Wedang hangat ini memakai kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardtii) sebagai bahan utama, dipadukan dengan jahe dan serai agar aromanya kuat. Resepnya dikembangkan dari racikan jamu Jawa untuk minuman harian yang menenangkan perut.
| 200 ml air |
| 1 g kulit kayu pulasari kering |
| 3 iris jahe segar |
| 1 batang serai, geprek |
| 1 sdm gula aren, sesuai selera |
| 1/2 buah jeruk nipis, ambil airnya |
Secara tradisional jamu Jawa memanfaatkan pulasari untuk membantu meredakan perut kembung dan rasa penuh setelah makan. Kandungan kumarin serta senyawa aromatik dalam pulasari dimanfaatkan sebagai karminatif dan didukung oleh data fitokimia awal.
Advertisement
Dewasa: 1–2 gelas per hari; tiap gelas memakai 1 g pulasari. Gunakan maksimal 7 hari berturut-turut, lalu hentikan sementara. Jangan dikombinasikan dengan olahan pulasari lain pada hari yang sama.
Karena mengandung kumarin, secara teoretis dapat memperkuat kerja obat antikoagulan dan antiplatelet seperti warfarin atau aspirin. Jika sedang minum obat oral, beri jeda minimal 2 jam dan konsultasikan dengan dokter/apoteker.
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui karena data keamanan belum memadai. Hindari untuk anak di bawah 12 tahun, penderita gangguan hati aktif, dan orang yang alergi terhadap keluarga Apocynaceae.
Resep Herbal: #0455