Lengkuas untuk Bronkitis

Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga) terhadap bakteri patogen saluran pernapasan

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Staphylococcus aureus (total 20 isolat)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 25, 50, dan 100 mg/mL; durasi inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol rimpang lengkuas menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat 12–18 mm pada konsentrasi 50 mg/mL. Efek paling kuat terlihat terhadap S. pneumoniae, mendukung potensi penggunaannya sebagai agen antimikroba pada infeksi saluran napas seperti bronkitis.
  2. Efek antiinflamasi galangin dari Alpinia galanga pada inflamasi saluran napas pada model tikus asma

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 tikus BALB/c jantan yang diinduksi ovalbumin untuk menimbulkan inflamasi saluran napas
    Dosis/Durasi:
    Galangin 10 mg/kgBB/hari secara oral selama 7 hari setelah induksi
    Temuan:
    Pemberian galangin secara signifikan menurunkan jumlah eosinofil dan neutrofil di cairan bronkoalveolar, serta menekan ekspresi sitokin proinflamasi IL-4, IL-5, dan TNF-α. Galangin berpotensi sebagai terapi tambahan untuk bronkitis yang disertai komponen inflamasi.
  3. Efek bronkodilator ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga) pada trakea marmut terisolasi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro pada jaringan
    Sampel:
    Segmen trakea dari 10 marmut jantan galur Hartley
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,1–10 mg/mL dalam larutan Krebs; pengukuran dalam 15 menit setelah paparan
    Temuan:
    Ekstrak etanol 70% lengkuas menunjukkan efek relaksasi terhadap kontraksi trakea yang diinduksi asetilkolin dan histamin dengan EC50 sekitar 0,8 mg/mL. Mekanisme diduga melibatkan blokade kanal kalsium tipe L dan antagonisme reseptor histamin H1.
  4. Efektivitas dan keamanan ekstrak Alpinia galanga pada pasien bronkitis akut: uji klinis acak tersamar ganda terkontrol plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol plasebo (RCT)
    Sampel:
    60 pasien dewasa (usia 18–65 tahun) dengan diagnosis bronkitis akut berdasarkan kriteria klinis dan radiologis
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar (setara 10 g rimpang segar) tiga kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Kelompok yang menerima ekstrak lengkuas (500 mg tiga kali sehari) menunjukkan perbaikan skor gejala batuk dan produksi dahak yang signifikan pada hari ke-5 dibandingkan plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  5. Tinjauan sistematis dan meta-analisis pengobatan herbal untuk bronkitis akut: fokus pada tanaman Zingiberaceae termasuk lengkuas

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi acak terkontrol (total 1.450 pasien) yang mengevaluasi ekstrak atau sediaan herbal dari famili Zingiberaceae (termasuk Alpinia galanga) pada bronkitis akut
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: ekstrak 300–1500 mg/hari selama 5–14 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa sediaan yang mengandung lengkuas dan tanaman Zingiberaceae lainnya secara signifikan mengurangi durasi batuk (rata-rata perbedaan -2,1 hari) dan meningkatkan kesembuhan klinis (RR 1,35, 95% CI 1,18–1,54). Kualitas bukti sedang karena heterogenitas dosis.
  6. Komposisi minyak atsiri lengkuas (Alpinia galanga) dan aktivitas antivirus terhadap virus influenza A serta bakteri pernapasan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Virus influenza A (H1N1) dan isolat klinis bakteri Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak atsiri 7,8–500 µg/mL; inkubasi 1 jam sebelum infeksi untuk uji antivirus, 24 jam untuk antibakteri
    Temuan:
    Minyak atsiri lengkuas dengan komponen utama 1,8-sineol dan kamfor menunjukkan aktivitas antivirus dengan IC50 12,5 µg/mL terhadap virus influenza A, serta aktivitas antibakteri dengan MIC 31,25 µg/mL terhadap S. pneumoniae. Hal ini mendukung potensi lengkuas untuk mengatasi bronkitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri.


Cari: