Serai / Sereh untuk Insomnia

Serai / Sereh (Cymbopogon citratus) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Aromaterapi Minyak Esensial Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 lansia berusia 60–75 tahun dengan insomnia ringan hingga sedang (skor PSQI >5)
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak esensial serai konsentrasi 2% dalam diffuser selama 30 menit sebelum tidur, setiap malam selama 4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi minyak serai secara signifikan memperbaiki kualitas tidur (penurunan skor PSQI rata-rata 3,2 poin) dan mengurangi waktu laten tidur hingga 15 menit dibandingkan plasebo. Efek ini terlihat setelah 4 minggu intervensi tanpa efek samping berarti.
  2. Efek Sedatif dan Hipnotik Ekstrak Etanol Daun Serai (Cymbopogon citratus) pada Mencit yang Diinduksi PCPA

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 mencit jantan galur Balb/c, berat 20–30 g, dibagi 5 kelompok (kontrol, PCPA, dan 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral, diberikan sekali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol serai dosis 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan memperpanjang durasi tidur dan mempersingkat waktu laten tidur pada mencit yang mengalami insomnia akibat PCPA. Aktivitas ini diduga melalui modulasi reseptor GABA-A.
  3. Efektivitas Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Terapi Komplementer untuk Insomnia: Sebuah Systematic Review

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (9 RCT, 3 kuasi-eksperimen) dengan total 1.245 partisipan (usia 18–80 tahun, berbagai kondisi insomnia)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 2–5 tetes minyak esensial 1–5% dalam diffuser atau topikal, selama 2–8 minggu
    Temuan:
    Minyak atsiri serai, terutama melalui aromaterapi, secara konsisten menunjukkan perbaikan kualitas tidur dan pengurangan gejala insomnia dengan efek samping minimal. Sebagian besar studi melaporkan peningkatan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang signifikan secara statistik.
  4. Pengaruh Inhalasi Minyak Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Pola Tidur Mahasiswa dengan Insomnia Akibat Stres Akademik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Quasi-Eksperimental (Pre-Post Test)
    Sampel:
    40 mahasiswa usia 18–24 tahun dengan insomnia akut (skor ISI ≥15) dan tingkat stres sedang-tinggi
    Dosis/Durasi:
    4 tetes minyak esensial serai murni pada tisu, dihirup 10 menit sebelum tidur, setiap malam selama 2 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak serai selama 2 minggu menurunkan skor Insomnia Severity Index (ISI) rata-rata 5,8 poin dan meningkatkan efisiensi tidur dari 72% menjadi 84%. Partisipan melaporkan perasaan lebih rileks dan waktu tidur lebih cepat.
  5. Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo: Efek Kombinasi Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Lavender terhadap Insomnia Primer

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 pasien dewasa (25–55 tahun) dengan insomnia primer berdasarkan kriteria DSM-5
    Dosis/Durasi:
    Kapsul mengandung 500 mg ekstrak serai standar (0,5% sitral) + 400 mg lavender, diminum 1 jam sebelum tidur, selama 6 minggu
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak serai (500 mg) dan lavender (400 mg) secara signifikan memperbaiki kualitas tidur subjektif dan objektif (aktigrafi) dibandingkan plasebo setelah 6 minggu. Efek sinergis terlihat pada peningkatan total waktu tidur dan penurunan jumlah terbangun malam.
  6. Meta-Analisis Efek Aromaterapi Tanaman Aromatik (Termasuk Serai) terhadap Kualitas Tidur pada Pasien dengan Gangguan Tidur

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    22 studi (RCT dan kuasi-eksperimen) dengan total 2.340 partisipan; subanalisis khusus serai mencakup 5 studi (n=420)
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis: 3–5 tetes minyak esensial 2–3% selama 15–30 menit/hari, durasi 2–8 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi serai secara signifikan meningkatkan kualitas tidur (SMD = 0,68; 95% CI 0,42–0,94; p<0,001) dengan heterogenitas rendah. Efek paling kuat terlihat pada populasi lansia dan pasien dengan insomnia ringan-sedang.


Cari: