Kencur untuk Maag

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Uji Aktivitas Antiulkus Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Etanol

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, berat 180-200 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral, diberikan sekali sehari selama 7 hari sebelum induksi etanol absolut
    Temuan:
    Ekstrak etanol rimpang kencur dosis 200 mg/kgBB menunjukkan penurunan indeks ulkus yang signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol negatif. Efek gastroprotektif diduga terkait dengan peningkatan sekresi mukus dan penghambatan peroksidasi lipid.
  2. Efek Gastroprotektif Minyak Atsiri Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Tikus yang Diinduksi Aspirin

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 ekor tikus putih jantan galur Wistar, berat 150-200 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 0,05 dan 0,1 mL/200gBB per oral, diberikan sekali sehari selama 14 hari, dengan induksi aspirin pada hari ke-14
    Temuan:
    Pemberian minyak atsiri kencur dosis 0,1 mL/200gBB secara signifikan mengurangi jumlah dan keparahan lesi lambung akibat aspirin. Aktivitas ini berkaitan dengan peningkatan kadar prostaglandin E2 dan penurunan ekspresi TNF-α.
  3. Potensi Antidispepsia Ekstrak Etanol Kencur pada Pasien Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Tersamar Ganda (RCT)
    Sampel:
    60 pasien dispepsia fungsional (18-65 tahun) yang memenuhi kriteria Rome IV
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak etanol kencur 500 mg, dua kali sehari setelah makan, selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 500 mg dua kali sehari selama 4 minggu secara signifikan memperbaiki skor gejala dispepsia (nyeri epigastrium, kembung, cepat kenyang) dibandingkan plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Efek Antiinflamasi dan Antioksidan Rimpang Kencur pada Model Gastritis Tikus yang Diinduksi Etanol

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    20 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, berat 200-250 g
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB per oral, diberikan sekali sehari selama 7 hari, kemudian diinduksi etanol 50%
    Temuan:
    Ekstrak etanol rimpang kencur dosis 100 dan 200 mg/kgBB menghambat aktivitas COX-2 dan myeloperoxidase (MPO) secara signifikan, serta meningkatkan kapasitas antioksidan total pada mukosa lambung. Temuan ini mendukung penggunaan kencur sebagai agen gastroprotektif.
  5. Efektivitas Ekstrak Etanol Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Gastritis Akut: Studi Eksploratif

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Eksploratif (non-randomized)
    Sampel:
    40 pasien gastritis akut yang didiagnosis endoskopi, usia 20-55 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak etanol kencur 300 mg, tiga kali sehari, selama 14 hari, diberikan bersama omeprazol 20 mg/hari
    Temuan:
    Penambahan ekstrak kencur 300 mg tiga kali sehari selama 2 minggu pada terapi standar (omeprazol) mempercepat penyembuhan mukosa lambung dan mengurangi keluhan nyeri epigastrium lebih baik dibanding terapi standar saja (p<0,05).
  6. Meta-Analisis Pengaruh Tanaman Obat Tradisional terhadap Tukak Lambung: Fokus pada Kaempferia galanga dan Zingiber officinale

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi in vivo dan klinis (5 studi khusus kencur) dengan total 380 subjek (manusia dan hewan)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rentang dosis 100-500 mg/kgBB (hewan) dan 300-1000 mg/hari (manusia) selama 7-28 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak kencur secara signifikan menurunkan indeks ulkus (effect size -0.85, p<0.001) dan meningkatkan penyembuhan mukosa lambung. Dosis efektif berkisar 100-500 mg/kgBB pada hewan dan 500-1000 mg/hari pada manusia.


Cari: