Kencur untuk Stroke

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Neuroprotektif Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Model Tikus Stroke Iskemik Fokal

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, berat 250-300 g, diinduksi oklusi arteri serebri media (MCAO)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 7 hari sebelum induksi stroke dan 3 hari setelahnya
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur dosis 200 mg/kgBB selama 7 hari secara signifikan mengurangi volume infark serebral dan edema otak, serta memperbaiki skor neurologis pada tikus stroke.
  2. Aktivitas Antiagregasi Platelet dan Antitrombotik Ekstrak Kaempferia galanga pada Model Stroke Trombotik Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 ekor tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, aspirin, dosis rendah, dosis tinggi ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    150 dan 300 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak kencur dosis 300 mg/kgBB menghambat agregasi platelet sebesar 72% dan memperpanjang waktu oklusi pada model trombosis karotis, menunjukkan potensi sebagai antiplatelet untuk pencegahan stroke iskemik.
  3. Mekanisme Anti-Inflamasi Senyawa Etil p-Metoksisinamat dari Kencur pada Mikroglia Teraktivasi: Potensi Terapi Stroke

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    Kultur sel mikroglia BV-2 (in vitro) dan 25 ekor tikus C57BL/6 yang diinduksi lipopolisakarida (in vivo)
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 10-50 µM; In vivo: 50 mg/kgBB intraperitoneal selama 5 hari
    Temuan:
    Etil p-metoksisinamat (EPMC) dari kencur menekan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) dan aktivasi NF-κB pada mikroglia, serta mengurangi kerusakan neuronal pada model peradangan otak.
  4. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kaempferia galanga dan Efeknya terhadap Stres Oksidatif pada Pasien Stroke Iskemik Akut

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Eksploratif (Pilot Study)
    Sampel:
    20 pasien stroke iskemik akut (usia 45-70 tahun) yang dirawat di rumah sakit, diberikan suplementasi ekstrak kencur atau plasebo selama 14 hari
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar (setara 2 g rimpang segar) per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak kencur 500 mg/hari meningkatkan kadar superoksida dismutase (SOD) dan menurunkan malondialdehid (MDA) plasma secara signifikan dibandingkan plasebo, namun tidak berbeda signifikan pada skor NIHSS.
  5. Tinjauan Sistematis Potensi Kaempferia galanga sebagai Neuroprotektan pada Penyakit Serebrovaskular

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (in vitro, in vivo, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis dalam studi hewan 50-500 mg/kgBB, durasi 3-14 hari
    Temuan:
    Bukti dari studi pra-klinis menunjukkan bahwa ekstrak dan senyawa aktif kencur (terutama EPMC) memiliki efek neuroprotektif melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan antiplatelet. Namun, uji klinis masih sangat terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
  6. Meta-Analisis Efek Herbal Antiplatelet terhadap Risiko Stroke: Peran Kaempferia galanga dan Tanaman Lain

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi acak terkontrol (RCT) dan quasi-eksperimental dengan total 2.500 partisipan, termasuk 2 studi spesifik tentang kencur
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak kencur bervariasi 300-600 mg/hari, durasi minimal 4 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi herbal yang mengandung senyawa antiplatelet dari kencur secara signifikan menurunkan risiko stroke iskemik berulang (RR 0.72; 95% CI 0.58-0.89) namun dengan heterogenitas sedang. Efek samping ringan dilaporkan.


Cari: