometri Tulang

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan (in vivo)
    Sampel:
    24 ekor tikus betina Wistar, diovariektomi dan dibagi 4 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif alendronat, ekstrak dosis rendah dan tinggi)
    Dosis/Durasi:
    150 dan 300 mg/kgBB per oral setiap hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 300 mg/kgBB meningkatkan jumlah trabekula tulang femur dan menurunkan osteoklas aktif secara signifikan. Hasil histomorfometri menunjukkan efek protektif setara dengan alendronat pada dosis tertentu.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Indonesia untuk Osteoporosis: Fokus pada Kaempferia galanga dan Curcuma longa

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi in vivo dan in vitro yang memenuhi kriteria inklusi, termasuk 3 studi khusus tentang K. galanga
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rentang dosis 100-400 mg/kgBB pada hewan, durasi 4-12 minggu
    Temuan:
    Kaempferia galanga secara konsisten menunjukkan efek antiosteoporosis melalui mekanisme penghambatan osteoklastogenesis dan stimulasi osteoblas. Namun, masih diperlukan uji klinis pada manusia untuk memvalidasi dosis dan keamanan.
  5. Potensi Ekstrak Etanol Kaempferia galanga sebagai Agen Osteoprotektif pada Tikus dengan Osteoporosis Pascamenopause

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan (in vivo)
    Sampel:
    40 ekor tikus betina galur Wistar, diovariektomi dan diberi perlakuan selama 10 minggu
    Dosis/Durasi:
    125, 250, dan 500 mg/kgBB per oral setiap hari selama 10 minggu
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 250 mg/kgBB meningkatkan kadar osteokalsin serum dan menurunkan kadar NTX (marker resorpsi) secara signifikan. Analisis mikro-CT menunjukkan peningkatan volume tulang trabekular.


Cari: