Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antiinflamasi Lengkuas (Alpinia galanga) dan Senyawa Utama 1'-Asetoksikavikol Asetat

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    35 artikel penelitian (in vitro dan in vivo) yang diambil dari PubMed dan Scopus
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi pustaka)
    Temuan:
    Lengkuas menghambat jalur NF-κB serta menurunkan ekspresi sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Senyawa 1'-asetoksikavikol asetat merupakan komponen bioaktif utama yang bertanggung jawab atas efek antiinflamasi.
  2. Efektivitas Ekstrak Lengkuas terhadap Kadar Gula Darah dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2 (30 kelompok intervensi, 30 kelompok plasebo), usia 40–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol lengkuas 300 mg/hari (2 kapsul @150 mg) selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak lengkuas selama 12 minggu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Profil lipid juga mengalami perbaikan tanpa efek samping serius.
  3. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Lengkuas pada Edema Kaki Tikus yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan berumur 8–10 minggu, diinduksi karagenan 1% pada telapak kaki
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol lengkuas 100, 200, 400 mg/kgBB per oral satu jam sebelum induksi karagenan (dosis tunggal)
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas dosis 200 dan 400 mg/kgBB mengurangi volume edema kaki dan menurunkan kadar myeloperoksidase dibandingkan kontrol. Efek antiinflamasinya setara dengan diklofenak natrium 10 mg/kgBB.
  4. Ekstrak Lengkuas Menghambat Pembentukan Biofilm Bakteri Metisilin-Resistan Staphylococcus aureus (MRSA)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Dua strain MRSA (ATCC 43300 dan isolat klinis dari rumah sakit)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 31,25–1000 µg/mL, diinkubasi 24 jam pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas memiliki MIC 62,5–125 µg/mL dan menghambat pembentukan biofilm MRSA hingga 80% pada konsentrasi sub-MIC. Aktivitas ini terkait dengan gangguan adhesi bakteri dan penurunan ekspresi gen agrA.
  5. Aktivitas Antikanker Ekstrak Lengkuas pada Sel Kanker Payudara MCF-7 melalui Induksi Apoptosis dan Penghambatan Migrasi Sel

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel epitel normal MCF-10A sebagai kontrol
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–100 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas menurunkan viabilitas sel MCF-7 dengan IC50 48,7 µg/mL serta meningkatkan aktivitas kaspase-3 dan rasio Bcl-2/Bax. Ekstrak juga menghambat migrasi sel melalui penurunan ekspresi MMP-9.
  6. Efek Protektif Ekstrak Lengkuas terhadap Stres Oksidatif dan Disfungsi Ginjal pada Tikus Diabetes Akibat Streptozotosin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 ekor tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi streptozotosin 45 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol lengkuas 150, 300, 600 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak lengkuas selama 28 hari menurunkan kadar glukosa darah, ureum, kreatinin, dan malondialdehid ginjal. Ekstrak juga meningkatkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase.
  7. Meta-Analisis Pengaruh Ekstrak Zingiberaceae (Termasuk Alpinia galanga) terhadap Penanda Inflamasi Darah

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak terkontrol dengan total 812 subjek; 3 studi menggunakan Alpinia galanga
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak bervariasi antara 250–500 mg/hari; durasi 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Zingiberaceae menurunkan TNF-α, IL-6, dan CRP secara signifikan. Analisis subkelompok pada Alpinia galanga menunjukkan penurunan IL-6 dengan efek sedang.
  8. Efek Neuroprotektif Lengkuas pada Tikus Model Demensia Alzheimer: Penurunan Amiloid Beta dan Perbaikan Memori Spasial

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 ekor tikus Wistar yang diinjeksi amiloid beta (Aβ1-42) intrahipokampal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak lengkuas 200 dan 400 mg/kgBB per oral selama 21 hari setelah injeksi Aβ
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas memperbaiki gangguan memori spasial pada uji Morris water maze dan menurunkan penumpukan amiloid beta di hipokampus. Terapi ini juga menurunkan ekspresi GFAP sebagai penanda neuroinflamasi.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Lengkuas dan Pneumonia

    Penilitian Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Pneumonia:
    • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Streptococcus pneumoniae secara In Vitro
    • Efek Antiinflamasi dan Antibakteri Ekstrak Lengkuas pada Model Pneumonia Mencit yang Diinduksi Streptococcus pneumoniae
    • Komposisi Kimia dan Aktivitas Antibiofilm Minyak Atsiri Lengkuas terhadap Streptococcus pneumoniae
  2. Lengkuas dan Maag

    Penilitian Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Maag:
  3. Lengkuas dan Bronkitis

    Penilitian Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Bronkitis:
    • Aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga) terhadap bakteri patogen saluran pernapasan
    • Efek antiinflamasi galangin dari Alpinia galanga pada inflamasi saluran napas pada model tikus asma
    • Efek bronkodilator ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga) pada trakea marmut terisolasi
  4. Lengkuas dan Asam Urat

    Penilitian Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Asam Urat:
    • Pengaruh Ekstrak Etanol Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia
    • Uji Klinis Efek Konsumsi Kapsul Ekstrak Lengkuas terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Pasien Hiperurisemia Ringan
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Anti-Hiperurisemia: Fokus pada Lengkuas (Alpinia galanga) dan Temulawak

Cari: