Wedang hangat dari bunga sweet violet (Viola odorata), jahe, dan serai, terinspirasi jamu Nusantara serta dikenal sebagai banafsha dalam literatur Ayurveda-Unani dan fitoterapi Eropa. Minuman ini melembutkan tenggorokan dan memberi sensasi hangat yang nyaman.
| 2 g bunga violet kering atau 10-15 kuntum bunga violet segar |
| 3 cm jahe, iris tipis |
| 1 batang serai, memarkan |
| 200 ml air |
| 1 sdm madu (opsional) |
| 1 iris lemon (opsional) |
Bunga violet mengandung flavonoid, antosianin, dan mucilage yang secara tradisional dipakai untuk membantu meredakan batuk kering dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Jahe dan serai menambah efek antioksidan serta anti-inflamasi, tetapi tidak menggantikan obat medis.
Advertisement
1 cangkir sekali minum, 1-2 kali sehari. Gunakan maksimal 2-3 g bunga/daun kering per sajian dan jangan lebih dari 2 minggu berturut-turut tanpa konsultasi.
Secara teoritis dapat memperkuat efek antikoagulan seperti warfarin dan aspirin karena kandungan salisilat alami. Jika sedang menjalani terapi pengencer darah, konsumsi hanya sesekali dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Hindari jika alergi suku Violaceae; sebaiknya tidak digunakan saat hamil/menyusui karena belum ada data keamanan yang memadai. Bayi di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu; jangan konsumsi akar atau rimpang Viola odorata karena bersifat emetik.
Resep Herbal: #0301