Wedang hangat ini memadukan temu kunci, serai, dan jahe untuk mengusir masuk angin. Ramuan klasik Nusantara ini sekaligus memanfaatkan kandungan minyak atsiri dan flavonoid pada Boesenbergia rotunda.
| 10 g temu kunci (Boesenbergia rotunda) segar, cuci bersih dan memarkan |
| 5 cm jahe segar, cuci bersih dan memarkan |
| 2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan |
| 1 lembar daun pandan, simpulkan |
| 500 ml air minum |
| 1-2 sdm madu murni |
| 1/2 buah jeruk nipis, ambil airnya |
Minyak atsiri dan flavonoid dalam temu kunci membantu meredakan kembung serta melancarkan pencernaan. Jahe dan serai memberi efek menghangatkan, sehingga cocok diminum saat badan terasa meriang atau setelah makan berlemak.
Advertisement
Minum 1 gelas (250 ml) sekali sehari; setiap gelas setara ±5 g temu kunci segar. Total konsumsi temu kunci segar disarankan tidak melebihi 15 g per hari.
Pada dosis minuman ini belum ada laporan interaksi serius; jika Anda memakai obat pengencer darah atau obat diabetes, konsultasikan karena kombinasi herbal dapat mengubah efeknya.
Tidak digunakan tanpa pengawasan pada ibu hamil dan menyusui, anak di bawah 2 tahun, penderita tukak lambung aktif, atau orang yang alergi Zingiberaceae.
Resep Herbal: #0610