Minuman hangat ini menggabungkan kucai, jahe, dan serai untuk rasa yang menenangkan sekaligus menghangatkan. Dalam tradisi TCM, kucai dikenal bersifat hangat dan biasa digunakan untuk membantu pencernaan; kajian modern mencatat senyawa sulfur serta flavonoidnya sebagai antioksidan.
| 20 g Kucai segar, iris halus |
| 1 batang Serai, memarkan |
| 3 cm Jahe, iris tipis |
| 400 ml Air mineral |
| 1 sdm Madu (opsional, tambahkan setelah air agak hangat) |
| 1/2 sdt Air jeruk lemon (opsional) |
Jahe dikenal membantu meredakan mual dan gangguan pencernaan ringan; serai memberi aroma serta citral yang mendukung sensasi rileks. Kucai memberikan vitamin K, flavonoid, dan senyawa sulfur; vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah dan metabolisme tulang.
Advertisement
Kucai mengandung vitamin K; jika sedang memakai antikoagulan seperti warfarin, jaga asupan kucai tetap konsisten. Dosis sangat besar berpotensi menambah efek antiplatelet, jadi konsultasikan sebelum operasi.
Resep ini menghasilkan sekitar 2 cangkir; minum 1 cangkir (200 ml) per kali. Maksimal 3-4 cangkir per minggu.
Hindari pada tukak lambung aktif atau GERD yang sedang kambuh karena jahe dan rempah bisa memicu asam lambung. Hentikan jika muncul reaksi alergi, mual, atau perih di ulu hati; jangan berikan madu pada bayi di bawah 1 tahun.
Resep Herbal: #0071