Tumisan tahu dan jamur dengan bumbu khas 'mala' dari merica Sichuan dan sedikit cabai, terinspirasi masakan Sichuan yang diadaptasi dengan bahan Indonesia. Hidangan ini berbasis protein nabati dan serbaguna sebagai lauk nasi hangat.
| 2 g Merica Sichuan (Zanthoxylum piperitum), utuh |
| 400 g tahu putih, potong dadu |
| 150 g jamur tiram, suwir |
| 3 buah cabai keriting kering, potong serong (opsional) |
| 2 siung bawang putih, cincang |
| 2 cm jahe, iris |
| 1 batang daun bawang, iris |
| 1 sdm kecap manis |
| 1 sdm kecap asin |
| 1/2 sdt garam |
| 1 sdm minyak kelapa |
| 100 ml air |
Sanshool dan kapsaisin dari cabai membantu meningkatkan rasa hangat dan merangsang metabolisme sesaat. Tahu serta jamur memberikan protein nabati, isoflavon, dan beta-glukan yang mendukung kesehatan usus.
Advertisement
Resep menghasilkan 2–3 porsi lauk. Satu porsi mengandung sekitar 1 g merica Sichuan; konsumsi wajar maksimal 2 porsi sehari.
Karena Zanthoxylum berpotensi menekan agregasi trombosit, beri jarak dengan aspirin atau NSAID. Jika sedang dalam terapi antikoagulan, konsultasikan dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi hidangan ini.
Hindari pada penderita maag erosif, GERD, atau alergi kedelai/jamur. Penderita hipertensi sebaiknya mengurangi kecap asin dan garam.
Resep Herbal: #0377