Pepes Tahu Kucai

Pepes Tahu Kucai: lauk tradisional rendah lemak berbahan tahu dan kucai, kaya protein nabati dan antioksidan khas Nusantara.

Deskripsi:

Lauk khas Nusantara berupa tahu bumbu rempah dengan kucai, dibungkus daun pisang, lalu dikukus. Pepes memakai teknik kuliner tradisional yang minim minyak namun kaya rasa.

Resep:

Bahan:
200 g Tahu putih, haluskan
30 g Kucai segar, iris halus
1 butir Telur ayam, kocok (pengikat)
2 butir Bawang merah, iris tipis
1 siung Bawang putih, cincang
2 cm Kunyit, bakar lalu parut (opsional)
1/4 sdt Ketumbar bubuk
1/2 sdt Garam
1/8 sdt Lada bubuk
2 lembar Daun jeruk, buang tulangnya, iris halus
1 sdm Kelapa parut setengah tua (opsional)
Secukupnya Daun pisang, layukan di atas api

Manfaat:

Tahu memberi protein nabati dan isoflavon; kucai menambahkan senyawa organosulfur dan vitamin K. Dikukus dengan daun pisang, pepes ini rendah lemak jenuh dan tetap beraroma khas.

Cara Membuat:

Langkah:
  1. Campur tahu, kucai, telur, bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, garam, lada, daun jeruk, dan kelapa parut. Aduk hingga semua bumbu tercampur.
  2. Letakkan 2-3 sdm adonan di atas daun pisang.
  3. Bungkus seperti pepes dan semat ujungnya dengan tusuk gigi.
  4. Kukus dalam dandang panas selama 20-25 menit hingga matang.
  5. Sajikan hangat; bisa dibakar sebentar di atas wajan grill untuk aroma tambahan.

Advertisement


Interaksi:

Isoflavon dalam tahu dapat berikatan dengan levotiroksin; beri jeda minimal 2 jam antara konsumsi pepes dan obat tiroid. Kucai mengandung vitamin K, jadi tetap konsisten jika sedang menjalani terapi antikoagulan.

Dosis:

1-2 bungkus pepes sebagai lauk sekali makan; cukup 2-3 kali seminggu.

Kontraindikasi:

Hindari jika alergi kedelai, telur, atau kucai. Penderita yang sedang menggunakan levotiroksin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai pola konsumsi tahu.

Resep Herbal: #0075