Minuman hangat khas Nusantara berbahan dasar temu kunci, kunyit, dan serai. Resep ini menyebarkan aroma pedas-aromatik rimpang dan umum disajikan sebagai pendamping jamu untuk kesehatan pencernaan.
| 300 ml Air |
| 10 gram Temu kunci segar (Boesenbergia rotunda), iris tipis |
| 5 gram Kunyit segar, iris tipis |
| 5 gram Jahe segar, iris tipis |
| 1 batang Serai, memarkan |
| 1 lembar Daun pandan, simpulkan |
| 15 ml Madu (opsional) |
| 1 sdm Air jeruk lemon (opsional) |
Dalam dosis masak, rimpang ini membantu memberi rasa hangat dan nyaman di perut, sesuai kegunaan tradisionalnya untuk kembung dan nafsu makan. Dari sisi ilmu pangan, kombinasi kunyit–jahe–temu kunci memberikan beragam senyawa antioksidan flavonoid.
Advertisement
Dosis kuliner: 1 gelas (sekitar 200 ml) per hari, diminum hangat saat pagi atau sebelum makan besar. Tidak perlu lebih dari satu gelas untuk tujuan penyegaran.
Secara teoretis, senyawa antiplatelet dalam temu kunci dapat bekerja sinergis dengan obat pengencer darah seperti warfarin, aspirin, atau klopidogrel. Konsumsi rutin bersama obat diabetes sebaiknya dipantau karena rimpang ini dapat memengaruhi metabolisme glukosa.
Hindari jika alergi tanaman keluarga Zingiberaceae seperti jahe, kunyit, atau lengkuas. Ibu hamil trimester awal sebaiknya menghindari dosis di atas takaran masak karena keamanan dosis tinggi belum mapan. Madu tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun.
Resep Herbal: #0605