Kencur untuk Bronkitis

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    25 ekor tikus jantan galur Wistar
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg berat badan, diberikan secara oral selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 200 mg/kg menunjukkan penurunan edema kaki signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol, mengindikasikan aktivitas antiinflamasi yang mendukung pengobatan bronkitis. Efek ini setara dengan natrium diklofenak pada dosis uji.
  2. Efek Antitusif dan Ekspektoran Ekstrak Etanol Rimpang Kencur pada Mencit Model Batuk

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor mencit jantan galur Balb/c
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg berat badan, diberikan secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 300 mg/kg mampu menurunkan frekuensi batuk sebesar 45% dan meningkatkan volume sekret saluran napas, menunjukkan aktivitas antitusif dan ekspektoran yang relevan untuk bronkitis. Efek optimal terlihat pada dosis tersebut tanpa toksisitas.
  3. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Kencur terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Isolat bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae (masing-masing 5 isolat klinis)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 125–500 µg/mL, diinkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol kencur menunjukkan zona hambat rata-rata 12,5 mm terhadap S. pneumoniae dan 14,2 mm terhadap H. influenzae dengan MIC 125 µg/mL, menandakan potensi antimikroba terhadap patogen bronkitis. Aktivitas bakterisidal teramati pada konsentrasi 2× MIC.
  4. Uji Toksisitas dan Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur pada Model Bronkitis Kronis Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    20 ekor tikus Sprague-Dawley jantan (model bronkitis kronis dengan paparan asap rokok)
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kg berat badan, diberikan secara oral sekali sehari selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur dosis 150 mg/kg secara signifikan mengurangi infiltrasi neutrofil dan kadar TNF-α dalam cairan lavage bronkoalveolar, serta memperbaiki histopatologi paru. Tidak ditemukan efek toksik pada hepar dan ginjal.
  5. Systematic Review: Potensi Tanaman Obat Indonesia untuk Bronkitis dengan Fokus pada Kaempferia galanga

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (in vitro, in vivo, dan klinis awal) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (100–400 mg/kg pada hewan, belum ada dosis manusia terstandar)
    Temuan:
    Bukti dari 12 studi in vivo dan 3 studi in vitro menunjukkan kencur memiliki efek antiinflamasi, antimikroba, dan ekspektoran yang mendukung penggunaannya pada bronkitis. Namun, belum ada uji klinis acak terkontrol pada manusia sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.


Cari: