Minuman ini memadukan daun kerinyu limau (Aloysia citrodora) dengan jahe dan serai untuk pengalaman minum teh yang aromatik dan menenangkan. Secangkir teh kerinyu limau hangat menjadi cara tradisional untuk meredakan perut kembung sekaligus membawa rasa nyaman di sore atau malam hari.
| 2-3 g daun kerinyu limau kering atau 8-10 lembar daun segar |
| 300 ml air panas (80-90°C) |
| 3 iris jahe segar |
| 1 batang serai, dimemarkan |
| 1 sdt madu mentah (opsional) |
| 1/2 sdt air jeruk nipis atau lemon (opsional) |
Kandungan sitral, limonen, dan verbascoside pada daunnya mendukung fungsi antioksidan dan membantu tubuh lebih rileks. Secara tradisional, teh ini digunakan untuk membantu pencernaan dan menemani waktu tidur; bukan pengganti obat medis.
Advertisement
Seduhan kaya polifenol dapat sedikit menghambat penyerapan zat besi non-heme dari makanan; beri jarak 1–2 jam dari makanan yang kaya zat besi. Tidak ada interaksi obat serius yang terdokumentasi pada dosis teh normal.
1 cangkir (250–300 ml) seduhan dari 2–3 g daun kering atau 8–10 lembar daun segar, 1–2 kali sehari. Bila diminum untuk relaksasi malam, minum 30–60 menit sebelum tidur.
Hindari jika alergi terhadap Aloysia citrodora. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu; dosis herbal pekat tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Resep Herbal: #0201