Kencur untuk Sinusitis

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antiinflamasi dan Antioksidan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Model Inflamasi In Vivo dan In Vitro

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro dan in vivo)
    Sampel:
    Sel RAW 264.7 dan tikus Wistar (n=30)
    Dosis/Durasi:
    100-400 mg/kgBB per oral pada tikus selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak kencur menghambat produksi NO dan TNF-α pada sel makrofag serta mengurangi edema pada tikus. Efek antiinflamasi ini mendukung potensi penggunaannya untuk kondisi inflamasi saluran napas seperti sinusitis.
  2. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Rimpang Kencur terhadap Bakteri Penyebab Sinusitis

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Bakteri Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis (masing-masing 3 strain)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1-2% v/v, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri kencur menunjukkan aktivitas antibakteri dengan konsentrasi hambat minimal (KHM) 0,5-2% v/v terhadap S. pneumoniae dan H. influenzae. Efek bakterisidal diamati pada konsentrasi 1% v/v.
  3. Efek Ekstrak Etanol Kencur terhadap Pembersihan Mukosiliar Hidung pada Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    20 tikus Sprague-Dawley jantan
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kgBB/hari per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur dosis 100 mg/kgBB meningkatkan kecepatan pembersihan mukosiliar hidung sebesar 35% dibandingkan kontrol. Hal ini menunjukkan potensi memperbaiki drainase sinus.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Sinusitis: Peran Kencur (Kaempferia galanga)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi yang relevan termasuk tentang kencur
    Dosis/Durasi:
    Tidak disebutkan
    Temuan:
    Kencur termasuk dalam lima tanaman obat yang paling sering dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi dan antimikroba yang relevan untuk sinusitis. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba lebih lanjut.
  5. Aktivitas Antialergi Beberapa Tanaman dari Suku Zingiberaceae: Potensi Kencur untuk Rinitis Alergi

    Tahun:
    2007
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel basofil RBL-2H3
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1-1 mg/mL
    Temuan:
    Ekstrak kencur menghambat pelepasan histamin dari sel basofil yang diinduksi antigen secara signifikan. Aktivitas antialergi ini dapat bermanfaat dalam mengurangi gejala rinitis yang mendasari sinusitis.


Cari: