Minuman hangat ini memadukan ubi liar, jahe, kunyit, dan serai sebagai adaptasi jamu Nusantara. Teknik blansir dipakai untuk mengurangi oksalat dan rasa pahit tanpa menghilangkan aroma rempah.
| 200 g Ubi liar (Dioscorea villosa), kupas, iris tipis |
| 500 ml Air untuk blansir |
| 1 liter Air mineral |
| 4 cm Jahe, geprek |
| 4 cm Kunyit segar, kupas, iris |
| 2 batang Serai, geprek |
| 1 batang Kayu manis |
| 1/2 sdt Lada hitam bubuk |
| 2 sdm Madu murni (tambahkan setelah hangat) |
Diosgenin dalam ubi liar serta kurkumin dalam kunyit berpotensi membantu respons antiinflamasi tubuh. Rempah hangatnya juga membantu tubuh terasa lebih rileks dan pencernaan lebih nyaman setelah makan.
Advertisement
Untuk dewasa, satu resep menghasilkan sekitar 5 porsi. Minum 1 porsi (200 ml) per hari, maksimal 3 hari berturut-turut lalu jeda minimal 1 hari.
Jangan dikombinasikan dengan terapi hormon atau suplemen herbal hormonal lain tanpa pengawasan dokter. Diosgenin berpotensi memengaruhi gula darah, jadi jika sedang memakai obat diabetes, pantau kadar gula darah.
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah 12 tahun, dan orang dengan kondisi sensitif hormon seperti endometriosis atau riwayat kanker payudara. Hentikan jika muncul mual atau muntah.
Resep Herbal: #0734