Chamomile untuk Insomnia

Chamomile (Matricaria chamomilla) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pemeriksaan Awal Efikasi dan Keamanan Ekstrak Chamomile Terstandarisasi untuk Insomnia Primer Kronis

    Tahun:
    2011
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    34 partisipan dewasa (usia 18–65 tahun) dengan insomnia primer kronis
    Dosis/Durasi:
    270 mg ekstrak chamomile (terstandarisasi 1,2% apigenin) dua kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak chamomile tidak secara signifikan memperbaiki total waktu tidur dibandingkan plasebo, namun menunjukkan perbaikan pada kualitas tidur subjektif dan fungsi siang hari. Efek samping minimal dan dapat ditoleransi dengan baik.
  2. Pengaruh Chamomile terhadap Kualitas Tidur: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi RCT dengan total 304 partisipan dari berbagai populasi (dewasa, lansia, wanita menopause)
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 200–400 mg ekstrak per hari selama 2–8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi chamomile secara signifikan meningkatkan skor kualitas tidur berdasarkan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dibandingkan dengan plasebo. Efek ini lebih nyata pada populasi dengan gangguan tidur awal.
  3. Efek Chamomile terhadap Kualitas Tidur pada Wanita Pascamenopause

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause (usia 50–65 tahun) dengan kualitas tidur buruk
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak chamomile 250 mg dua kali sehari (total 500 mg/hari) selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi chamomile selama 8 minggu secara signifikan memperbaiki kualitas tidur, mengurangi latensi tidur, dan meningkatkan durasi tidur dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Pengaruh Chamomile terhadap Kualitas Tidur pada Lansia

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 lansia (usia ≥60 tahun) yang tinggal di panti jompo dengan gangguan tidur
    Dosis/Durasi:
    400 mg ekstrak chamomile per hari (dalam bentuk kapsul) selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak chamomile selama 4 minggu secara signifikan meningkatkan kualitas tidur berdasarkan PSQI dan mengurangi penggunaan obat tidur. Kelompok chamomile melaporkan lebih sedikit gangguan tidur malam.
  5. Efek Chamomile terhadap Kualitas Tidur pada Pasien dengan Insomnia: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 pasien dengan diagnosis insomnia (usia 25–55 tahun) yang direkrut dari klinik rawat jalan
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak chamomile 200 mg dua kali sehari (total 400 mg/hari) selama 4 minggu
    Temuan:
    Chamomile secara signifikan mengurangi tingkat keparahan insomnia dan meningkatkan efisiensi tidur dibandingkan plasebo setelah 4 minggu. Efek positif juga terlihat pada pengurangan kecemasan yang menyertai insomnia.
  6. Chamomile untuk Gangguan Tidur pada Pasien dengan Kecemasan: Sebuah Uji Coba Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    57 partisipan dewasa (usia 18–75 tahun) dengan gangguan kecemasan umum dan gangguan tidur komorbid
    Dosis/Durasi:
    220 mg ekstrak chamomile (terstandarisasi 1,2% apigenin) per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak chamomile tidak hanya mengurangi gejala kecemasan tetapi juga memperbaiki kualitas tidur secara signifikan. Efek pada tidur bersifat independen dari efek ansiolitiknya.


Cari: