Lauk khas Nusantara berupa tahu bumbu rempah dengan kucai, dibungkus daun pisang, lalu dikukus. Pepes memakai teknik kuliner tradisional yang minim minyak namun kaya rasa.
| 200 g Tahu putih, haluskan |
| 30 g Kucai segar, iris halus |
| 1 butir Telur ayam, kocok (pengikat) |
| 2 butir Bawang merah, iris tipis |
| 1 siung Bawang putih, cincang |
| 2 cm Kunyit, bakar lalu parut (opsional) |
| 1/4 sdt Ketumbar bubuk |
| 1/2 sdt Garam |
| 1/8 sdt Lada bubuk |
| 2 lembar Daun jeruk, buang tulangnya, iris halus |
| 1 sdm Kelapa parut setengah tua (opsional) |
| Secukupnya Daun pisang, layukan di atas api |
Tahu memberi protein nabati dan isoflavon; kucai menambahkan senyawa organosulfur dan vitamin K. Dikukus dengan daun pisang, pepes ini rendah lemak jenuh dan tetap beraroma khas.
Advertisement
1-2 bungkus pepes sebagai lauk sekali makan; cukup 2-3 kali seminggu.
Isoflavon dalam tahu dapat berikatan dengan levotiroksin; beri jeda minimal 2 jam antara konsumsi pepes dan obat tiroid. Kucai mengandung vitamin K, jadi tetap konsisten jika sedang menjalani terapi antikoagulan.
Hindari jika alergi kedelai, telur, atau kucai. Penderita yang sedang menggunakan levotiroksin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai pola konsumsi tahu.
Resep Herbal: #0075
Advertisement