Lengkuas untuk Asam Urat

Lengkuas (Alpinia galanga) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Etanol Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Wistar yang diinduksi hiperurisemia, dibagi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas dosis 200 mg/kg BB mampu menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol. Aktivitas xantin oksidase dihambat hingga 45% pada dosis tertinggi.
  2. Uji Klinis Efek Konsumsi Kapsul Ekstrak Lengkuas terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Pasien Hiperurisemia Ringan

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien hiperurisemia ringan (kadar asam urat 7–9 mg/dL), dibagi 2 kelompok (30 intervensi, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering per hari dalam bentuk kapsul selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian kapsul ekstrak lengkuas 500 mg/hari selama 4 minggu menurunkan kadar asam urat rata-rata 1,2 mg/dL lebih besar dibanding plasebo. Tidak ditemukan efek samping yang signifikan.
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Anti-Hiperurisemia: Fokus pada Lengkuas (Alpinia galanga) dan Temulawak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (studi in vivo, in vitro, dan uji klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak disebutkan secara spesifik (studi review)
    Temuan:
    Lengkuas secara konsisten menunjukkan aktivitas penurun asam urat melalui penghambatan xantin oksidase dan efek antiinflamasi. Namun, jumlah uji klinis pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
  4. Meta-Analisis Efek Ekstrak Lengkuas terhadap Kadar Asam Urat pada Model Hewan dan Manusia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (8 studi hewan, 4 studi manusia) dengan total 480 subjek
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis: 100–500 mg/kg BB pada hewan, 300–1000 mg/hari pada manusia; durasi 7–28 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek penurunan asam urat yang signifikan dengan effect size -1,5 (95% CI -2,0 hingga -1,0). Heterogenitas tinggi antar studi terutama dipengaruhi oleh variasi dosis dan durasi.
  5. Mekanisme Penghambatan Xantin Oksidase oleh Senyawa Galangin dari Lengkuas secara In Silico dan In Vitro

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi In Silico/In Vitro
    Sampel:
    Pengujian enzim xantin oksidase (XO) murni dan simulasi docking molekuler
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi in vitro 1–10 µM, inkubasi 30 menit pada suhu 37°C
    Temuan:
    Galangin berikatan dengan situs aktif xantin oksidase dengan afinitas tinggi (Ki 0,5 µM) dan menghambat enzim secara kompetitif dengan IC50 2,3 µM. Hasil ini mengonfirmasi mekanisme molekuler penurunan asam urat.
  6. Efek Kombinasi Ekstrak Lengkuas dan Jahe terhadap Kadar Asam Urat dan Fungsi Ginjal pada Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 tikus jantan Sprague-Dawley yang diinduksi hiperurisemia dengan potassium oksonat
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg BB ekstrak lengkuas + 250 mg/kg BB ekstrak jahe per oral sekali sehari selama 21 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak lengkuas dan jahe (masing-masing 250 mg/kg BB) lebih efektif menurunkan kadar asam urat dibandingkan pemberian tunggal. Tidak ditemukan tanda toksisitas ginjal pada semua kelompok perlakuan.


Cari: