Lengkuas untuk Pneumonia

Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    5 isolat klinis Streptococcus pneumoniae yang diperoleh dari pasien pneumonia
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi in vitro); konsentrasi ekstrak 0,125–4 mg/mL diuji
    Temuan:
    Ekstrak etanol lengkuas menunjukkan aktivitas antibakteri dengan MIC berkisar 0,25–1,0 mg/mL dan MBC 0,5–2,0 mg/mL. Efek bakterisida terlihat dalam 4 jam pada konsentrasi 2× MIC.
  2. Efek Antiinflamasi dan Antibakteri Ekstrak Lengkuas pada Model Pneumonia Mencit yang Diinduksi Streptococcus pneumoniae

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan coba)
    Sampel:
    30 mencit BALB/c jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol infeksi, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% diberikan per oral 100, 200, 400 mg/kgBB sekali sehari selama 7 hari setelah infeksi
    Temuan:
    Pemberian ekstrak lengkuas dosis 200 mg/kgBB menurunkan jumlah koloni bakteri di paru sebesar 2 log CFU dan menekan kadar TNF-α serta IL-6 secara signifikan dibandingkan kontrol infeksi.
  3. Komposisi Kimia dan Aktivitas Antibiofilm Minyak Atsiri Lengkuas terhadap Streptococcus pneumoniae

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    3 strain Streptococcus pneumoniae (ATCC 49619, serta dua isolat klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi in vitro); konsentrasi minyak atsiri 0,1–2% v/v diuji selama 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri lengkuas mengandung 1,8-sineol (35%) dan kamfer (12%) sebagai komponen utama. Minyak atsiri menghambat pembentukan biofilm hingga 78% pada konsentrasi 0,5% v/v.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Genus Alpinia sebagai Terapi Potensial untuk Infeksi Saluran Pernapasan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    35 artikel terpilih dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar (2000–2021)
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum secara tunggal; variasi dosis 50–400 mg/kgBB pada hewan, durasi 3–14 hari
    Temuan:
    Ekstrak dan minyak atsiri dari Alpinia galanga dan spesies Alpinia lain menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap patogen pneumonia seperti Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae, serta efek antiinflamasi pada model hewan. Namun, belum ada uji klinis pada manusia.
  5. Pengaruh Pemberian Ekstrak Lengkuas terhadap Klebsiella pneumoniae pada Model Pneumonia Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (hewan coba)
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan, dibagi 4 kelompok (kontrol, infeksi, dosis rendah, dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 96% diberikan per oral 150 dan 300 mg/kgBB selama 5 hari berturut-turut setelah infeksi
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas dosis 300 mg/kgBB mampu menurunkan jumlah bakteri di paru hingga 90% dan memperbaiki histopatologi paru yang rusak akibat infeksi Klebsiella pneumoniae.
  6. Meta-Analisis Efektivitas Ekstrak Tanaman Obat terhadap Bakteri Penyebab Pneumonia: Fokus pada Alpinia galanga

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi (total sampel bakteri 150 isolat, total hewan 320)
    Dosis/Durasi:
    Rerata dosis efektif pada hewan 200 mg/kgBB/hari selama 5–7 hari; konsentrasi in vitro MIC 0,5–2 mg/mL
    Temuan:
    Ekstrak Alpinia galanga menunjukkan efek antibakteri yang signifikan terhadap Streptococcus pneumoniae (effect size 0,85) dan Klebsiella pneumoniae (effect size 0,72). Efek antiinflamasi pada model hewan juga konsisten menurunkan sitokin pro-inflamasi.


Cari: