Tumisan gurih ini menjadikan lidah buaya sebagai bintang utama bersama tahu sutra dan jamur shiitake. Dalam tradisi TCM, lidah buaya secara tradisional digunakan untuk mendukung fungsi lambung dan usus.
| 200 g fillet lidah buaya, potong korek api |
| 200 g tahu sutra, potong dadu |
| 100 g jamur shiitake segar, iris |
| 3 butir bawang merah, iris tipis |
| 2 siung bawang putih, cincang halus |
| 1 buah cabai merah besar (opsional), iris serong |
| 1 sdm saus tiram atau kecap asin |
| 1 sdt minyak wijen |
| 1 sdm minyak untuk menumis |
| 100 ml air atau kaldu rendah sodium |
| 1 batang daun bawang, iris halus |
Tahu dan jamur shiitake memberikan protein nabati, vitamin B, serta beta-glukan untuk mendukung daya tahan tubuh. Polisakarida lidah buaya, tekstur, dan kandungan airnya membuat hidangan ini mengenyangkan tanpa lemak berlebih.
Advertisement
Resep ini untuk 3–4 porsi lauk. Konsumsi maksimal 1 porsi per hari; cukup 2–3 hari per minggu.
Vitamin K dari tahu dapat mengurangi efek warfarin. Lidah buaya oral bersama diuretik, kortikosteroid, atau obat diabetes berisiko menyebabkan perubahan gula darah dan elektrolit.
Hindari pada ibu hamil/menyusui, anak di bawah 12 tahun, penderita gangguan elektrolit, atau yang sedang menjalani diet kalium ketat. Penderita gout perlu membatasi jamur dan tahu sesuai rekomendasi dokter.
Resep Herbal: #0289