Wedang ini dibuat dengan menyeduh daun inggu kering dalam air panas selama 10-15 menit, lalu disaring sebelum diminum. Cara penyajian ini mengikuti literatur etnobotani Ruta graveolens di Eropa Selatan dan Timur Tengah, dengan dosis kecil yang lebih mudah diterima.
| 1 g Daun inggu kering (bisa diganti 5 lembar daun inggu segar) |
| 200 ml Air panas |
| 1 sdt Madu (opsional) |
| 1 sdm Air perasan lemon (opsional) |
Kandungan rutin dan furanokumarin dalam inggu berpotensi memberikan efek antioksidan serta membantu relaksasi otot polos pencernaan. Efek karminatif ini dipakai secara tradisional untuk mengurangi kembung, terutama setelah makan berlemak.
Advertisement
Maksimal 1 cangkir (200 ml) per hari dan tidak lebih dari 5 hari berurutan. Beri jeda 2 minggu sebelum mengonsumsi lagi.
Furanokumarin pada inggu berpotensi menghambat enzim CYP3A4 sehingga metabolisme obat tertentu bisa berubah. Hindari penggunaan bersamaan dengan antikoagulan, obat tekanan darah tinggi, sedatif, dan obat yang menyebabkan fotosensitivitas tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Tidak untuk ibu hamil, ibu menyusui, wanita yang sedang merencanakan kehamilan, anak di bawah 12 tahun, penderita gangguan hati/ginjal berat, gastritis aktif, atau alergi suku Rutaceae. Hindari paparan sinar matahari langsung setelah minum karena risiko fotosensitivitas.
Resep Herbal: #0425